POJOKSATU.id - Menjelang Hari Raya Iduladha, banyak muslim mulai mempertimbangkan hewan terbaik untuk kurban. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: lebih baik kurban satu ekor kambing sendiri atau ikut patungan satu per tujuh sapi?

Sekilas, keduanya sama-sama sah dalam syariat Islam. Namun bila ditelaah lebih jauh, ada sejumlah perbedaan dari sisi hukum, keutamaan, manfaat, hingga nilai ibadahnya.

Karena itu, sebelum menentukan pilihan, penting memahami terlebih dahulu bagaimana Islam memandang kurban kambing dan sapi.

Baca Juga: Momentum 45 Tahun, BINUS @Medan Perkuat Kolaborasi Industri demi Masa Depan Mahasiswa

Perbedaan Kurban Kambing dan Sapi
Dalam syariat Islam, satu ekor kambing atau domba hanya diperuntukkan bagi satu orang. Sementara satu ekor sapi dapat digunakan untuk tujuh orang secara patungan.

Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah Saw:

“Kami berqurban bersama Nabi Saw di Hudaibiyah, satu unta untuk tujuh orang, satu sapi untuk tujuh orang.” (HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi)

Baca Juga: Aturan Tegas Kemensos untuk Pengadaan Logistik Sekolah Rakyat Wajib Lewat E-Katalog!

Artinya, seseorang yang belum mampu membeli sapi sendiri tetap diperbolehkan ikut berkurban melalui sistem patungan.

Meski begitu, satu ekor kambing tetap dianggap sebagai kurban penuh atas nama satu orang. Bahkan pahalanya dapat diniatkan untuk satu keluarga.

“Pada masa Rasulullah Saw ada seseorang menyembelih seekor kambing sebagai kurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR Tirmidzi)

Keutamaan Kurban Kambing

Baca Juga: Kemensos Lakukan Pembenahan Total Tata Kelola Anggaran Sekolah Rakyat!

Kurban kambing memiliki keutamaan tersendiri karena menjadi salah satu hewan kurban yang sering dicontohkan Rasulullah Saw.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berqurban dengan dua kibas putih bertanduk...” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa kambing yang dipilih Rasulullah Saw adalah hewan yang gemuk dan berkualitas baik. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas hewan kurban juga sangat diperhatikan.

Baca Juga: Cara UMKM Bertahan Saat Ekonomi Lesu, Pelaku Usaha Wajib Tahu agar Tidak Gulung Tikar

Sebagian ulama menilai, dari sisi kualitas ibadah personal, satu kambing lebih utama dibandingkan patungan sapi. Sebab penyembelihan dilakukan penuh atas nama satu orang.

Pertumpahan Darah dalam Ibadah Kurban
Dalam pembahasan fikih kurban, ada istilah tentang nilai “pertumpahan darah” dalam ibadah kurban.

Sebagian ulama menjelaskan bahwa semakin banyak hewan yang disembelih, semakin besar pula nilai ibadah dari sisi penumpahan darahnya.

Baca Juga: Bukan Soal Gengsi, Ini Spesifikasi Kambing Kurban Pilihan Rasulullah SAW, Ternyata Punya Ciri Khusus

Karena itu, tujuh kambing dinilai lebih utama dibanding satu sapi yang digunakan untuk tujuh orang. Sebab tujuh kambing berarti ada tujuh hewan yang disembelih.

Namun, bila perbandingannya adalah satu kambing dengan satu per tujuh sapi, maka banyak ulama memandang satu kambing lebih utama dari sisi ibadah personal karena kurban dilakukan secara utuh oleh satu orang.

Meski demikian, bukan berarti patungan sapi lebih rendah nilainya. Sebab dalam Islam, kurban sapi tetap memiliki keutamaan besar, terutama dari sisi manfaat sosial dan jumlah daging yang dibagikan.

Baca Juga: Ide Nama Brand UMKM yang Mudah Viral, Unik dan Bikin Pelanggan Mudah Ingat

Keutamaan Patungan 1/7 Sapi
Patungan sapi menjadi pilihan yang banyak diambil masyarakat karena lebih ringan secara biaya.

Selain itu, sapi menghasilkan daging lebih banyak sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar.

Bagi sebagian orang, patungan sapi juga menjadi solusi agar tetap bisa menjalankan ibadah kurban meski kondisi ekonomi terbatas.

Baca Juga: Beasiswa S2-S3 di Australia Dibuka, University of Melbourne Tawarkan Kuliah Gratis dan Tunjangan Rp497 Juta per Tahun

Dalam Islam, hal ini tetap sah dan dibolehkan selama jumlah peserta maksimal tujuh orang dan semuanya berniat kurban.

Ketakwaan Lebih Penting daripada Jenis Hewan
Meski sering diperdebatkan mana yang lebih utama, Islam sebenarnya menempatkan ketakwaan sebagai nilai tertinggi dalam ibadah kurban.

Allah Swt berfirman:

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al-Hajj: 37)

Baca Juga: Beasiswa S2-S3 di Australia Dibuka, University of Melbourne Tawarkan Kuliah Gratis dan Tunjangan Rp497 Juta per Tahun

Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak menilai ibadah kurban hanya dari besar kecilnya hewan atau mahal murahnya harga kurban.

Yang paling penting adalah niat tulus, keikhlasan, dan kesungguhan seseorang dalam mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Kapan Sebaiknya Memilih Kambing?
Kurban kambing cocok dipilih bila:

Ingin berkurban penuh atas nama sendiri

Memiliki kemampuan finansial yang cukup

Baca Juga: Bupati Bandung Warning Pungli SPMB 2026: Titip-Titipan Bisa Berurusan dengan Polisi

Ingin mengikuti sunnah Rasulullah Saw secara langsung

Mengutamakan kualitas ibadah personal

Kapan Sebaiknya Memilih Patungan Sapi?
Sementara patungan sapi cocok dipilih bila:

Dana terbatas tetapi tetap ingin berkurban

Ingin berbagi biaya bersama keluarga atau teman

Baca Juga: Rating Drakor The Legend of Kitchen Soldier Tembus 6 Persen, Begini Sinopsis Drama Park Jihoon

Mengutamakan manfaat sosial yang lebih luas

Ingin distribusi daging lebih banyak

Pada akhirnya, baik kambing maupun sapi sama-sama memiliki keutamaan masing-masing. Tidak ada pilihan yang mutlak paling baik untuk semua orang.

Jika mampu berkurban satu kambing sendiri, maka itu baik. Jika baru mampu ikut patungan satu per tujuh sapi, itu pun tetap berpahala dan sah menurut syariat.

Sebab yang paling penting dalam ibadah kurban bukan sekadar ukuran hewan atau jumlah dagingnya, melainkan ketakwaan dan keikhlasan hati saat menjalankannya. ***