POJOKSATU.id - Liburan sekolah yang bertepatan dengan momen Tahun Baru kerap dianggap sekadar jeda dari rutinitas.
Anak libur dari sekolah, orang tua sedikit longgar dari agenda harian. Namun sesungguhnya, periode ini menyimpan peluang besar yang kerap luput disadari: membangun kembali kedekatan emosional antara orang tua dan anak.
Di hari-hari biasa, waktu keluarga sering terpotong jadwal kerja, tugas sekolah, hingga layar gawai. Saat liburan tiba, ritme hidup melambat. Ruang untuk hadir secara utuh pun terbuka lebar.
Baca Juga: Libur Akhir Semester 2025 2026, Kemendikdasmen Ajak Murid Isi Waktu dengan Aktivitas Positif
Banyak penelitian terbaru menegaskan bahwa kualitas interaksi orang tua dan anak berpengaruh langsung pada kesehatan mental, rasa aman, serta kebahagiaan anak dalam jangka panjang.
Menariknya, kedekatan itu tidak lahir dari aktivitas besar atau rencana mahal. Justru momen sederhana yang dilakukan konsisten jauh lebih bermakna.
Liburan sekolah menjadi waktu yang tepat untuk membangun ulang kebiasaan kecil yang sering terabaikan sepanjang tahun.
Baca Juga: Anggaran MBG Rp15 Ribu Dipertanyakan, Emak-Emak Ungkap Isi Makanan Anak Bikin Publik Geram
Tips membangun kedekatan orang tua dan anak selama liburan sekolah dan Tahun Baru
- Mulai dari ritual harian yang sederhana
Ritual kecil seperti sarapan bersama tanpa gawai, membaca buku sebelum tidur, atau berbincang santai setiap sore memberi anak rasa aman. Konsistensi jauh lebih penting dibanding durasi yang panjang.
- Libatkan anak dalam memilih kegiatan
Ajak anak menentukan satu atau dua aktivitas yang ingin dilakukan selama liburan. Keterlibatan ini membuat anak merasa dihargai dan lebih antusias menjalani kebersamaan, bukan merasa sedang “diatur”.
- Kurangi layar secara bertahap, bukan melarang total
Liburan sering membuat waktu layar anak meningkat. Orang tua bisa menyiasatinya dengan menawarkan kegiatan alternatif yang menarik, seperti memasak bersama, permainan papan, atau proyek kerajinan sederhana.
- Ciptakan aktivitas belajar tanpa tekanan
Belajar tak harus berhenti saat libur. Ajak anak melakukan eksperimen kecil di rumah, menulis jurnal liburan, atau membaca lalu berdiskusi. Aktivitas ringan ini membantu anak tetap terstimulasi tanpa beban akademik.
- Sediakan waktu ngobrol dari hati ke hati
Gunakan momen santai untuk mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi. Obrolan ringan sering membuka ruang bagi anak mengekspresikan perasaan yang selama ini terpendam.
- Jadikan Tahun Baru sebagai momen refleksi bersama
Ajak anak mengingat hal-hal menyenangkan selama setahun terakhir dan menyusun harapan sederhana untuk tahun depan. Cara ini membantu anak belajar refleksi diri dan membangun optimisme.
Jaga kondisi emosional orang tua
Kedekatan tidak akan terbangun jika orang tua kelelahan secara emosional. Liburan juga menjadi waktu untuk menata ulang ekspektasi, berbagi peran dengan pasangan, dan memberi ruang istirahat bagi diri sendiri.
Baca Juga: Liburan Akhir Tahun, Masuk Jalan Tol atau Lewat Jalur Alternatif, Ternyata Ini yang Lebih Efektif
Liburan sekolah juga sering diiringi meningkatnya penggunaan gawai. Data terbaru menunjukkan durasi layar anak melonjak signifikan saat libur panjang.
Karena itu, kehadiran orang tua sebagai pendamping aktivitas offline menjadi semakin penting agar anak tetap mendapatkan pengalaman sosial dan emosional yang seimbang.
Momen kebersamaan bisa dikemas sangat sederhana. Memasak menu favorit bersama, berjalan sore di sekitar rumah sambil bercerita, membuat kolase foto keluarga, atau sekadar duduk berdampingan sambil menggambar.
Baca Juga: Akulaku Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera Bersama BAZNAS RI
Aktivitas-aktivitas kecil ini kerap menjadi kenangan yang paling melekat dalam ingatan anak.
Liburan dan Tahun Baru sejatinya bukan tentang seberapa jauh keluarga bepergian, melainkan seberapa dekat hubungan yang terbangun. ***




