POJOKSATU.ID - Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2024 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap fakta menarik mengenai pola konsumsi masyarakat Indonesia.

Salah satu temuan yang menonjol adalah tingginya rata-rata pengeluaran masyarakat untuk makanan dan minuman jadi.

Data Susenas menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran per kapita masyarakat Indonesia untuk makanan dan minuman jadi mencapai Rp55.744 per minggu.

Angka ini menempatkan komoditas makanan dan minuman jadi sebagai kategori pengeluaran terbesar.

Baca Juga: Penting Bagi Penulis! Berikut Perubahan Layanan ISBN Mulai 16 Desember 2024!

Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia sangat menyukai jajanan dan makanan siap saji.

Namun, di balik tingginya konsumsi makanan dan minuman jadi, terdapat fakta lain yang cukup mengkhawatirkan.

Data Susenas juga menunjukkan bahwa pengeluaran untuk rokok dan tembakau masih menempati posisi ketiga dengan rata-rata pengeluaran mencapai Rp22.044 per minggu.

Angka ini menunjukkan bahwa konsumsi rokok di Indonesia masih cukup tinggi.

Baca Juga: Seleksi Kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK Menyisakan Kisah Haru!

Padahal, sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa merokok memiliki dampak buruk bagi kesehatan.

Kandungan nikotin dalam rokok bersifat adiktif dan dapat menyebabkan berbagai penyakit serius, seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan stroke.

Tingginya konsumsi rokok di Indonesia menjadi tantangan tersendiri dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Hasil survei Susenas 2024 memberikan gambaran yang jelas tentang pola konsumsi masyarakat Indonesia.

Meskipun masyarakat Indonesia menyukai jajanan dan makanan siap saji, namun konsumsi rokok masih menjadi masalah yang perlu diatasi.

Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengurangi konsumsi rokok dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.