POJOKSATU.id - Childfree merupakan pilihan di suatu pernikahan ketika pasangan tersebut memilih untuk tidak memiliki anak, baik anak kandung ataupun anak asuh.

Berbeda dengan childfree, memiliki anak merupakan sebuah tanggung jawab yang besar dimana orangtua harus bertanggung jawab untuk membiayai kebutuhan hidup.

Selain itu bukan hanya kebutuhan pokok yang harus terpenuhi jika tidak memilih childfree, melainkan bagaimana orangtua juga memiliki tanggungjawab untuk mendididik anak menjadi pribadi yang baik, taat pada agama, orangtua dan hal-hal yang mencakup kesopanan.

Bisa dibayangkan jika memiliki anak tanpa kesiapan yang matang atau tidak memilih childfree, anak pasti akan merasa tertekan dan keluarga tersebut menjadi tidak harmonis akibat pertengkaran yang ada dalam mendidik anak ataupun disebabkan oleh masalah mental orangtua dan juga ekonomi.

Baca Juga: Sheila Marcia Melahirkan Anak Kedua, Suami: Selamat yaa Sayang, Saya Bangga Padamu!

Ada juga mindset orang-orang yang menganggap anak itu merupakan sebuah investasi bahwasanya pemikiran tersebut salah karena hal tersebut dapat membuat anak berpikir bahwa orang tua tidak benar-benar tulus membiayai hidupnya hingga dewasa.

Anak juga bukan alat pemuas harapan orangtua seperti orangtua yang mengharuskan anak untuk menjadi dokter kelak, misalnya.

Sungguh miris jika ada orangtua yang mengharuskan anak menjadi pemuas harapan mereka. Anak juga manusia berharga sama seperti makhluk hidup lainnya yang merupakan individu.

Setiap pasangan yang menikah tidak diharuskan untuk mempunyai anak karena memiliki anak merupakan tanggung jawab yang sangat besar dan semua pasangan berhak memilih untuk tidak menerima akan tanggungjawab tersebut yaitu tidak memiliki anak.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Tempat Wisata Ramah Anak di Bogor yang Asyik dan Menyenangkan!

Hal itu bukan sebuah kesalahan yang dimana akan mempermalukan kedua pasangan tersebut balik lagi karena kita yang mengetahui kapasitas diri kita sendiri.

Pasangan yang memutuskan untuk mempunyai anak itu juga merupakan pilihan yang terbilang sangat baik.

Di Indonesia mungkin masih sangat familiar dengan perkataan bahwasanya “Banyak anak banyak rezeki” namun perkataan tersebut mungkin saja belum Sepenuhnya selesai khususnya pada zaman sekarang, melainkan bisa dikatakan “banyak anak banyak rezeki yang harus dicari”.

Nyatanya kita juga harus menghidupi seorang anak, bukan hanya kebutuhan kita sendiri.

Alasan seseorang yang memilih childfree sangatlah beragam, mungkin karena beban tanggung jawab untuk membesarkan anak supaya sukses dikemudian hari itu terlalu berat bagi sebuah pasangan.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Bullying Siswa Binus School Serpong, Begini Nasib Putra Vincent Rompies

Memilih childfree juga ada beberapa keuntungan membuat seseorang mungkin menjadi lebih fokus terhadap waktu yang tidak terbagi untuk mengurus anak dan lain sebagainya.

Seorang psikolog Universitas Airlangga juga mengatakan bahwa terdapat beberapa dampak positif ketika seseorang memilih childfree.

Seperti terhindar dari risiko sakit yang mungkin dialami, baik secara fisik maupun mental saat melahirkan, seseorang menjadi lebih fleksibel dalam memilih gaya hidup karena tidak terikat oleh anak.

Terkadang kita semua terlalu fokus pada pilihan hidup seseorang yang dimana itu bukan tanggung jawab kita sebagai individu, untuk tidak menghakimi pilihan hidup seseorang itu merupakan sebuah kewajiban seorang manusia.

Setiap orang memiliki kebebasan dalam menentukan jalan hidupnya, ada yang bahagia dengan hadirnya seorang anak ada pula yang merasa bahagia hanya dengan hidup berdua bersama pasangan.

Selain itu juga ada yang merasa bahagia dan nyaman saja jika hidup sendiri tidak ada pasangan dan lain sebagainya.

Kembali lagi bahwasanya hidup itu trade off, setiap kita mengambil suatu pilihan pasti akan ada pilihan lain yang harus dikorbankan. Dan semua pilihan tentunya memiliki konsekuensi dan tantangannya masing-masing.*** Candrika Nur Rasuli/Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media SV-IPB