POJOKSATU.id - Hampir semua orang kini menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar, entah untuk bekerja, belajar, atau sekadar berselancar di media sosial.

Namun semakin lama screen time kita, semakin sering pula muncul keluhan yang sama, yaitu kulit terasa lebih kusam, warnanya tidak merata, hingga tampak lebih lelah dari biasanya.

Banyak dermatolog belakangan ini menyoroti kemungkinan penyebab dari paparan blue light dari layar gadget.

Meski efeknya tidak sekuat sinar UV, paparan yang terjadi terus-menerus setiap hari dapat menumpuk dan memengaruhi kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Baca Juga: Satu Panggung, Dua Piala! Hyun Bin dan Son Ye Jin Cetak Momen Ikonik di Blue Dragon Awards

Fenomena ini makin terasa pada mereka yang bekerja full time dengan laptop, content creator yang harus rekam sepanjang hari, hingga pelajar yang belajar daring berjam-jam.

Wajah menjadi cepat kusam, muncul flek, atau terlihat lebih gelap di area tertentu.

Pertanyaannya, seberapa besar sebenarnya pengaruh blue light pada kulit kita?

Apa Sebenarnya Blue Light dan Mengapa Bisa Mengganggu Kulit?

Blue light adalah bagian dari cahaya tampak.

Selain dari matahari, kita mendapatkannya dari layar ponsel, laptop, tablet, dan televisi.

Intensitasnya memang lebih rendah daripada sinar matahari, tetapi durasi terpajannya jauh lebih lama, bahkan bisa mencapai 8-10 jam sehari tanpa disadari.

Baca Juga: Geger! Wardatina Mawa Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami dengan Artis Berinisial IR

Beberapa penelitian dermatologi menyebutkan bahwa blue light dapat memicu stres oksidatif pada sel kulit.

Kondisi ini membuat kulit tampak lebih kusam, warnanya tidak rata, hingga memicu flek pada sebagian orang.

Pada kulit yang sensitif terhadap pigmentasi, efeknya bisa lebih terlihat.

Karena itu, menjaga kulit dari paparan blue light bukan lagi soal gaya hidup, tetapi kebutuhan semua orang yang hidup di era digital.

Baca Juga: Mengapa TPG TW 4 Cair Lebih Cepat? Fakta Lengkap di Balik Tertahannya TPG TW 3

Tanda-Tanda Kulit Mulai Terpengaruh Blue Light

Jika Anda sering mengalami beberapa hal berikut, ada kemungkinan kulit merespons paparan cahaya biru:

- Wajah tampak kusam setelah seharian bekerja.

- Noda gelap yang makin terlihat atau tidak kunjung hilang.

- Kulit terasa lebih kering dan kurang elastis.

- Lingkar mata menggelap karena sering menatap layar terlalu dekat.

- Warna kulit tidak merata, terutama di area pipi.

Tanda-tanda ini biasanya muncul perlahan, sehingga sering disadari setelah kondisi kulit berubah cukup jauh.

Baca Juga: Ujian PPPK Guru vs Non-Guru, Mana yang Lebih Berat? Ini Rincian Teknis dan Nilai Tambahnya, Ini Penjelasan Lengkapnya

Cara Melindungi Wajah dari Paparan Blue Light

1. Pilih Sunscreen yang Punya Perlindungan HEV atau Blue Light
Ini langkah paling dasar dan paling penting.

Tidak semua sunscreen mampu menahan blue light, jadi pilihlah yang mengandung iron oxide, niacinamide, atau sudah diuji sebagai broad spectrum dengan perlindungan HEV.

Gunakan bahkan saat berada di dalam ruangan, kebiasaan kecil yang sangat membantu menjaga kondisi kulit.

2. Gunakan Serum Antioksidan
Antioksidan bekerja seperti “tameng” yang menangkal kerusakan sel akibat radikal bebas.

Bahan seperti vitamin C, green tea, atau niacinamide dapat membantu kulit tetap cerah dan mengurangi kusam.

