POJOKSATU.id - Luka bakar bisa datang tanpa aba-aba.
Saat sedang memasak, memegang peralatan panas, melakukan aktivitas barbekyu, hingga bekerja di dekat api, sedikit saja lengah kulit bisa terkena panas.
Meski terlihat sederhana, luka bakar tidak semuanya memiliki tingkat keparahan yang sama.
Ada yang hanya membuat kulit merah dan terasa perih, tetapi ada pula yang dapat merusak jaringan kulit hingga bagian tubuh yang lebih dalam.
Karena itu, mengenali kondisi luka menjadi langkah awal yang penting sebelum menentukan penanganannya.
Luka bakar tingkat pertama merupakan jenis yang paling ringan.
Kerusakannya hanya mengenai epidermis atau lapisan kulit paling luar.
Biasanya kulit tampak merah, sedikit bengkak, terasa nyeri dan kering, tetapi tidak mengalami lepuhan.
Kulit terbakar matahari menjadi salah satu contoh yang umum.
Berbeda dengan itu, luka bakar tingkat kedua sudah mengenai epidermis dan sebagian dermis.
Baca Juga: 50 Kampus Paling Berkelanjutan di Indonesia Versi UI GreenMetric 2026, Ada UGM hingga IPB
Ciri yang mudah dikenali adalah kulit tampak merah, bengkak, nyeri dan dapat muncul lepuhan.
Sementara itu, luka bakar tingkat ketiga jauh lebih serius.
Kerusakan tidak hanya mengenai epidermis dan dermis, tetapi bisa mencapai jaringan di bawah kulit, termasuk otot, tendon bahkan tulang.
Area yang mengalami luka bakar tingkat tiga dapat terlihat putih atau hangus.
Menariknya, bagian tersebut justru bisa tidak terasa sakit karena ujung saraf di area yang rusak telah hancur.
Baca Juga: Jadwal MCU Petugas Haji 2027 PPIH Kloter dan Arab Saudi, Kapan? Ini Bagian yang Akan Diperiksa
Nah, ketika luka bakar terjadi, keselamatan harus menjadi prioritas pertama.
Jauhkan korban dari sumber panas dan pastikan api, peralatan listrik, air panas atau sumber bahaya lainnya sudah diamankan sebelum memberikan pertolongan.
Untuk luka bakar akibat panas atau air panas, area yang terkena dapat didinginkan menggunakan air mengalir selama setidaknya 10 menit atau sampai rasa sakit berkurang.
Hindari menggunakan es secara langsung karena justru dapat memperburuk kerusakan jaringan.
Setelah itu, area luka perlu ditangani secara lembut.
Baca Juga: Hasil Tes Potensi Dasar PCPM BI 2026 Angkatan 41 Sudah Diumumkan, Cek Link dan Cara Melihatnya
Pada luka bakar ringan, kebersihan luka penting untuk membantu mencegah infeksi. Jangan mengoleskan minyak atau mentega ke kulit yang terbakar.
Jangan pula menarik pakaian atau benda lain yang sudah menempel pada kulit karena tindakan tersebut berisiko menyebabkan kerusakan tambahan.
Jika luka sudah mendapatkan penanganan awal, area tersebut dapat dilindungi menggunakan kain kasa longgar agar tidak mudah terkena gesekan atau kotoran.
Pertolongan medis diperlukan jika luka bakar cukup luas, terjadi pada wajah atau bagian tubuh yang sensitif, dialami anak-anak, atau muncul tanda yang mengarah pada infeksi.
Baca Juga: Predikat AA SAKIP 2026, UPI Bandung Raih Nilai Tertinggi, Ini Cara Penilaian dan Daftarnya
Tanda tersebut antara lain kemerahan, rasa panas, bengkak, nyeri, gatal atau sensasi terbakar yang kembali muncul setelah penanganan awal.
Untuk luka bakar tingkat ketiga, jangan mencoba mengobatinya sendiri. Kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.
Sementara itu, pencegahan tetap menjadi cara paling sederhana untuk mengurangi risiko luka bakar di rumah, terutama di dapur.
Saat memasak, usahakan tetap berada di dekat kompor dan jangan meninggalkan masakan tanpa pengawasan.
Gunakan sarung tangan oven ketika mengambil makanan dari oven yang panas.
Baca Juga: PGA IPB Scholarship 2026 Resmi Dibuka, Cek Benefit, Syarat dan Link Pendaftaran
Pegangan panci dan wajan juga sebaiknya diarahkan ke bagian belakang atau tengah kompor agar tidak mudah tersenggol.
Barang seperti handuk dapur, kantong plastik dan pakaian berlengan panjang perlu dijauhkan dari permukaan panas.
Hindari memasak sambil menggendong anak atau hewan peliharaan.
Anak-anak dan hewan peliharaan juga sebaiknya dijauhkan dari bagian depan kompor maupun oven.
Anak-anak perlu mendapat perhatian ekstra karena kulit mereka lebih tipis dibandingkan orang dewasa.
Paparan cairan panas yang sama dapat menyebabkan luka bakar yang lebih serius pada anak.**




