POJOKSATU.id — Memilih pakaian yang tepat saat bepergian dengan pesawat bukan hanya soal penampilan, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan selama penerbangan.
Perjalanan udara yang berlangsung beberapa jam mengharuskan penumpang duduk dalam waktu lama sehingga jenis pakaian yang dikenakan dapat memengaruhi kenyamanan tubuh.
Beberapa jenis pakaian bahkan sebaiknya dihindari karena berpotensi membuat tubuh mudah lelah, kepanasan, kedinginan, atau menyulitkan mobilitas.
Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026, Lengkap dengan Panduan Pencairan
Berikut beberapa pakaian yang kurang direkomendasikan untuk dikenakan saat naik pesawat.
Pakaian yang terlalu ketat, seperti celana skinny yang sangat sempit, korset, atau busana yang membatasi ruang gerak, sebaiknya tidak digunakan selama penerbangan.
Duduk dalam waktu lama dengan pakaian ketat dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan berpotensi mengganggu sirkulasi darah, terutama pada penerbangan jarak jauh.
Sepatu hak tinggi atau high heels juga bukan pilihan terbaik ketika bepergian dengan pesawat.
Baca Juga: Apa Hubungan Saepul dan Kunaefi yang Dimutilasi di Pancoran Mas, Padahal Baru Saja Kenal di Medsos
Meskipun tampilannya elegan, alas kaki ini kurang nyaman digunakan untuk berjalan jauh di area bandara maupun saat harus berpindah terminal.
Selain itu, kaki yang mengalami sedikit pembengkakan akibat perubahan tekanan udara akan terasa semakin tidak nyaman jika menggunakan sepatu berhak tinggi.
Sandal jepit pun sebaiknya dihindari. Meski praktis dipakai, sandal jenis ini tidak memberikan perlindungan yang cukup bagi kaki.
Baca Juga: Magang Kemenkeu 2026 Batch 2 Dibuka, Simak Syarat, Formasi, Cara Daftar, dan Jadwal Lengkap
Dalam situasi tertentu, seperti keadaan darurat atau ketika harus berjalan cepat, sandal jepit kurang aman digunakan.
Kaki juga lebih mudah terkena debu atau kotoran saat berada di dalam kabin maupun toilet pesawat.
Menggunakan sweater atau hoodie yang terlalu tebal tanpa lapisan pakaian di dalamnya juga kurang disarankan.
Suhu di bandara, ruang tunggu, dan kabin pesawat dapat berbeda-beda sehingga pakaian yang terlalu tebal membuat tubuh mudah kepanasan di satu kondisi, tetapi sulit menyesuaikan diri ketika suhu berubah.
Baca Juga: Kasus Mutilasi Pancoran Mas Terpecahkan, Pelaku Saepul, Korban Kunaefi, Motif Diduga Pencurian
Mengenakan pakaian berlapis (layering) menjadi pilihan yang lebih fleksibel.
Selain itu, pakaian yang terlalu terbuka juga kurang ideal karena suhu kabin pesawat umumnya lebih dingin dibandingkan suhu di luar ruangan.
Mengenakan pakaian yang terlalu tipis dapat membuat tubuh mudah merasa dingin selama penerbangan berlangsung.
Bagi penumpang yang memiliki agenda penting setelah mendarat, sebaiknya hindari pakaian berbahan yang mudah kusut, seperti linen tipis.
Duduk dalam waktu lama dapat membuat pakaian terlihat kusut sehingga penampilan menjadi kurang rapi ketika tiba di tujuan.
Pakaian yang dilengkapi banyak aksesori logam, seperti sabuk besar, rantai, atau ornamen berbahan logam lainnya, juga sebaiknya diminimalkan.
Aksesori tersebut dapat memicu detektor logam saat pemeriksaan keamanan di bandara sehingga proses pemeriksaan menjadi lebih lama.
Celana atau rok yang terlalu panjang hingga menyentuh lantai juga kurang praktis dikenakan selama perjalanan udara.
Selain berisiko terinjak saat berjalan, bagian bawah pakaian lebih mudah terkena kotoran di area bandara maupun di dalam pesawat.
Hal lain yang sering diabaikan adalah aroma pakaian.
Sebaiknya hindari mengenakan pakaian yang memiliki bau menyengat, baik karena parfum yang terlalu kuat, aroma deterjen berlebihan, maupun bau asap rokok.
Mengingat kabin pesawat merupakan ruang tertutup, aroma yang terlalu tajam dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain.
Selain model pakaian, bahan yang digunakan juga perlu diperhatikan.
Hindari bahan sintetis yang kurang mampu menyerap keringat karena dapat membuat tubuh terasa gerah dan lembap selama perjalanan.
Sebagai gantinya, pilih pakaian berbahan katun atau material lain yang memiliki sirkulasi udara lebih baik agar tubuh tetap nyaman.
Agar perjalanan terasa lebih menyenangkan, penumpang disarankan mengenakan celana yang longgar seperti jogger atau celana berbahan elastis, kaus atau kemeja berbahan katun, serta membawa jaket tipis atau cardigan untuk mengantisipasi suhu kabin yang dingin.
Sepatu sneakers atau sepatu datar juga lebih nyaman digunakan untuk berjalan jauh di bandara, sementara kaus kaki dapat membantu menjaga kaki tetap hangat, terutama saat melakukan penerbangan jarak jauh.
Dengan memilih pakaian yang nyaman, tidak membatasi gerakan, serta sesuai dengan kondisi di dalam kabin, perjalanan menggunakan pesawat dapat terasa lebih aman dan menyenangkan, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.***




