POJOKSATU.id — Sholat Tarawih merupakan salah satu ibadah yang khas di bulan suci Ramadhan.
Kata "tarawih" berasal dari bahasa Arab "tarwīh" yang berarti istirahat atau tempat istirahat.
Menurut para ulama, istilah ini juga berasal dari kata "murawahah" yang berarti mengulang-ulang.
Kedua kata tersebut berkaitan dengan pelaksanaan shalat tarawih yang dilakukan dengan jeda istirahat di antara rakaatnya dan salatnya yang dikerjakan berulang-ulang.
Salat Tarawih termasuk dalam ibadah qiyamul lail (shalat malam) yang dikerjakan secara khusus di bulan Ramadhan.
Baca Juga: Keutamaan Salat Tarawih MALAM PERTAMA Bulan Ramadan, Diampuni Dosanya Seperti SAAT DILAHIRKAN
Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat Islam untuk menjalankan salat ini sebagai bentuk ibadah tambahan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Para ulama sepakat bahwa jumlah rakaat shalat tarawih minimal adalah delapan rakaat ditambah shalat witir tiga rakaat sehingga menjadi sebelas rakaat.
Hal ini berdasarkan praktik yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya.
Namun, ada juga pendapat yang membolehkan jumlah rakaat lebih banyak, hingga mencapai 20 rakaat ditambah witir sehingga menjadi 23 rakaat.
Baca Juga: Keutamaan Salat Tarawih MALAM KEDUA Bulan Ramadan, Dosa ORANG TUA yang Beriman DIAMPUNI Allah SWT
Kedua pendapat ini sama-sama memiliki dasar dalam syariat Islam dan telah diamalkan oleh umat Islam sejak zaman dahulu.
Semangat umat Islam dalam menjalankan ibadah sholat tarawih sangat luar biasa.
Masjid-masjid yang biasanya sepi setelah salat Isya justru dipenuhi oleh jamaah yang ingin melaksanakan salat tarawih secara berjamaah.
Ini menunjukkan semangat kaum muslimin dalam mengisi malam-malam Ramadhan dengan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salat tarawih memiliki banyak keutamaan bagi yang mengerjakannya, terutama jika dilakukan secara berjamaah.
Dengan menjalankan salat ini secara konsisten, seorang muslim dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.
Keutamaan-keutamaan sholat tarawih juga dijelaskan dalam berbagai literatur Islam, salah satunya dalam kitab Durratun Nashihin yang menguraikan keutamaan setiap malamnya selama bulan Ramadhan.
Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Durratun Nashihin, pada malam kedua belas salat tarawih, seorang muslim yang mengerjakannya akan mendapatkan cahaya di wajahnya pada hari kiamat.
Malam kedua belas :
وَفِى اللَيْلَةِ الثَّانِيَةَ عَشَرَةَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ
Artinya: "Pada malam kedua belas, pada saat hari kiamat wajahnya bersinar bagaikan bulan di malam purnama."
Keutamaan-keutamaan ini semakin meneguhkan pentingnya menjaga salat tarawih sepanjang bulan Ramadhan.
Selain mendapatkan pahala berlimpah, seorang muslim juga akan mendapatkan ketenangan batin dan meningkatkan kedekatannya dengan Allah SWT. ***




