POJOKSATU.ID - Kurma bukan sekadar buah primadona di bulan Ramadan.

Si manis nan legit ini telah menjadi bagian dari tradisi dan pola makan sehat selama ribuan tahun.

Namun, pernahkah Anda mendengar anjuran untuk mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil?

Baik berdasarkan tuntunan sunnah maupun tinjauan sains, mari kita bedah mengapa angka ganjil ini menarik untuk diikuti dan apa saja manfaat hebat di balik butiran buah gurun ini.

Baca Juga: WAR TIKET! Pendaftaran Mudik Gratis DKI Jakarta 2026 untuk Kuota Kluster 2 Dimulai Besok!

Rahasia di Balik Angka Ganjil

Dalam tradisi Islam, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk memakan kurma dalam jumlah ganjil (1, 3, 5, atau 7) saat berbuka puasa.

Secara spiritual, ini adalah bentuk mengikuti sunnah yang dipercaya membawa berkah.

Namun, menariknya, beberapa penelitian kesehatan mulai melirik pola ini.

Mengonsumsi kurma dalam jumlah terbatas (seperti 3 butir) memberikan asupan gula alami yang pas untuk meningkatkan energi tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis (glikemik) secara berlebihan.

Angka ganjil yang kecil membantu kita melakukan mindful eating atau kontrol porsi agar tidak berlebihan dalam mengonsumsi kalori.

Baca Juga: Update Mudik Gratis DKI Jakarta 2026: Kuota Klaster 1 Resmi Terpenuhi

Manfaat Luar Biasa Kurma bagi Tubuh

Kurma sering disebut sebagai superfood karena kandungan nutrisinya yang sangat padat.

Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

1. Sumber Energi Instan
Kurma mengandung gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa.

Mengonsumsi 3 butir kurma setelah beraktivitas atau berpuasa akan mengembalikan energi tubuh dengan cepat tanpa membuat perut terasa begah.

2. Melancarkan Pencernaan
Kurma kaya akan serat tidak larut. Serat ini sangat penting untuk:

- Mencegah konstipasi (sembelit).

- Meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di usus.

- Membersihkan saluran pencernaan secara alami.

Baca Juga: Panduan Lengkap Tata Cara Verifikasi Mudik Gratis DKI Jakarta, Link Disini!

3. Menjaga Kesehatan Jantung dan Otak
Kurma mengandung kalium dan magnesium yang tinggi. Kalium berperan penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil dan mengurangi risiko stroke.

Selain itu, kandungan antioksidan seperti flavonoid membantu mengurangi peradangan di otak.

4. Alternatif Gula yang Lebih Sehat
Dibandingkan gula pasir atau pemanis buatan, kurma memberikan rasa manis sekaligus asupan nutrisi.

Baca Juga: Update Mudik Gratis DKI Jakarta 2026: Kuota Klaster 1 Resmi Terpenuhi

Kurma memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah jika dikonsumsi dalam jumlah moderat, sehingga lebih aman bagi metabolisme.

Mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil adalah perpaduan harmonis antara ketaatan pada tradisi dan upaya menjaga porsi makan.

Dengan rutin mengonsumsi kurma, Anda memberikan investasi jangka panjang bagi kesehatan jantung, pencernaan, dan level energi Anda.

Pilihlah kurma yang tidak mengandung pemanis tambahan (sirup gula) agar manfaat alami dari buah ini bisa terserap maksimal oleh tubuh.***