POJOKSATU.id - Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H/2026, umat Islam dianjurkan untuk tidak meninggalkan makan sahur. 

Selain menjadi sunah, sahur juga memiliki banyak keutamaan dan mengandung keberkahan bagi orang yang menjalankannya.

Anjuran sahur ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan melalui sahabat Abu Sa’id Al-Khudri RA. Nabi bersabda:

As-sahuru kulluhu barakah, fala tada’uhu walau an yajra’a ahadukum jur’ata ma’in fa inna Allaha ‘azza wa jalla wa malaaikatahu yushalluna ‘alal mutasahhirin.

Artinya: "Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang bersahur," (HR Ahmad).

Selain bernilai ibadah, sahur juga membantu tubuh lebih siap menjalani puasa sepanjang hari. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meluangkan waktu makan sebelum imsak tiba.

Doa yang Dibaca Saat Sahur

Para ulama menjelaskan tidak ada doa khusus yang wajib dibaca saat sahur. Namun, umat Islam dapat membaca doa makan yang umum diajarkan:

Allahumma barik lana fima razaqtana wa qina ‘adzaban nar.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah untuk kami apa yang Engkau karuniakan kepada kami dan peliharalah kami dari azab neraka.”

Ada pula doa yang berkaitan dengan sahur sebagaimana diriwayatkan oleh Sulaiman bin Ahmad At-Tabarani:

Yarhamullahu al-mutasahhirin.

Artinya: “Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi orang-orang yang sahur.”

Dalam hadis lain disebutkan bahwa kurma merupakan salah satu makanan terbaik untuk sahur. 

Meski hidangan utama sahur dapat berupa makanan bergizi seperti nasi, ikan, dan sayur, mengonsumsi kurma dianjurkan untuk menambah keberkahan.

Niat Puasa Ramadan

Selain makan sahur, umat Islam juga dianjurkan memperkuat niat puasa Ramadan yang dapat dibaca sejak malam hari atau saat sahur:

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat puasa pada hari esok untuk melaksanakan kewajiban bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Dengan menjalankan sahur, umat Islam tidak hanya mempersiapkan fisik untuk berpuasa, tetapi juga menghidupkan sunnah Nabi dan meraih keberkahan di bulan suci Ramadan.

Landasan Syar’i Makan Sahur

Tradisi makan sahur dan berbuka puasa memiliki landasan syar’i yang kuat. 

Para ulama sepakat bahwa disunahkan bagi mereka yang berniat berpuasa keesokan harinya untuk bangun makan sahur pada malam sebelumnya.

Ustaz Ahmad Sarwat Lc dalam buku Ramadhan Antara Syariat dan Tradisi terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan beberapa hadis yang menjadi dasar disyariatkannya sahur.

Rasulullah SAW bersabda:

Tasahharu fa inna fis sahuri barakah.
"Makan sahurlah, karena sahur itu barakah." (HR Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Zarr Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu dengan riwayat marfu:

La tazalu ummati bikhairin ma ‘ajjalul fithra wa akhkharus sahur.
"Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan buka puasa dan mengakhirkan sahur." (HR Ahmad).

Hadis lain menyebutkan:

Ista‘inu bi tha‘amis sahari ‘ala shiyamin nahar, wa bil qaylulati ‘ala qiyamil lail.
"Mintalah bantuan dengan menyantap makan sahur agar kuat puasa di siang hari. 

Dan mintalah bantuan dengan tidur sejenak siang agar kuat sholat malam." (HR Ibnu Majah).

Dalam riwayat lain ditegaskan kembali:

As-sahuru barakah fala tada’uhu walau an yajra’a ahadukum jur’ata ma’in fa inna Allaha wa malaaikatahu yushalluna ‘alal mutasahhirin.
"Sahur itu berkah, maka janganlah kalian tinggalkan meski hanya dengan seteguk air. 

Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur." (HR Ahmad).

Ustaz Sarwat menjelaskan bahwa di bulan Ramadan banyak tradisi yang berkembang di masyarakat dan memiliki dasar syariat yang kuat. 

Ada yang hukumnya wajib, seperti puasa Ramadan itu sendiri.

"Dan ada yang hukumnya sunah, seperti makan sahur, mempercepat berbuka (ifthar), memberi makan orang yang berbuka, dan juga sholat Tarawih," ujarnya.

Selain amalan yang khusus disunahkan di bulan Ramadan, terdapat pula amalan lain yang dianjurkan sepanjang tahun. Namun jika dilakukan di bulan Ramadan, pahala yang diperoleh menjadi jauh lebih besar. ***