POJOKSATU.id — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) kembali membuka peluang karier bagi lulusan Sarjana (S1) dan Magister (S2) yang ingin berkontribusi dalam pembangunan sektor kesehatan nasional.

Kali ini, Kemenkes menghadirkan kesempatan bergabung dalam proyek kerja sama internasional yang difokuskan pada penguatan sistem kesehatan publik di Indonesia.

Melalui dua program besar, yakni Strengthening of Primary Health Care in Indonesia Project (SOPHI) dan Indonesia Public Laboratory System Strengthening (InPULS) Project, pemerintah berupaya memperkuat layanan kesehatan primer dan sistem laboratorium publik di seluruh tanah air.

Baca Juga: DAFTAR 37 Daerah yang Sudah Menerima TPG Triwulan 3 Per Tanggal 27 Oktober 2025!

Program ini mendapat dukungan dari sejumlah lembaga internasional ternama seperti Asian Development Bank (ADB), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta The World Bank.

Dalam proses rekrutmen ini, Kemenkes membuka empat posisi penting, yaitu Finance Coordinator dan Planning Coordinator untuk proyek SOPHI, serta Planning Coordinator dan Procurement Assistant untuk proyek InPULS.

Untuk posisi Finance Coordinator – SOPHI, pelamar harus memiliki pendidikan minimal Magister (S2) di bidang Ekonomi, Akuntansi, Manajemen, atau bidang lain yang relevan.

Pengalaman kerja minimal tiga tahun di bidang keuangan atau perencanaan menjadi syarat utama. Kandidat dengan pengalaman mengelola hibah atau pinjaman internasional, khususnya di sektor kesehatan, akan mendapat prioritas.

Kemampuan komunikasi dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, serta penguasaan Microsoft Office juga menjadi nilai penting. Sertifikasi di bidang keuangan akan menjadi nilai tambah.

Sementara itu, posisi Planning Coordinator – SOPHI terbuka bagi pelamar dengan pendidikan minimal Magister (S2) di bidang apa pun, asalkan salah satu jenjang pendidikan (S1 atau S2) berasal dari bidang kesehatan, biologi, atau bioteknologi.

Baca Juga: Kumpulan 20 Soal PPKn Kelas 8 MTs Beserta Kunci Jawaban Lengkap

Diperlukan pengalaman minimal tiga tahun di bidang keuangan dan/atau perencanaan, serta pengalaman mengelola hibah atau pinjaman internasional di sektor kesehatan.

Pengalaman dalam penyusunan dokumen kesiapan proyek pinjaman luar negeri dan kerja sama dengan instansi pemerintah atau lembaga internasional juga menjadi pertimbangan utama.

Adapun untuk Planning Coordinator – InPULS, posisi ini ditujukan bagi kandidat dengan latar belakang pendidikan minimal Magister (S2) di bidang Kesehatan Masyarakat, Spesialis Kedokteran, atau Doktor (PhD) dengan salah satu gelar di bidang kesehatan.

Baca Juga: INFO Penting! CEK Alur Penyaluran Dana TPG Triwulan 3 hingga Bisa Masuk ke Rekening Guru Penerima

Pengalaman minimal tiga tahun di bidang keuangan dan/atau perencanaan dibutuhkan, terutama bagi mereka yang pernah terlibat dalam pengelolaan hibah internasional di sektor kesehatan.

Keahlian dalam penyusunan dokumen proyek dan pemahaman tentang sistem laboratorium publik menjadi poin keunggulan.

Sedangkan posisi Procurement Assistant – InPULS terbuka untuk lulusan minimal Sarjana (S1) di bidang apa pun, meski pelamar berlatar belakang hukum akan lebih diutamakan.

Pengalaman minimal satu tahun di bidang pengadaan barang dan jasa menjadi syarat wajib. Kandidat dengan pengalaman bekerja dalam proyek hibah atau pinjaman luar negeri, khususnya di sektor kesehatan dan infrastruktur laboratorium, akan mendapatkan nilai lebih.

Penguasaan Microsoft Office, kemampuan komunikasi dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, serta sertifikasi pengadaan baik nasional maupun internasional akan menjadi nilai tambah yang signifikan.

Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring hingga Jumat (31/10/2025) pukul 23.59 WIB melalui laman resmi s.kemkes.go.id/RecruitmentPMUSOPHI-InPULS.

Kesempatan ini menjadi langkah menarik bagi para profesional muda yang ingin berkiprah di sektor kesehatan, sekaligus memperoleh pengalaman bekerja di lingkungan proyek internasional yang berdampak luas bagi masyarakat.***