POJOKSATU.id — Salat Tarawih merupakan salat sunnah yang dikerjakan pada malam hari selama bulan Ramadan. Hukumnya adalah sunnah muakkad, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.
Selain sebagai bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, salat Tarawih juga memiliki keutamaan besar.
Barang siapa yang mengerjakannya secara berjamaah, maka pahalanya dihitung seperti salat semalam penuh.
Keutamaan salat Tarawih semakin besar jika dikerjakan dengan penuh kesungguhan.
Dengan melaksanakan salat ini, dosa-dosa diampuni, dan pahalanya disamakan dengan pahala salat sepanjang malam.
Dalam kitab Durratun Nashihin dijelaskan secara lengkap mengenai keutamaan salat Tarawih di setiap malam selama bulan Ramadan.
Malam kedelapan: "Pada malam kedelapan, Allah memberi anugerah sebagaimana anugerah yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim."
Dikutip dari berbagai sumber, Nabi Ibrahim AS mendapatkan berbagai predikat mulia dari Allah SWT.
Pertama, Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai Kekasih Allah atau Khalilullah. Gelar ini dijelaskan dalam firman Allah SWT:
"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kekasih(-Nya)." (QS. An-Nisa 4:125).
Kedua, Nabi Ibrahim AS juga disebut sebagai manusia pilihan terbaik atau Al Musthafa. Hal ini disebutkan dalam firman Allah SWT:
"Dan sungguh, di sisi Kami mereka termasuk orang-orang pilihan yang paling baik." (QS. Shad 38:47).
Alasan mengapa Nabi Ibrahim AS menjadi manusia pilihan dijelaskan dalam ayat sebelumnya:
"Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yakub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu (yang tinggi)." (QS. Shad 38:45).
Ketiga, Nabi Ibrahim AS termasuk dalam golongan nabi Ulul Azmi, yakni nabi yang memiliki keteguhan hati luar biasa.
Selain Nabi Ibrahim AS, para nabi yang termasuk dalam kelompok Ulul Azmi adalah Nabi Isa AS, Nabi Nuh AS, Nabi Musa AS, dan Nabi Muhammad SAW.
Bahkan, Nabi Muhammad SAW diperintahkan oleh Allah SWT untuk meneladani ketabahan hati para Ulul Azmi. ***




