POJOKSATU.id - Musim mudik Lebaran 2026 segera berlangsung. Selain memastikan mesin dalam kondisi prima, ada satu komponen pendukung keselamatan yang sering luput dari perhatian, yakni lampu depan atau headlamp.

Padahal, sistem pencahayaan pada mobil memiliki peran vital. Fungsinya bukan hanya sebagai penerangan saat malam hari, tetapi juga saat hujan deras, kabut, atau cuaca kurang bersahabat yang kerap terjadi di musim mudik.

Lampu depan bahkan menjadi sarana komunikasi antar pengguna jalan, misalnya lewat kode lampu jauh atau sein yang memberi isyarat tertentu.

Baca Juga: Polres Karawang Usut Kasus Kekerasan Anak yang Viral di Tempuran

Sayangnya, dari sisi perawatan, komponen ini kerap terabaikan.

Kusam dan Menguning, Cahaya Tak Lagi Optimal
Kepala Bengkel resmi Astra Peugeot Surabaya, Mohan Kurniawan, menjelaskan bahwa ketika permukaan lampu mulai menguning atau buram, intensitas cahaya otomatis berkurang dan sorotannya tidak lagi fokus.

“Kondisi lampu depan yang kusam dan berjamur umumnya disebabkan minimnya perawatan. Jika dibiarkan, pencahayaan akan semakin menurun dan mengganggu keselamatan berkendara,” katanya.

Baca Juga: BoP Terancam Gagal Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Prabowo Siap Evaluasi Keanggotaan Indonesia

Penurunan kualitas cahaya ini tentu berdampak langsung pada jarak pandang pengemudi, terutama saat hujan atau berkendara malam hari.

Risiko kecelakaan pun meningkat karena pengemudi tidak bisa melihat kondisi jalan secara maksimal.

Hal senada disampaikan Ibnu Fajar dari Fajar Motor, yang kerap menangani kendaraan asal Korea. Ia menilai banyak pemilik mobil mengira mencuci kendaraan sudah cukup menjaga kebersihan lampu.

Baca Juga: Tisha Beauty Sabet Winner TikTok Award 2026, Strategi Online dan Affiliate Dongkrak Penjualan UMKM Lokal

"Banyak orang menganggap proses pencucian mobil sudah cukup untuk menjaga kebersihannya. Padahal, sisa air yang tidak dikeringkan dengan baik justru dapat memicu kelembaban, menimbulkan embun, hingga mempercepat munculnya jamur dan kondisi kusam pada mika lampu," ujarnya.

“Jika dibiarkan, pencahayaan akan semakin menurun dan mengganggu keselamatan berkendara,” lanjutnya.

Perawatan Sederhana, Bisa Dilakukan Sendiri
Sebenarnya, perawatan lampu depan tidaklah rumit. Langkah dasar yang bisa dilakukan sendiri adalah membersihkan secara rutin dan mengeringkannya menggunakan kain microfiber agar tidak menyisakan air.

Baca Juga: Terkait Penutupan Wilayah Udara di Sejumlah di Timur Tengah, Pemerintah Didesak Lindungi Keselamatan 58 Ribu Jemaah Umrah Indonesia

Namun perawatan tak berhenti di situ. Pemilik kendaraan juga disarankan untuk:
1. Memeriksa kondisi bohlam dan jaringan kelistrikan.

2. Memastikan tidak ada retakan pada mika yang memungkinkan air masuk.

3. Melakukan poles lampu (headlamp polish) secara berkala untuk menjaga kejernihan.

"Pemilik kendaraan juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan kondisi bohlam dan jaringan kelistrikan, memastikan tidak ada retakan yang memicu masuknya air, melakukan poles secara berkala untuk menjaga kejernihan mika, beberapa bengkel punya alat untuk uap mika juga yang bisa membantu menjaga kondisi agar tetap jernih," pungkasnya.

Baca Juga: Masjid Agung Palembang, Jejak Kejayaan Islam di Bumi Sriwijaya

Jika kondisi lampu sudah terlanjur buram atau menguning parah, penanganan profesional di bengkel resmi menjadi opsi yang lebih efektif.

Beberapa diler resmi bahkan menyediakan layanan poles dan pelapisan pelindung atau coating untuk menjaga kejernihan lebih lama.

Mudik adalah perjalanan penuh harapan untuk bertemu keluarga. Tapi keselamatan tetap nomor satu. Jangan sampai lampu depan yang kusam membuat jarak pandang berkurang dan perjalanan jadi tak nyaman.***