POJOKSATU.id - Puasa merupakan jalan menuju ketakwaan kepada Allah SWT. Ibadah ini bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan bentuk penghambaan total kepada Sang Pencipta.

Lantas, mengapa puasa Ramadan diwajibkan bagi umat Islam? Puasa Ramadan hukumnya wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat.

Dalam buku Fikih Sunnah 2 karya Sayyid Sabiq, dijelaskan bahwa kewajiban puasa Ramadan merupakan perintah langsung dari Allah SWT.

Baca Juga: Awal Puasa Ramadan 2026 Berbeda, Muhammadiyah Mulai 18 Februari, Pemerintah Resmi Tetapkan 19 Februari, Ini Penyebabnya

Perintah tersebut ditegaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya surah Al-Baqarah ayat 183:

"Ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumush shiyamu kama kutiba ‘alalladzina min qablikum la‘allakum tattaqun."

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa, mampu mengendalikan diri, serta menahan hawa nafsu demi meraih ridha Allah SWT.

Baca Juga: Great Mosque of Xi’an, Jejak Islam Berusia 1.200 Tahun di Jantung Tiongkok

Dalil Kewajiban Puasa dalam Al-Qur’an dan Hadis

Kewajiban puasa Ramadan juga ditegaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 185:

"Syahru ramadhanal ladzi unzila fihil qur’anu hudal linnasi wa bayyinatin minal huda wal furqan. Faman syahida minkumus syahra fal yashumhu wa man kana maridhan au ‘ala safarin fa ‘iddatun min ayyamin ukhar. Yuridullahu bikumul yusra wa la yuridu bikumul ‘usr. Wa litukmilul ‘iddata wa litukabbirullaha ‘ala ma hadakum wa la‘allakum tasykurun."

Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang hak dan yang batil. 

Maka siapa di antara kamu yang menyaksikan bulan itu, hendaklah ia berpuasa. Dan siapa yang sakit atau dalam perjalanan, maka menggantinya pada hari-hari yang lain.

Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran.

Baca Juga: Imbas Tanggul Jebol di Semarang, Kabupaten Grobogan Masih Terputus

Selain Al-Qur’an, kewajiban puasa ditegaskan dalam hadis riwayat Sahih Bukhari. Rasulullah SAW bersabda:

"Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadan, dan menunaikan haji."

Dari dalil tersebut, jelas bahwa puasa Ramadan merupakan bagian dari Rukun Islam. Artinya, ibadah ini menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim.

Syarat Wajib Puasa

Syarat wajib puasa adalah hal-hal yang menentukan apakah seseorang berkewajiban berpuasa atau tidak. 

Baca Juga: Hasil Pemantauan Hilal Kemenag, 1 Ramadhan 1447 Hijriah Jatuh Pada 19 Februari 2026

Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, maka kewajiban tersebut gugur.

Menurut Ahmad Sarwat Lc dalam buku Puasa Bukan Hanya Saat Ramadan, berikut syarat wajib puasa:

  1. Beragama Islam – kewajiban puasa hanya berlaku bagi muslim.

  2. Baligh – telah mencapai kedewasaan fisik atau minimal berusia 15 tahun.

  3. Berakal sehat – orang yang tidak berakal sehat tidak wajib berpuasa.

  4. Mampu menjalankan puasa – yang tidak mampu karena uzur syar’i seperti sakit berat, lansia, hamil, menyusui, atau musafir mendapat keringanan qadha atau fidyah.

  5. Mengetahui masuknya bulan Ramadan – melalui rukyatul hilal atau istikmal (menyempurnakan Sya’ban 30 hari).

  6. Bukan musafir – musafir mendapat keringanan untuk tidak berpuasa.

  7. Suci dari haid dan nifas – wanita haid dan nifas tidak wajib berpuasa.

Baca Juga: Great Mosque of Xi’an, Jejak Islam Berusia 1.200 Tahun di Jantung Tiongkok

Rukun Puasa yang Menentukan Sah Tidaknya Ibadah

Rukun adalah elemen pokok dalam pelaksanaan puasa. Tanpa rukun, puasa menjadi tidak sah. Ada dua rukun puasa:

  1. Niat
    Niat dilakukan pada malam hari sebelum fajar. Niat puasa fardhu Ramadan harus ditegaskan dalam hati karena Allah Ta’ala.

Lafal niat yang biasa dibaca:

"Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhana hadzihis sanati lillahi ta‘ala."

Artinya: Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadan pada tahun ini karena Allah SWT semata.

  1. Menahan diri (Imsak)
    Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan hubungan suami istri, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Baca Juga: Tiga Hari Jelang Bulan Suci Ramadhan, Polisi Israel Tangkap Imam Masjid Al Aqsa Palestina

Syarat Sah Puasa

Selain syarat wajib dan rukun, terdapat syarat sah puasa. Di antaranya:

  • Islam dan tamyiz (baligh dan berakal).

  • Bagi wanita, suci dari haid, nifas, atau darah setelah melahirkan.

  • Dilaksanakan pada hari yang memang dibolehkan untuk berpuasa.

Bagi yang telah memenuhi syarat wajib dan sah berpuasa, lalu dengan sengaja meninggalkan atau membatalkannya tanpa alasan yang dibenarkan syariat, maka ia berdosa.

Pada akhirnya, puasa bukan hanya kewajiban formal, melainkan sarana pembentukan karakter dan spiritualitas. 

Baca Juga: Tunjangan Sertifikasi Dipotong Pajak dan BPJS? Ini Penjelasan Resminya

Lewat puasa, seorang muslim belajar menahan diri, mengendalikan hawa nafsu, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di situlah letak makna terdalam dari kewajiban menjalani puasa Ramadan ini, agar manusia benar-benar menjadi pribadi yang bertakwa dan bersyukur. ***