POJOKSATU.ID - Ramadan di Kota Depok selalu menghadirkan suasana berbeda, terutama di sepanjang Jalan Margonda Raya.

Kawasan yang dikenal sebagai pusat aktivitas warga dan mahasiswa ini berubah menjadi surga takjil setiap sore selama bulan puasa.

Menjelang waktu berbuka, trotoar hingga pinggir jalan dipenuhi pedagang musiman yang menjajakan aneka makanan dan minuman pembuka puasa.

Baca Juga: Ramadhan di Bandung: Dari Gasibu Sampai Cihapit, Surga Takjil Ini Selalu Diserbu

Mulai dari menu tradisional hingga takjil kekinian, semuanya tersedia lengkap.

Bagi warga Depok, berburu takjil di Margonda sudah menjadi tradisi tahunan yang selalu dinanti.


Sepanjang Margonda Dipadati Pembeli

Pantauan setiap Ramadan, aktivitas jual beli takjil di Margonda mulai ramai sejak pukul 16.00 WIB.

Baca Juga: Jualan Takjil Makin Mudah dan Modern, Begini Cara Bikin QRIS untuk Usaha Kamu

Mahasiswa, pekerja, hingga keluarga terlihat memadati lapak-lapak sederhana yang berjejer rapi.

Beberapa titik yang paling ramai berada di sekitar lampu merah Juanda, kawasan ITC Depok, hingga dekat Stasiun Pondok Cina.

Kemacetan ringan kerap terjadi menjelang magrib karena banyak warga yang berhenti untuk membeli takjil.


Ragam Takjil Favorit Warga Depok

Beragam pilihan takjil tersedia di sepanjang Margonda. Menu yang paling banyak diburu antara lain:

Baca Juga: Bansos Atensi YAPI 2026 Cair Lagi, Ini Penjelasan Lengkap Syarat, Nominal, dan Cara Daftarnya

  • Kolak pisang dan kolak ubi

  • Es buah dan es campur

  • Gorengan seperti bakwan, tahu isi, dan risoles

  • Martabak mini

  • Bubur sumsum

  • Es cincau dan es teh jumbo

Baca Juga: Jualan Takjil Makin Mudah dan Modern, Begini Cara Bikin QRIS untuk Usaha Kamu

Selain itu, tak sedikit pedagang yang menjual dessert box, puding literan, hingga minuman boba yang menyasar kalangan anak muda.

Perpaduan takjil tradisional dan modern membuat pilihan semakin beragam.


Dekat Kampus UI Jadi Incaran Mahasiswa

Keberadaan Universitas Indonesia (UI) membuat kawasan Depok, khususnya sekitar Margonda dan Pondok Cina, dipenuhi mahasiswa perantau.

Baca Juga: Sekolah Kedinasan 2026 Belum Dibuka, Ini Bocoran Syarat Umur, Tinggi Badan, hingga Kacamata

Saat Ramadan, lapak takjil murah menjadi solusi berbuka puasa yang praktis dan hemat bagi anak kos.

Dengan uang Rp10.000 hingga Rp20.000, mahasiswa sudah bisa mendapatkan kombinasi gorengan dan minuman segar untuk berbuka.

Beberapa pedagang bahkan menawarkan paket hemat berbuka yang semakin diminati.


Harga Relatif Terjangkau

Meski harga bahan pokok mengalami fluktuasi, mayoritas pedagang takjil di Depok tetap menjaga harga agar tetap ramah di kantong.

Baca Juga: Bansos Atensi YAPI 2026 Cair Lagi, Ini Penjelasan Lengkap Syarat, Nominal, dan Cara Daftarnya

Gorengan dijual mulai Rp1.000 hingga Rp2.000 per buah, sementara kolak dan es buah dibanderol mulai Rp5.000 per porsi.

Hal ini membuat pasar takjil tetap ramai meski kondisi ekonomi sedang menantang.


Suasana Ramadan yang Hangat

Lebih dari sekadar transaksi jual beli, berburu takjil di Depok menghadirkan suasana kebersamaan.

Warga saling antre dengan tertib, pedagang melayani dengan ramah, dan aroma makanan hangat menyatu dengan udara sore.

Baca Juga: Ramadhan di Bandung: Dari Gasibu Sampai Cihapit, Surga Takjil Ini Selalu Diserbu

Bagi sebagian orang, momen ini menjadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga sebelum berbuka.

Tradisi sederhana ini menjadi bagian dari identitas Ramadan di Depok.


Tips Berburu Takjil di Margonda

Agar lebih nyaman, berikut beberapa tips:

Datang sebelum pukul 17.00 WIB untuk menghindari kepadatan.

Baca Juga: Ramadhan di Bandung: Dari Gasibu Sampai Cihapit, Surga Takjil Ini Selalu Diserbu

Gunakan transportasi umum atau parkir di tempat aman.

Siapkan uang tunai secukupnya.

Beli sesuai kebutuhan agar tidak mubazir.

Baca Juga: Rekomendasi Jus Buah Terbaik Saat Sahur Puasa Ramadhan Agar Tubuh Tetap Terhidrasi

Ramadan di Depok menunjukkan bahwa tradisi berburu takjil tetap hidup dan berkembang.

Di tengah padatnya aktivitas kota penyangga Jakarta, suasana sore menjelang magrib di Margonda selalu menghadirkan cerita hangat yang dirindukan setiap tahunnya.***