POJOKSATU.ID, MEDAN - Kue Bakul atau Kue Keranjang menjadi salah satu makanan khas yang wajib hadir pada perayaan Tahun Baru Imlek.
Kue Bakul tidak hanya digunakan sebagai makanan khas, tetapi juga digunakan dalam ritual sembahyang leluhur.
Bagi masyarakat Tionghoa, Kue Bakul yang dibagikan kepada tamu merupakan simbol keberuntungan dan nasib baik.
Maka dari itu, Kue Bakul selalu laris manis di pasaran khusunya saat Tahun Baru Imlek.
Salah satu toko yang menjadi incaran warga Kota Medan membeli Kue Bakul adalah Toko Kue Phin Phin.
Toko Kue Phin Phin terletak di Jalan Dewa Ruci Medan. Toko ini dikenal sebagai penyedia kue Bakul setiap tahun dengan proses pembuatan yang masih mempertahankan tradisi.
Baca Juga: Tips Jitu Hindari Bahaya Aquaplaning Saat Berkendara Motor di Tengah Hujan
Menurut pemilik Toko Kue Phin Phin, Jhony Halim tahun 2025, penjualan Kue Bakul tahun ini mengalami lonjakan yang signifikan, meningkat 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Setiap harinya kami mampu memproduksi sebanyak 35 kilogram tepung yang bisa menghasilkan sekitar 200 kue bakul. Harga bervariasi mulai dari Rp20.000 hingga Rp95.000 tergantung ukuran," ungkap Jhony, Senin (27/1/2025).
Dijelaskannya jika pembuatan Kue Bakul dimulai sekitar dua minggu sebelum Imlek dan akan tersedia hingga hari H selama kurang lebih 20 hari.
Setiap hari, kue-kue ini diproduksi selama 12 jam untuk memastikan kesegaran produk yang dipajang di toko.
"Setiap harinya kami masak kue bakul dan menjualnya dalam keadaan fresh. Setelah dimasak, kami tata di toko," jelasnya.
Penjualan Kue Bakul di Toko Phin Phin biasanya akan ramai sekitar enam hari sebelum Imlek, namun mereka tetap menyediakan kue ini hingga hari H.
Baca Juga: Ramai Beredar Tentang Kebijakan Baru PPDB Tahun 2025, Berikut Pernyataan Lengkap Kemendikdasmen
Rahasia dari pembuatan kue Bakul konservatif terletak pada resep turun temurun yang memastikan kualitas bahan tetap terjaga dan original.
"Kualitas bahan dari gula dan tepung pulut kami olah sendiri dengan campuran gula berkualitas premium menggunakan proses pemasakan tradisional," terangnya.
Toko Phin Phin juga mengembangkan jangkauan pasar dengan mendistribusikan kue Bakul hingga ke luar kota seperti Jakarta, Surabaya, Bali, dan Aceh melalui pemesanan online.
"Untuk penjualan langsung hanya ada di toko kami, tapi kami juga memasarkannya hingga ke luar daerah," tutup Jhony.
Dengan meningkatnya permintaan dan pelestarian tradisi, Kue Bakul dari Toko Phin Phin semakin menjadi primadona di perayaan Tahun Baru Imlek di Medan. ***




