POJOKSATU.id - Puasa sunnah pada bulan Februari 2024 bertepatan dengan bulan Syaban dalam kalender Hijriah memberikan peluang bagi umat Muslim untuk menjalankan puasa Ayyamul Bidh.
Rasulullah SAW telah menjelaskan keutamaan bulan Syaban dalam hadisnya, di antaranya menyatakan bahwa bulan tersebut adalah waktu yang baik untuk berpuasa.
Bulan Syaban, menurut Rasulullah SAW, adalah bulan yang sering diabaikan oleh manusia di antara bulan Rajab dan Ramadhan.
Namun, bulan ini adalah saat di mana amalan-amalan ditinggikan kepada Allah, Sang Pencipta alam semesta.
Baca Juga: Ulasan Film Women from Rote Island, Kisah Perjuangan Melawan Diskriminasi dan Tradisi
Oleh karena itu, Rasulullah SAW menyatakan kecintaannya untuk berpuasa ketika amalannya ditinggikan kepada Allah.
Bahkan dalam riwayat hadis dari Abu Salamah RA yang meriwayatkan pertanyaannya kepada Aisyah RA tentang puasa Rasulullah SAW, Imam Baihaqi dalam Kitab Fadha 'Ilul Quqat menyatakan bahwa Rasulullah SAW hampir berpuasa sepanjang bulan Syaban.
Ada pula penuturan dari Aisyah RA bahwa bulan Syaban adalah bulan yang paling disukai oleh Rasulullah SAW untuk berpuasa.
Kemudian beliau SAW menghubungkannya dengan puasa Ramadhan.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam Keunggulan dan Fitur iPhone 13
Hal ini menunjukkan pentingnya bulan Syaban dalam praktik berpuasa sunnah bagi umat Muslim.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh
Jadwal puasa Ayyamul Bidh Februari 2024 adalah sebagai berikut berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2024 yang disusun oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag).
1. Jumat, 23 Februari 2024 (13 Syaban)
2. Sabtu, 24 Februari 2024 (14 Syaban)
3. Minggu, 25 Februari 2024 (15 Syaban)
Baca Juga: Hasil Sementara Dapil Jakarta 2 Pemilu 2024, Tujuh Daftar Caleg DPR RI Kemungkinan Lolos ke Senayan
Pengamalan puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 15 Syaban bertepatan dengan puasa Nisfu Syaban atau puasa pertengahan bulan Syaban.
Meskipun demikian, Sheikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi dalam bukunya yang berjudul Ringkasan Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq.
Buku itu menyarankan umat Islam untuk memberikan prioritas pada pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh karena tidak ada aturan yang secara khusus menetapkan puasa Nisfu Syaban.
Buku tersebut menjelaskan bahwa puasa Nisfu Syaban, atau puasa pada pertengahan bulan Syaban dengan keyakinan bahwa momen ini memiliki keutamaan tertentu, tidak memiliki dasar yang kuat menurut dalil yang sahih.
Oleh karena itu, puasa Ayyamul Bidh lebih disarankan untuk dilakukan daripada puasa Nisfu Syaban.
Niat Puasa
Berikut adalah niat puasa Ayyamul Bidh yang dapat dilafalkan setelah fajar atau terbitnya matahari, dengan catatan bahwa orang yang hendak berpuasa belum mengonsumsi makanan apa pun.
Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat berpuasa besok pada Ayyamul Bidh sunnah karena Allah Ta'ala."
Keutamaan Puasa Ayammul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh pada bulan Februari 2024 merupakan amalan puasa sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk meneladani ajaran Rasulullah SAW.
Beliau dalam hadisnya menyatakan.
"Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah)." (HR Tirmidzi)
Terdapat keutamaan luar biasa dalam pengamalan puasa Ayyamul Bidh, dimana pahala puasa tiga hari tersebut setara dengan berpuasa selama satu tahun.
Hal ini disampaikan oleh Ibnu Milhan Al Qoisiy RA yang mengutip sabda Rasulullah SAW:
"Rasulullah SAW biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah)."
Dan beliau bersabda, "Puasa Ayyamul Bidh itu seperti puasa setahun." (HR Abu Daud)
Dengan demikian, pengamalan puasa Ayyamul Bidh tidak hanya merupakan ketaatan kepada sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga merupakan kesempatan yang besar bagi umat Muslim untuk meraih pahala yang besar dari Allah SWT.***



