POJOKSATU.id - Luka memar atau lebam memiliki nama medis yaitu ekimosis yang tambah berwarna kebiruan atau kehitaman.

Masalah terjadi ketika darah menggenang di bawah kulit akibat pecahnya pembuluh darah.

Memar dinyatakan sembuh jika warnanya sudah memudar dan kembali ke warna kulit sebelumnya. Meski bisa membaik dengan sendirinya, masalah ini bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang mendasarinya.

Penyebab memar dalam catatan pafiburu.org adalah darah yang menggenang di bawah kulit. Darah ini berasal dari rembesan pembuluh darah. Karena tidak ada celah bagi darah untuk keluar kulit, akhirnya darah menggenang di bawah permukaan kulit.

Memar atau lebam awalnya akan tampak merah atau keunguan. Jika kamu memiliki warna kulit lebih gelap, memar akan tampak berwarna ungu, coklat tua, atau hitam.

Saat area memar sembuh, warnanya mungkin berubah warna menjadi coklat, hijau, atau kuning. Ukuran, bentuk, dan warnanya bervariasi, tergantung pada penyebab dan lokasinya.

Gejalanya meliputi:

Nyeri atau nyeri tekan saat menyentuh memar.

Perubahan warna kulit.

Pembengkakan atau benjolan pada kulit (hematoma).

Jika muncul beberapa tanda di atas, kamu bisa mengatasinya dengan perawatan rumahan.

Lalu kenapa pembuluh darah bisa pecah yang berujung pada memar atau lebam, antara lain:

Memiliki kondisi atau menerima pengobatan yang mempengaruhi jumlah trombosit darah, seperti penyakit autoimun, leukemia atau hemofilia.

Cedera atau trauma fisik pada tubuh, seperti hantaman atau pukulan benda tumpul.

Usia yang beranjak menua.

Efek samping penggunaan obat, seperti antikoagulan, obat antiplatelet, aspirin, atau steroid.

Kita dapat mengidentifikasi memar berdasarkan gejalanya, terutama tampilan dan warna bekas luka di kulit. Mereka juga dapat mengidentifikasi lebih lanjut jenis berdasarkan tandanya.

Jika kamu sering mengalaminya tanpa sebab yang jelas, dokter mungkin akan melakukan tes penunjang untuk menemukan kemungkinan penyebabnya. Beberapa metodenya dengan rontgen dan tes darah.

Jika bukan berasal dari gangguan kesehatan yang mendasari, kebanyakan memar akan hilang dengan sendirinya. Namun jika kasusnya parah, kamu mungkin memerlukan prosedur perawatan.***