POJOKSATU.id — Tinggal di negara tropis seperti Indonesia membuat kulit lebih sering terpapar sinar matahari dengan intensitas tinggi hampir sepanjang tahun.

Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat memicu berbagai masalah kulit.

Mulai dari kulit kusam, munculnya flek hitam, penuaan dini, hingga meningkatkan risiko kanker kulit.

Baca Juga: Rahasia Nasi Tetap Pulen dan Tahan Lama, Simak Cara Menyimpannya

Oleh karena itu, penggunaan sunscreen atau tabir surya menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan kulit sehari-hari.

Meski demikian, memilih sunscreen yang tepat untuk iklim tropis tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar perlindungan yang diberikan lebih optimal sekaligus tetap nyaman digunakan dalam cuaca yang panas dan lembap.

Baca Juga: Menguak Misteri Kepunahan Dinosaurus, Benarkah Karena Asteroid Raksasa?

Untuk penggunaan sehari-hari, masyarakat yang tinggal di daerah tropis disarankan memilih sunscreen dengan Sun Protection Factor (SPF) minimal 30.

Tingkat perlindungan tersebut mampu menyaring sekitar 97 persen sinar UVB yang menjadi penyebab kulit terbakar.

Sementara itu, bagi mereka yang lebih banyak beraktivitas di luar ruangan atau sering terpapar terik matahari dalam waktu lama, penggunaan sunscreen dengan SPF 50 dapat menjadi pilihan yang lebih ideal.

Baca Juga: Kenapa Hasil Foto di Indonesia Berbeda dengan di Luar Negeri? Ini Penjelasan yang Sering Bikin Kaget

Selain memperhatikan kadar SPF, penting juga memastikan produk yang digunakan memiliki label "broad spectrum".

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa sunscreen mampu memberikan perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB.

Sinar UVA diketahui berperan dalam mempercepat proses penuaan kulit, sedangkan sinar UVB lebih banyak menyebabkan kulit terbakar.

Perlindungan terhadap kedua jenis sinar tersebut sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tropis.

Pemilihan sunscreen juga sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit masing-masing.

Baca Juga: SPMB-PT 2026 PKN STAN Dibuka, Khusus Alumni yang Belum Tempuh D4, Cek Syarat dan Jadwal Lengkapnya

Pemilik kulit berminyak umumnya lebih cocok menggunakan sunscreen bertekstur ringan seperti gel atau berbahan dasar air (water-based).

Sementara itu, mereka yang memiliki kulit kering dapat memilih produk berbentuk krim yang mengandung bahan pelembap untuk membantu menjaga kelembapan kulit.

Bagi pemilik kulit sensitif, penggunaan physical sunscreen yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide dapat menjadi pilihan karena cenderung lebih lembut di kulit.

Sedangkan bagi mereka yang memiliki kulit berjerawat, disarankan memilih produk dengan label non-comedogenic agar tidak menyumbat pori-pori dan memicu munculnya jerawat baru.

Baca Juga: Cara Mudah ke Jakarta Fair 2026 Naik Transjakarta, Ada Rute Khusus ke JIExpo Kemayoran

Kondisi cuaca yang panas dengan tingkat kelembapan tinggi di negara tropis juga membuat tubuh lebih mudah berkeringat.

Oleh karena itu, sunscreen dengan formula water resistant atau sweat resistant dapat membantu mempertahankan perlindungan lebih lama, terutama bagi orang yang aktif berolahraga atau sering melakukan aktivitas di luar ruangan.

Selain memilih produk yang tepat, cara penggunaan sunscreen juga berpengaruh terhadap efektivitas perlindungan yang diberikan.

Sayangnya, masih banyak orang yang mengoleskan sunscreen dalam jumlah terlalu sedikit sehingga manfaatnya tidak maksimal.

Baca Juga: Teknik Perminyakan, Jurusan yang Mendalami Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi

Untuk area wajah dan leher, jumlah yang dianjurkan sekitar dua ruas jari atau setara dengan seperempat sendok teh.

Sunscreen sebaiknya diaplikasikan sekitar 15 hingga 20 menit sebelum keluar rumah agar kandungannya dapat bekerja secara optimal.

Penggunaan sunscreen juga tidak cukup dilakukan satu kali dalam sehari.

Tabir surya perlu diaplikasikan ulang setiap dua hingga tiga jam, terutama jika seseorang banyak berkeringat, berenang, atau sering mengusap wajah.

Baca Juga: Mengenal Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Menjaga Keselamatan di Dunia Industri

Kebiasaan ini penting untuk memastikan perlindungan terhadap sinar ultraviolet tetap terjaga sepanjang hari.

Tak hanya saat cuaca cerah, penggunaan sunscreen juga dianjurkan ketika langit mendung.

Pasalnya, sinar ultraviolet masih dapat menembus lapisan awan meskipun matahari tidak terlihat terlalu terik.

Bahkan saat berada di dalam ruangan yang dekat dengan jendela, kulit tetap berpotensi terpapar sinar UV.

Baca Juga: Lima Destinasi Wisata Edukatif di Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi saat Libur Sekolah

Dengan memilih produk yang sesuai dan menggunakannya secara benar, kulit dapat terlindungi dari berbagai dampak buruk paparan sinar matahari yang umum terjadi di negara tropis seperti Indonesia.

Penggunaan sunscreen secara rutin pun menjadi salah satu investasi sederhana untuk menjaga kesehatan dan penampilan kulit dalam jangka panjang.***