POJOKSATU.id - Mata tiba-tiba terasa perih lalu mengeluarkan banyak air mata memang bisa bikin panik, apalagi jika terjadi saat sedang bekerja di depan laptop atau berkendara.
Padahal, kondisi tersebut tidak selalu berarti ada masalah serius.
Air mata sebenarnya merupakan bagian penting dari sistem perlindungan mata.
Cairan ini membantu menjaga permukaan kornea tetap lembap sekaligus membersihkan debu atau partikel asing yang masuk.
Namun, ketika mata mendadak terasa perih dan produksi air mata meningkat, tubuh bisa saja sedang memberikan respons terhadap iritasi atau kondisi mata yang terlalu kering.
Baca Juga: Cara Sanggah dan Ajukan Jadi Penerima Bansos 2026, Ini Link Resmi Kemensos
Salah satu pemicunya cukup dekat dengan aktivitas sehari-hari, yakni terlalu lama menatap layar komputer, laptop, atau ponsel.
Saat berkonsentrasi melihat layar, seseorang cenderung lebih jarang berkedip.
Akibatnya, lapisan air mata di permukaan mata lebih cepat menguap dan mata menjadi kering.
Menariknya, mata yang kering justru bisa membuat mata berair.
Kondisi ini terjadi karena tubuh merespons kekeringan tersebut dengan memproduksi air mata secara refleks.
Baca Juga: Aliansi Masyarakat Minta Stop Pembongkaran Bangunan Cagar Budaya di Menteng
Jadi, jangan heran kalau mata terasa kering tetapi malah mengeluarkan air mata cukup banyak.
Selain penggunaan perangkat digital, lingkungan juga bisa menjadi pemicu.
Debu, polusi udara, asap rokok, bulu hewan, serbuk sari, hingga hembusan udara dari kipas atau pendingin ruangan dapat menyebabkan iritasi.
Jangan asal mengucek mata
Ketika mata terasa gatal atau perih, menguceknya memang terasa menggoda.
Namun, kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari, terutama jika tangan belum bersih.
Mengucek mata terlalu keras dapat memperparah iritasi.
Baca Juga: Jurnal Ilmiah Ini Prediksi Kiamat Terjadi 13 November 2026, Hitung Populasi Manusia, Kembali Viral
Tangan yang kotor juga berpotensi membawa kuman ke area mata dan meningkatkan risiko infeksi.
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi keluhan.
Jika penyebabnya berkaitan dengan penggunaan layar, coba terapkan aturan 20-20-20.
Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 6 meter selama setidaknya 20 detik.
Cara tersebut membantu memberikan jeda bagi mata sekaligus mendorong kebiasaan berkedip secara normal.
Baca Juga: Spektronics ITS Borong 2 Prestasi di AISeries × AISC 2026, Unggul di Chem-E-Car dan Paper Poster
Kompres hangat juga dapat dicoba. Gunakan kain bersih yang dibasahi air hangat, kemudian letakkan pada kelopak mata yang tertutup selama sekitar 5-10 menit.
Kondisi ruangan juga tidak kalah penting.
Udara yang terlalu kering, terutama di ruangan berpendingin, dapat membuat mata lebih mudah kehilangan kelembapannya.
Menjaga kelembapan ruangan dapat membantu mengurangi keluhan pada sebagian orang.
Untuk mata kering atau iritasi ringan, tetes mata pelumas yang sesuai juga dapat membantu.
Namun, pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi mata dan petunjuk penggunaan.
Kapan harus diperiksa dokter?
Mata perih dan berair umumnya dapat membaik setelah pemicunya dihindari.
Tetapi, keluhan yang menetap atau disertai gejala tertentu tidak sebaiknya dianggap sepele.
Segera periksakan mata apabila keluhan berlangsung lebih dari beberapa hari, terlebih jika muncul pembengkakan berat, kotoran mata berwarna kuning atau hijau, nyeri yang semakin kuat, atau penglihatan mendadak menjadi buram.
Gejala tersebut dapat berkaitan dengan infeksi atau gangguan mata lain yang membutuhkan pemeriksaan langsung dan penanganan sesuai penyebabnya.
Sementara itu, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Ophthalmology menunjukkan bahwa penggunaan layar digital dapat menurunkan frekuensi berkedip secara signifikan.
Kondisi tersebut dapat mengganggu kestabilan lapisan air mata dan berkontribusi terhadap gejala mata kering.
Karena itu, memberi jeda pada mata saat bekerja di depan layar bukan sekadar soal kenyamanan.
Kebiasaan sederhana seperti berkedip lebih sering, beristirahat secara berkala, dan menjaga kondisi udara di sekitar dapat membantu menjaga permukaan mata tetap nyaman.***




