POJOKSATU.id - Eksistensialisme adalah cabang filsafat yang membahas tentang eksistensi manusia, kebebasan, dan tanggung jawab.

Eksistensialisme muncul sebagai reaksi terhadap pemikiran-pemikiran yang dianggap terlalu rasional, abstrak, atau deterministik.

Eksistensialisme menganggap bahwa manusia adalah makhluk yang unik, individual, dan berbeda dari segala sesuatu yang ada di dunia.

Salah satu tokoh eksistensialis yang paling terkenal adalah Jean Paul Sartre, seorang filsuf dan penulis asal Prancis. Sartre bilang bahwa "manusia terkutuk untuk bebas".

Baca Juga: Dosen Fisip UNJANI ke Rocky Gerung : Pemikiran Filsafat Berlebihan, Imbasnya Logika dan Nurani Terpisahkan

Maksudnya, manusia itu tidak punya esensi atau tujuan yang sudah ditentukan sejak lahir.

Manusia harus menciptakan esensi dan tujuan mereka sendiri melalui pilihan-pilihan yang mereka buat sepanjang hidup mereka.

Pilihan-pilihan itu tentunya tidak mudah, karena manusia harus mempertimbangkan konsekuensi-konsekuensi yang akan timbul dari pilihan mereka.

Manusia juga harus bertanggung jawab atas pilihan-pilihan mereka, tanpa bisa menyalahkan Tuhan, nasib, atau orang lain.

Eksistensialisme bisa bikin kamu ngegas, karena kamu sadar bahwa kamu punya kebebasan untuk menentukan hidup kamu sendiri.

Baca Juga: Saat Napi Perdalam Ilmu Agama di Bulan Ramadan, Ingin Ajari Anak Mengaji saat Bebas

Kamu juga sadar bahwa kamu harus berani menghadapi ketidakpastian, kesepian, dan kematian yang mengintai di setiap sudut kehidupan.

Tapi eksistensialisme juga bisa bikin kamu optimis, karena kamu tahu bahwa kamu punya kemampuan untuk menciptakan makna dan nilai bagi hidup kamu sendiri.

Kamu juga tahu bahwa kamu tidak sendirian, karena ada orang-orang lain yang juga berjuang dengan eksistensi mereka.***