Baca Juga: Lagu Who Knows Simpel tapi Relate, Ini Pesan yang Ingin Disampaikan Daniel Caesar

3. Kurangi Brightness Layar
Cahaya yang terlalu terang membuat paparan blue light meningkat.

Turunkan ke tingkat yang nyaman untuk mata dan lebih aman untuk kulit.

4. Aktifkan Blue Light Filter
Mode night shift, eye comfort, atau blue light filter membantu menurunkan intensitas cahaya biru.

Efeknya memang tidak menghilangkan sepenuhnya, tetapi cukup signifikan untuk pemakaian jangka panjang.

5. Jaga Jarak dengan Layar
Usahakan wajah tidak terlalu dekat dengan layar. Jarak ideal adalah 40-60 cm dari mata.

Semakin jauh, semakin kecil paparan yang diterima kulit.

Baca Juga: Drama Tragis di Jatinangor! Dirut BJB Drop Usai Insiden Golf, Publik Minta Jawaban

6. Beri Waktu Istirahat untuk Mata dan Kulit
Gunakan aturan sederhana, yakni 20-20-20.

Setiap 20 menit bekerja, alihkan pandangan 20 detik ke benda berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter).

Cara ini membantu mata lebih rileks dan kulit tidak mendapat paparan terus-menerus.

7. Konsumsi Makanan Tinggi Antioksidan
Kulit sehat bukan hanya soal skincare, tetapi juga apa yang kita makan.

Sayuran hijau, buah berry, kacang-kacangan, dan teh hijau membantu meningkatkan pertahanan kulit dari dalam.

8. Kurangi Gadget Sebelum Tidur

Di malam hari, wajah cenderung lebih dekat dengan layar.

Baca Juga: 20 Contoh Soal dan Pembahasan Materi Teks Laporan Hasil Observasi Kelas 8 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Kebiasaan scrolling sambil rebahan membuat paparan blue light semakin kuat.

Mengurangi durasi penggunaan gadget dapat meningkatkan kualitas tidur yang pada akhirnya memperbaiki kondisi kulit.

Apakah Perlu Skincare Khusus Anti Blue Light?

Belakangan ini muncul banyak produk dengan klaim anti blue light.

Dermatolog menilai bahwa yang paling penting justru adalah kombinasi sunscreen dan antioksidan.

Produk khusus bisa digunakan sebagai tambahan, tetapi bukan keharusan.


Fokus utama tetap pada perawatan dasar dengan bersihkan kulit dengan benar, gunakan moisturizer, sunscreen, dan serum antioksidan yang cocok dengan kebutuhan kulit.

Baca Juga: Penyidik Selidiki Komunikasi Terakhir Dwinanda Levi dengan AKBP Basuki Usai Temukan Obat-obatan

Mengubah Kebiasaan Digital untuk Kulit Lebih Sehat

Paparan blue light sebenarnya bisa dikelola dengan beberapa kebiasaan sederhana, antara lain:

1. Hindari memakai ponsel terlalu dekat dengan wajah.

2. Jangan menatap layar dalam kondisi gelap total.

3. Atur jadwal istirahat dari layar saat bekerja.

4. Gunakan sunscreen setiap hari, bukan hanya saat keluar rumah.

Perubahan kecil ini dapat membuat perbedaan besar pada kondisi kulit dalam jangka panjang.

Kulit kusam karena gadget bukan sekadar mitos.

Baca Juga: Airmata Ira

Meski efeknya tidak sekeras sinar matahari, paparan blue light yang terjadi bertahun-tahun dapat mempercepat kusam, flek, dan warna kulit tidak merata.

Kabar baiknya, perlindungan dari blue light tidaklah rumit.


Dengan sunscreen yang tepat, penggunaan antioksidan, serta pengaturan screen time yang lebih sehat, kulit tetap bisa tampil cerah dan terawat meski aktivitas digital tak terhindarkan.

Pada akhirnya, menjaga kulit bukan hanya soal skincare, tetapi juga bagaimana kita mengatur kebiasaan sehari-hari di era serba layar ini. ***