POJOKSATU.id - Kebanyakan wanita yang mengalami menstruasi mengeluhkan gejala-gejala seperti nyeri haid.
Rasa sakit akibat nyeri haid ini biasanya tidak begitu menyiksa bagi beberapa wanita, sehingga masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa.
Namun, beberapa wanita lainnya merasakan nyeri haid yang tidak tertahankan sehingga tidak mampu melakukan aktivitas apa pun.
Rasa nyeri saat haid umumnya disebabkan oleh pelepasan berlebihan senyawa kimia yang berperan sebagai mediator nyeri.
Baca Juga: Manfaat Masker Madu Untuk Wajah sebagai Perawatan dengan Bahan Alami, Coba Sekarang!
Mediator ini merupakan zat aktif yang dapat menyebabkan rasa nyeri yang hebat.
Walaupun saat ini nyeri haid bisa dengan cepat diatasi melalui penggunaan obat seperti ibuprofen atau parasetamol.
Namun, penggunaan secara berkelanjutan bisa menyebabkan efek samping.
Ada penanganan nyeri haid yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan bahan alami, salah satunya mengonsumsi madu yang memiliki nutrisi beragam.
Mengonsumsi madu bisa mengurangi rasa nyeri haid saat menstruasi.
Madu merupakan material manis yang dihasilkan oleh lebah di dalam sarangnya dari pengumpulan nektar bunga dan sekret bagian-bagian tanaman.
Baca Juga: Waspada! Ini 5 Efek Samping Konsumsi Semangka Kuning untuk Kesehatan
Madu memiliki banyak kandungan, termasuk flavonoid. Kandungan flavonoid dalam madu memiliki kemampuan membersihkan radikal bebas, memiliki sifat antiinflamasi, serta menghambat enzim oksidatif, sehingga dapat mengurangi nyeri menstruasi.
Flavonoid yang terkandung dalam madu juga dapat mengendalikan kontraksi otot polos pada rahim, yang pada akhirnya membantu mengurangi nyeri selama menstruasi.
Mengonsumsi dua sendok makan madu setiap hari selama periode lima hari mulai dari dua hari sebelum menstruasi hingga hari ketiga menstruasi, dapat menurunkan intensitas nyeri dan grade dismenore.
Dismenore merupakan rasa nyeri perut bagian bawah yang umumnya terjadi di awal menstruasi pada wanita.
Gejala dismenore yang sering dialami seperti kram dan seringkali disertai mual juga pusing, bahkan bisa menyebabkan pingsan.
Baca Juga: Waspada! Inilah 5 Efek Samping Konsumsi Soda Tiap Hari, Salah Satunya Merusak Tren Body Goals
Dismenore dibagi menjadi dua jenis, yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder. Dismenore primer adalah nyeri haid yang tidak terkait dengan masalah pada organ panggul.
Sementara dismenore sekunder adalah nyeri haid yang terjadi bersamaan dengan kelainan atau penyakit pada organ panggul.
Selain itu, mengonsumsi madu juga dapat mengurangi gangguan nyeri haid secara signifikan terhadap aktivitas secara umum.
Baca Juga: Rahasia Terungkap! Tubuh Akan Mengalami Hal Ini Jika Rutin Konsumsi Minuman Soda Setiap Hari
Seperti, suasana hati, kemampuan untuk beraktivitas, kinerja pekerjaan, serta hubungan sosial dengan orang lain.
Pengurangan tingkat nyeri saat mengonsumsi madu akan mengurangi dampak gangguan yang dirasakan.
Terutama di kalangan remaja, di mana nyeri haid sering dialami dan hal ini dapat mengakibatkan kesulitan untuk hadir sekolah dan belajar karena rasa nyeri tersebut mungkin terjadi setiap bulan, sehingga berpotensi mempengaruhi penurunan kualitas belajar.***



