POJOKSATU.id — Salat Tarawih merupakan ibadah malam yang dikerjakan selama bulan suci Ramadan.

Pada malam kesembilan, terdapat keutamaan istimewa yang disebutkan dalam kitab Durratun Nashihin, di mana ibadah yang dilakukan pada malam ini disamakan dengan ibadah para nabi.

Sebagai ibadah sunah muakkad, Salat Tarawih memiliki banyak keutamaan yang berbeda setiap malamnya.

Baca Juga: Keutamaan Salat Tarawih MALAM KELIMA Bulan Ramadan, Pahalanya Seperti Salat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsa

Hal ini merujuk pada 30 Keutamaan Tarawih yang tercantum dalam kitab Durratun Nashihin, karya Utsman bin Hasan al-Khubawi.

Kitab ini telah tersebar luas dan menjadi rujukan utama di berbagai pesantren di Indonesia, bahkan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk Turki dan Urdu.

Baca Juga: Keutamaan Salat Tarawih MALAM KEENAM Bulan Ramadan, Seperti Pahala Malaikat Tawaf di Baitul Makmur, Batu dan Tanah MEMINTAKAN AMPUN

Meski demikian, beberapa fadhilah Salat Tarawih dalam kitab ini dinilai tidak bersumber langsung dari hadis sahih, namun sekadar menjadi motivasi bagi umat muslim untuk melaksanakan ibadah tarawih selama Ramadan.

Malam kesembilan: "Pada malam kesembilan, seakan-akan beribadah kepada Allah sebagaimana ibadahnya para Nabi."

Baca Juga: Keutamaan Salat Tarawih MALAM KETUJUH Bulan Ramadan, Mendapat Pertolongan Allah SWT Seperti Saat Musa Hadapi Firaun

Keutamaan ini menjadi pengingat bagi setiap muslim agar semakin bersemangat dalam menjalankan ibadah selama bulan puasa. ***