POJOKSATU.id - Secara umum, lebih banyak pria yang mengalami batu ginjal dibandingkan wanita.

Laki-laki memiliki risiko hampir dua kali lipat untuk mengalami batu ginjal dalam hidup mereka dibandingkan perempuan.

Hal ini diungkapkan langsung Spesialis Urologi Rumah Sakit Eka Hospital Cibubur dr. Diki Ama Duha, Sp. U. Dokter Diki menjelaskan, batu ginjal lebih sering terjadi kepada lelaki, lantaran lebih sering mengalami dehidrasi dan kurang aktivitas fisik, yang juga berperan dalam pembentukan batu ginjal.

"Pria itu lebih banyak beraktivitas ibanding perempuan, sehingga lebih memungkinkan terkena batu ginjal," urai dr Diki, Selasa 22 April 2025.

Tak hanya faktor aktivitas, dr Diki menambahkan, ada beberapa pemicu yang menyebabkan seseorang alami batu ginjal, seperti kurang minum air putih setiap harinya, berat badan yang berlebihan, atau efek samping dari operasi yang dilakukan.

Baca Juga: Ujian Akan Segera Digelar. Berikut Materi UM-PTKIN 2025: Ini yang Harus Dipelajari Calon Mahasiswa!

"Perbandingan (terkena batu ginjal) antara pria dan peremuan itu 1 banding 2," timpa dia.

Dokter Diki juga menjelaskan, pria yang memiliki usia di atas 30 tahun lebih berisiko alami batu ginjal. Tidak hanya itu, pria yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas rentan alami batu ginjal dibandingkan pria yang memiliki kesehatan optimal.

Meski begtu, dia mengingatkan tidak hanya kaum pria. Sebaiknya para wanita juga memiliki gaya hidup yang lebih sehat.

"Caranya dengan memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi yang seimbang di dalam tubuh. Adanya riwayat keluarga dengan batu ginjal dapat meningkatkan risiko kamu mengalami kondisi yang sama," urai dia.

Umumnya, sambung dia, batu ginjal yang masih kecil tidak menimbulkan gejala apapun pada pengidapnya. Penyakit batu ginjal menunjukkan gejala ketika batu ginjal yang membesar tertahan pada ginjal dan menimbulkan infeksi.

Baca Juga: FAKTA UNIK, Balancing Rock, Misteri BATU MELAYANGdi Bukit Bintan, Pesona Unik Pulau Belitung yang Bikin Takjub!

"Kondisi ini bisa menyebabkan nyeri pada punggung. Umumnya, pria yang alami batu ginjal mengalami nyeri pada area testis hingga skrotum. Rasa nyeri akan meningkat ketika batu ginjal berpindah pada kandung kemih."

"Nah, perhatikan kesehatan kamu jika frekuensi buang air kecil meningkat yang tidak disertai dengan minum air putih yang cukup. Kondisi ini bisa menjadi tanda lain dari penyakit batu ginjal," ungkapnya.

Selain itu, dr Diki juga menjelaskan ciri ciri lain yang mudah dideteksi, seperti jumlah urine yang dikeluarkan sedikit namun terasa nyeri menjadi gejala lain dari batu ginjal.

"Jika kamu memiliki urine dengan warna lebih pekat cenderung gelap, disertai dengan mual, muntah, dan demam, segera kunjungi rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat," jelas dia.

Baca Juga: Wujudkan Keselamatan Perjalanan Kereta Api, KAI Tutup 7 Perlintasan Sebidang Liar

Salah satu solusi penyakit batu ginjal agar tidak terjadi komplikasi yang muncul dapat menyebabkan perdarahan atau menghambat buang air kecil, adalah dengan metode ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy).

"Eka Hospital Cibubur menawarkan layanan ESWL. Dan kami juga menerima pasien BPJS," kata dia.

Dijelaskan dia, ESWLadalah teknik non-operasi yang menggunakan gelombang kejut untuk menghancurkan batu ginjal, sehingga batu dapat keluar melalui urin.

"Eka Hospital memiliki pusat urologi yang dilengkapi dengan mesin ESWL, dan layanan ini tersedia untuk pasien yang membutuhkan penanganan batu ginjal tanpa pembedahan," lanjut dia memungkasi kalimatnya.

Kendati begitu dia juga mengingatkan, batu ginjal calcium oxalate atau kalsium oksalat dapat dicegah dengan melakukan diet yang tepat, sebaiknya hindari makanan yang mengandung kalsium dan batasi pengonsumsian garam. Selain itu, perhatikan juga asupan makanan yang mengandung purin untuk mencegah batu ginjal.