POJOKSATU.id — Merapikan gigi menjadi salah satu upaya penting yang dilakukan banyak orang untuk mendapatkan senyum yang lebih menarik sekaligus menjaga kesehatan mulut secara menyeluruh.

Di Indonesia, biaya perawatan ortodonti seperti pemasangan behel sangat beragam, dipengaruhi oleh jenis perawatan yang dipilih, tingkat keparahan kondisi gigi, hingga klinik tempat perawatan dilakukan.

Masih banyak yang menganggap bahwa biaya behel hanya dikeluarkan sekali di awal pemasangan.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT April 2026 Mulai Cair, Cek Nama Kamu Sekarang!

Padahal, selama proses perawatan berlangsung, terdapat berbagai komponen biaya lain yang juga perlu dipersiapkan.

Perapian gigi tidak semata-mata berkaitan dengan penampilan.

Susunan gigi yang rapi akan lebih mudah dibersihkan sehingga dapat menekan risiko penumpukan plak, gigi berlubang, hingga penyakit gusi.

Selain itu, posisi gigi yang tidak sejajar juga dapat memengaruhi fungsi mengunyah, cara berbicara, bahkan berpotensi menimbulkan gangguan pada sendi rahang.

Baca Juga: 12 PAC PPP Kota Bekasi Tolak SK Plt Ketua DPC, Ancam Mundur Massal

Secara umum, perawatan ortodonti bertujuan untuk memperbaiki posisi gigi dan rahang agar fungsi serta estetika dapat berjalan lebih optimal.

Adapun rincian estimasi biaya behel gigi di Indonesia perlu dipahami sejak awal.

Biaya pertama yang harus disiapkan adalah pemasangan awal, yang besarannya bergantung pada jenis behel yang digunakan.

Baca Juga: TPP ASN Dipangkas 62 Persen, 3.000 Guru Honorer Kutim Tetap Terima Tunjangan, Ini Penjelasannya

Untuk behel metal sebagai pilihan paling umum, biayanya berkisar antara Rp5 juta hingga Rp13 juta.

Sementara itu, behel keramik yang memiliki tampilan lebih estetis biasanya berada di kisaran Rp8 juta hingga Rp18 juta.

Bagi yang menginginkan teknologi lebih modern, tersedia behel self-ligating dengan biaya sekitar Rp15 juta hingga Rp30 juta.

Selain itu, aligner transparan yang lebih praktis dan hampir tidak terlihat ditawarkan dengan harga mulai dari Rp20 juta hingga Rp50 juta.

Baca Juga: TPG April 2026 Tak Cair Secepat Maret, Ini Penjelasan Juknis Terbaru dan Strategi Guru Atur Keuangan Agar Tetap Aman Stabil

Biaya pemasangan tersebut umumnya sudah mencakup pemasangan pada gigi atas dan bawah, tetapi belum termasuk biaya kontrol rutin yang wajib dilakukan.

Selama masa perawatan, pasien perlu menjalani kontrol secara berkala setiap bulan.

Biaya kontrol ini umumnya berkisar Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per kunjungan, dengan durasi perawatan antara 18 hingga 36 bulan, tergantung kondisi gigi masing-masing.

Baca Juga: AS Klaim Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz Bersihkan Ranjau, Jubir Ebrahim Zolfaghari Membantah

Jika diakumulasikan, total biaya kontrol dapat mencapai Rp3,6 juta hingga Rp9 juta untuk perawatan selama 1,5 tahun.

Untuk durasi dua tahun, biayanya berkisar Rp4,8 juta hingga Rp12 juta, sedangkan untuk tiga tahun dapat mencapai Rp7,2 juta hingga Rp18 juta.

Selain biaya utama, terdapat pula biaya tambahan yang kerap luput dari perhatian.

Baca Juga: Bukan untuk PNS dan PPPK! Kartu Guru Sejahtera Hanya untuk Guru Non-ASN, Ini Jumalahnya

Misalnya biaya rontgen atau foto panoramic sekitar Rp250 ribu hingga Rp500 ribu, serta biaya konsultasi awal yang berkisar Rp200 ribu hingga Rp500 ribu.

Apabila diperlukan tindakan tambahan seperti pencabutan atau penambalan gigi, biayanya dapat bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Bahkan, jika bracket behel terlepas, pasien perlu menyiapkan biaya tambahan sekitar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per gigi.

Setelah perawatan selesai, biaya belum sepenuhnya berakhir. Pasien masih perlu membayar biaya pelepasan behel yang berkisar Rp500 ribu hingga Rp1,2 juta.

Baca Juga: Pakistan Berharap Tak Terjadi Perang AS vs Iran Usai Islamabad Talk Buntu, Hormati Gencatan Senjata

Selain itu, penggunaan retainer juga menjadi hal yang wajib untuk mempertahankan posisi gigi agar tetap rapi, dengan biaya sekitar Rp1 juta hingga Rp3 juta.

Secara keseluruhan, total biaya perawatan behel dapat mencapai Rp10 juta hingga Rp25 juta untuk behel metal.

Untuk behel keramik, total biayanya berkisar Rp15 juta hingga Rp35 juta.

Sementara itu, behel self-ligating maupun metode modern lainnya bisa mencapai Rp25 juta hingga Rp50 juta.

Baca Juga: Sinyal Rekrutmen CPNS 2026, Maros Usulkan 25 Formasi Tenaga Kesehatan, Ini Rinciannya

Besarnya biaya tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi gigi, tingkat kesulitan perawatan, lamanya penggunaan behel, serta pilihan klinik, baik ditangani oleh dokter gigi umum maupun spesialis ortodonti.

Yang perlu diperhatikan, perawatan behel merupakan komitmen jangka panjang.

Ketidakrutinan dalam menjalani kontrol dapat memperlambat proses perapian gigi dan memengaruhi hasil akhir.

Selain itu, penggunaan retainer setelah behel dilepas juga tidak boleh diabaikan karena gigi berpotensi kembali ke posisi semula.***