POJOKSATU.id — Bulan Rajab adalah salah satu bulan haram dalam Islam yang memiliki keistimewaan serta keutamaan luar biasa. Bulan ini disebut sebagai masa menanam.
Oleh karena itu, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan di bulan ini, guna meraih pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Amalan pertama yang bisa dilakukan adalah memperbanyak bacaan istighfar.
Membaca istighfar merupakan cara memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah diperbuat.
Di bulan Rajab, para ulama menganjurkan membaca istighfar sebanyak 70 kali di pagi dan sore hari. Bacaan istighfar yang dianjurkan, yaitu:
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيََّ
Rabbighfirli warhamni wa tub alayya
Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, dan terimalah taubatku.”
Baca Juga: Amalan Terbaik di Hari Jumat Untuk Raih Keberkahan dan Pahala Berlimpah
Amalan lainnya adalah memperbanyak dzikir dan doa. Nabi Muhammad SAW berdoa ketika memasuki bulan Rajab dengan kalimat:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَبَلِٔغْنَا رَمَضَانَ
Allahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya’bana wa ballighnaa ramadhana
Artinya: “Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan.” (HR Bukhari)
Membaca shalawat juga merupakan amalan yang utama. Rasulullah SAW bersabda:
Baca Juga: Sholat Jumat Bagi Perempuan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
“Jibril telah datang kepadaku dan berkata: ‘Ya Muhammad, tidak seorangpun bershalawat kepadamu kecuali didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat dan barang siapa yang didoakan oleh malaikat, maka ia tergolong penghuni surga.’
Selain shalawat nabi, umat muslim juga bisa membaca shalawat Jibril atau shalawat nariyah.
Selain itu, memperbanyak membaca Al-Qur’an juga sangat dianjurkan.
Dalam Islam, setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an akan mendatangkan pahala.
Oleh karena itu, bulan Rajab merupakan momen yang tepat untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.
Amalan lainnya yang disarankan adalah melaksanakan salat sunnah.
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa shalat sunnah di malam bulan Rajab sesudah shalat Maghrib, setiap rakaat setelah al-Faatihah membaca surat al-Ikhlash, maka ia dan keluarga serta orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya akan dipelihara dari malapetaka dunia dan siksa akhirat.”
Membaca surat Yasin juga menjadi amalan yang dianjurkan.
Baca Juga: Begini Waktu Terbaik Untuk Melaksanakan Ibadah Sunnah Salat Dhuha
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa membaca surah Yasin setelah shalat Subuh di bulan Rajab satu kali, maka Allah akan mengampuni baginya dosa-dosa sebanyak 50 tahun dan menghapuskan baginya siksa kubur.”
Menghidupkan malam pertama bulan Rajab juga menjadi salah satu keutamaan.
Dalam kitab Durratun Nasihin disebutkan: “Barang siapa menghidupkan malam pertama dari bulan Rajab, maka hatinya tidak mati dikala matinya hati orang lain…”
Terakhir, memperbanyak sedekah juga sangat dianjurkan.
Bulan Rajab merupakan waktu yang istimewa, sehingga pahala bagi orang yang bersedekah akan dilipatgandakan.
Baca Juga: Sederet Kisah di Bulan Rajab Sebagai Peristiwa Penting Dalam Sejarah Islam
Dengan bersedekah, umat muslim tidak hanya membantu orang lain tetapi juga mendapatkan berkah dan ridha Allah SWT.
Amalan-amalan tersebut dapat menjadi jalan untuk meraih pahala yang berlipat di bulan Rajab.
Menyiram di Bulan Syaban, Panen Ketika Ramadhan
Di antara Rajab dan Ramadhan, ada bulan Syaban yang juga termasuk bulan yang sangat penting.
Menyiram tanaman di bulan Syaban merupakan ungkapan dari perumpamaan "Bulan Rajab menanam, bulan Syaban menyiram, bulan Ramadhan memanen".
Perumpamaan ini menggambarkan bahwa bulan Syaban merupakan waktu untuk merawat tanaman yang ditanam di bulan Rajab.
Bagi seorang Muslim, ketika diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Syaban, hal utama yang perlu dilakukan adalah bersyukur.
Rasa syukur ini muncul karena Allah SWT masih memberikan peluang untuk bertaubat, memperbaiki diri, melunasi kewajiban kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia, serta mempersiapkan amal yang lebih baik untuk kehidupan setelah kematian.
Sikap bersyukur tersebut mencerminkan tegaknya adab dalam diri seseorang, yang menjadi wujud dari kedisiplinan akal, jiwa, dan raga.
Menyadari bahwa bulan Syaban merupakan bulan terakhir sebelum datangnya Ramadhan, maka inilah kesempatan terakhir bagi seseorang untuk mempersiapkan diri secara optimal sebelum menyambut bulan suci tersebut. Yuk, gaskeun! ***




