POJOKSATU.id- Khusyuk adalah sikap hati yang penuh kekhusyukan, ketundukan, dan konsentrasi yang mendalam saat menjalankan ibadah. Dalam Islam, khusyu' merupakan aspek penting dalam setiap amalan, karena itu adalah cara untuk menghadirkan diri sepenuhnya di hadapan Allah SWT. Salah satu contoh ibadah yang sangat memerlukan khusyu' adalah shalat.
Ketika seorang muslim melakukan shalat, ia harus melupakan segala urusan dunia dan fokus sepenuhnya pada kehadiran Allah. Hal ini dilakukan dengan mengendalikan pikiran dan hati agar tidak teralihkan oleh hal-hal yang tidak penting.
Khusyuk dalam ibadah kedudukannya seperti ruh/jiwa dalam tubuh manusia1, sehingga ibadah yang dilakukan tanpa khusyu’ adalah ibarat tubuh tanpa jasad alias mati.
Oleh karena itu, Allah Ta’ala memuji para Nabi dan Rasul Shallallahu’alaihi Wasallam dengan sifat mulia ini, yang mereka adalah hamba-hamba-Nya yang memiliki keimanan yang sempurna dan selalu bersegera dalam kebaikan.
Allah Ta’ala berfirman:
{إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ}
“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka selalu berdoa kepada Kami dengan berharap dan takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ (dalam beribadah)” (QS al-Anbiyaa’: 90)
Berikut adalah beberapa contoh praktik khusyu' dalam ibadah:
1. Konsentrasi Penuh
Ketika melaksanakan shalat, seorang muslim harus berusaha untuk fokus sepenuhnya pada apa yang sedang dilakukannya. Ini berarti membuang jauh-jauh pikiran yang tidak relevan dan mengarahkan perhatian hanya kepada Allah.
2. Menghayati Makna
Memahami makna dari setiap ayat Al-Quran yang dibaca dalam shalat dapat membantu meningkatkan khusyu'. Mengerti apa yang sedang diucapkan dan memikirkan pesan yang terkandung di dalamnya akan membuat ibadah menjadi lebih bermakna.
3. Mengendalikan Pikiran
Menghadapi gangguan pikiran selama ibadah adalah hal yang umum. Namun, seorang muslim yang khusyu' akan berusaha untuk mengendalikan pikiran tersebut dan kembali fokus kepada Allah.
4. Tata Krama
Memperhatikan tata krama yang baik dalam ibadah juga merupakan bagian dari khusyu'. Hal ini termasuk dalam cara berpakaian, gerakan tubuh, dan sikap hati saat beribadah.
5. Mengingat Akhirat
Selalu mengingat bahwa ibadah adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mempersiapkan diri untuk akhirat, bukan sekadar rutinitas harian, dapat membantu meningkatkan khusyu'.
Dalam ayat lain, Allah Ta’ala memuji hamba-hamba-Nya yang shaleh dengan sifat-sifat mulia yang ada pada mereka, di antaranya sifat khusyu’:
{إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا}
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”
(QS al-Ahzaab: 35).
Arti Khusyu’ dan Hakikatnya
Secara bahasa khusyu’ berarti as-sukuun diam/tenang dan at-tadzallul (merendahkan diri). Sifat mulia ini bersumber dari dalam hati yang kemudian pengaruhnya terpancar pada anggota badan manusia
Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di berkata: “Khusyu’ dalam shalat adalah hadirnya hati seorang hamba di hadapan Allah Ta’ala dengan merasakan kedekatan-Nya, sehingga hatinya merasa tentram dan jiwanya merasa tenang, sehingga semua gerakan angota badannya menjadi tenang, tidak berpaling kepada urusan lain, dan bersikap santun di hadapan Allah.
Dengan menghayati semua ucapan dan perbuatan yang dilakukannya dalam shalat, dari awal sampai akhir. Maka dengan ini akan sirna bisikan-bisikan (Setan) dan pikiran-pikiran yang buruk. Inilah ruh dan tujuan shalat”.
Inilah makna ucapan salah seorang ulama salaf ketika beliau melihat seorang laki-laki yang bermain-main dalam shalatnya: “Seandainya hati orang ini khusyu’ maka akan khusyu’ semua anggota tubuhnya”.
Cara untuk meraih Khusyu’
Dikarenakan sifat khusyu’ sumbernya dari dalam hati manusia, maka sifat ini hanya bisa diraih dengan taufik dan anugerah dari Allah Ta’ala. Oleh karena itu, cara utama untuk meraih sifat mulia ini dan sifat-sifat agung lainnya dalam agama adalah dengan banyak berdoa dan memohon kepada Allah Ta’ala.
Oleh karena itu, imam Mutharrif bin ‘Abdillah bin asy-Syikhkhiir berkata: “Aku mengingat-ingat apakah penghimpun segala kebaikan, karena kebaikan itu banyak; puasa, shalat (dan lain-lain). Semua kebaikan itu ada di tangan Allah Ta’ala, maka jika kamu tidak mampu memiliki apa yang ada di tangan Allah Ta’ala kecuali dengan memohon kepada-Nya agar Dia memberikan semua itu kepadamu, maka berarti penghimpun semua kebaikan adalah berdoa kepada Allah ”.
Kemudian sifat khusyu’ akan diraih insya Allah dengan seorang hamba mengenal Allah Ta’aladengan cara yang benar,melalui pemahaman terhadap nama-nama-Nya yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha sempurna.
Inilah ilmu yang paling mulia dalam Islam dan merupakan jalan utama untuk meraih semua sifat dan kedudukan yang mulia di sisi AllahTa’ala. Khusyu' adalah kunci untuk memperoleh kebahagiaan dan keberhasilan baik di dunia maupun di akhirat.***Nurlaela Sakban



