POJOKSATU.id — Pemerintah Jepang menggulirkan kebijakan bantuan untuk sektor pariwisata di Pulau Kyushu sebagai langkah pemulihan setelah wilayah tersebut diguncang gempa bermagnitudo 7,1.

Melalui program tersebut, wisatawan bisa mendapatkan potongan biaya perjalanan maupun penginapan yang tersebar di tujuh prefektur di Kyushu.

Insentif ini diberikan untuk mendukung kembali industri pariwisata yang terdampak penurunan wisatawan dan tingginya angka pembatalan reservasi pascagempa.

Khusus perjalanan menuju Kumamoto dan Nagasaki, pemesanan dengan tarif bersubsidi sudah dapat dilakukan sejak Selasa, 15 September 2026.

Baca Juga: Buruan Daftar! Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo Kemnaker 2026 Resmi Dibuka

Adapun lima prefektur lain akan membuka pemesanan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan masing-masing wilayah.

Nilai potongan yang diterima wisatawan bergantung pada prefektur tujuan.

Kumamoto dan Kagoshima memperoleh skema diskon paling tinggi, yakni hingga 60 persen, menyusul besarnya pembatalan pemesanan hotel di kedua daerah tersebut setelah gempa.

Untuk wilayah Kyushu lainnya, pemerintah menetapkan besaran potongan hingga 50 persen dari biaya perjalanan yang memenuhi ketentuan program.

Baca Juga: Negara di Asia yang Pernah Dijajah Jepang dan Merdeka pada Bulan Agustus

Batas bantuan untuk wisata dengan satu malam menginap ditetapkan maksimal 20.000 yen per orang atau sekitar Rp2,2 juta.

Sementara bagi wisatawan yang mengambil perjalanan dengan durasi menginap minimal dua malam, nilai subsidi dapat mencapai 30.000 yen atau sekitar Rp3,4 juta untuk setiap orang.

Ada pula skema dengan nilai bantuan tertinggi bagi perjalanan yang mencakup akomodasi di dua prefektur atau lebih.

Dalam kategori tersebut, subsidi maksimal mencapai 35.000 yen atau sekitar Rp3,9 juta per orang.

Adapun periode perjalanan yang masuk dalam program subsidi di sejumlah wilayah ditetapkan mulai 1 Oktober sampai 25 Desember 2026.

Saga, Nagasaki, Kumamoto, dan Oita telah menetapkan periode tersebut sebagai masa berlakunya program.

Saga menjadi salah satu daerah yang lebih dahulu membuka pemesanan, yakni sejak 24 September.

Oita dan Miyazaki dijadwalkan menyusul dengan membuka pemesanan pada penghujung September.

Baca Juga: Pendaftaran Program Pertukaran Guru ASEAN-Jepang 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Kesempatan Emas bagi Guru SMP dan SMA

Sementara Fukuoka mempersiapkan peluncuran program serupa pada Oktober.

Kagoshima juga tengah menyiapkan pelaksanaan program subsidi pada pertengahan Oktober.

Waktu tersebut dipilih setelah program bantuan pariwisata yang sebelumnya dijalankan secara mandiri di prefektur tersebut berakhir pada 13 Oktober.

Kebijakan subsidi ini sekaligus menjadi bagian dari respons pemerintah Jepang terhadap kerugian ekonomi yang muncul akibat gempa pada 28 Juli 2026.

Sektor pariwisata Kumamoto dan daerah di sekitarnya menjadi salah satu yang merasakan dampak cukup besar.

Hingga 21 Agustus, nilai pembatalan reservasi hotel di Kumamoto dilaporkan telah mencapai sekitar 2,7 miliar yen.

Baca Juga: Beasiswa Kedokteran Full ke Jepang Dibuka, Dapat Dana hingga Rp3 Miliar dan Uang Saku Bulanan

Sementara di Kagoshima, kerugian akibat pembatalan pemesanan hotel tercatat sekitar 2,3 miliar yen hingga akhir Agustus.

Upaya pemulihan tidak hanya dilakukan melalui pemberian insentif perjalanan.

Sejumlah destinasi wisata yang sebelumnya ditutup akibat gempa juga mulai kembali menerima pengunjung.

Salah satunya adalah Kastil Kumamoto yang kembali dibuka pada Kamis, 13 Agustus 2026, setelah sempat ditutup akibat gempa yang mengguncang wilayah barat daya Jepang.

Pemerintah Kota Kumamoto memastikan jalur yang digunakan wisatawan serta area bagian dalam menara utama telah melalui pemeriksaan dan dinyatakan aman untuk kembali diakses.

Kembalinya aktivitas wisata di Kastil Kumamoto menjadi salah satu bagian dari proses pemulihan sektor pariwisata karena bangunan tersebut merupakan destinasi bersejarah yang memiliki nilai penting bagi kawasan tersebut.

Kastil Kumamoto didirikan oleh daimyo Kato Kiyomasa dan proses pembangunannya rampung pada 1607.

Baca Juga: Dosen Undana Raih Hibah Jepang Rp44 Juta, Teliti Kontaminasi Mikroplastik di Kawasan Marikultur Kupang

Selama kurang lebih 400 tahun, kastil tersebut menjadi saksi berbagai peristiwa dalam perjalanan sejarah Jepang.

Statusnya sebagai salah satu warisan sejarah penting semakin diperkuat setelah Kastil Kumamoto ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Khusus Nasional pada 1955.

Bangunan tersebut juga memiliki pengalaman menghadapi bencana gempa sebelumnya.

Gempa Kumamoto yang terjadi pada 2016 menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian kastil, termasuk menara dan struktur dinding batu.

Dalam proses pemulihan setelah bencana tersebut, menara utama menjadi salah satu bagian yang diprioritaskan untuk direkonstruksi karena memiliki nilai simbolis bagi pemulihan wilayah Kumamoto.

Baca Juga: Karhutla Kalimantan Makin Jadi Perhatian, Jepang Siapkan 3 Helikopter CH-47 untuk Indonesia

Pekerjaan rekonstruksi menara utama kemudian dinyatakan selesai pada Maret 2021.

Namun, pemulihan pada sejumlah bagian lain yang terdampak gempa 2016 masih berjalan ketika gempa kembali melanda kawasan tersebut pada Juli 2026.

Melalui subsidi perjalanan serta kembali beroperasinya berbagai destinasi wisata, Jepang berupaya memulihkan arus kunjungan ke Kyushu sekaligus membantu pelaku industri pariwisata yang menghadapi dampak pembatalan perjalanan setelah bencana.***