POJOKSATU.id — Lesung pipi sering kali menjadi salah satu ciri khas wajah yang dianggap menambah daya tarik seseorang.
Banyak orang menilai senyum dengan lesung pipi terlihat lebih manis, ramah, dan menawan.
Tidak sedikit pula yang menginginkan memiliki lesung pipi hingga rela menjalani prosedur kosmetik untuk menciptakan cekungan kecil di pipi tersebut.
Di balik tampilannya yang menarik, ternyata lesung pipi terbentuk bukan karena kebiasaan tersenyum atau tertawa, melainkan disebabkan oleh perbedaan struktur anatomi pada wajah.
Secara ilmiah, lesung pipi muncul akibat variasi pada otot dan jaringan di bawah kulit wajah yang umumnya dipengaruhi oleh faktor genetik.
Kondisi ini membuat sebagian orang memiliki cekungan alami pada pipi ketika tersenyum, sementara sebagian lainnya tidak.
Dengan kata lain, lesung pipi merupakan variasi anatomi yang normal dan bukan suatu kelainan ataupun penyakit.
Baca Juga: IPB University Perdalam Potensi Komoditas Unggulan Lewat Pembelajaran Tematik OVOC 2026
Penyebab utama terbentuknya lesung pipi berkaitan dengan bentuk otot wajah yang disebut zygomaticus major.
Otot ini berfungsi mengangkat sudut mulut saat seseorang tersenyum.
Pada sebagian orang, otot tersebut memiliki bentuk yang sedikit berbeda karena bercabang menjadi dua sebelum menempel pada sudut mulut.
Percabangan inilah yang kemudian menciptakan tarikan pada kulit ketika otot bekerja.
Saat seseorang tersenyum, kedua cabang otot tersebut menarik kulit ke arah dalam sehingga terbentuk cekungan kecil di pipi yang dikenal sebagai lesung pipi.
Sebaliknya, pada orang yang memiliki struktur otot tanpa percabangan, kulit pipi tetap tampak rata meskipun sedang tersenyum lebar.
Perbedaan kecil pada struktur otot inilah yang membuat tidak semua orang memiliki lesung pipi.
Selain dipengaruhi oleh bentuk otot, lesung pipi juga berkaitan dengan cara kulit menempel pada jaringan di bawahnya.
Pada beberapa orang, kulit memiliki ikatan yang lebih kuat dengan jaringan otot sehingga ketika otot wajah bergerak, kulit ikut tertarik ke dalam dan membentuk cekungan.
Hal ini menjelaskan mengapa lesung pipi umumnya hanya terlihat saat seseorang tersenyum, tertawa, atau menunjukkan ekspresi tertentu.
Ketika wajah kembali rileks, tarikan otot menghilang sehingga cekungan tersebut menjadi samar atau bahkan tidak terlihat sama sekali.
Baca Juga: Sinopsis Avatar Aang: The Last Airbender, Film Animasi Baru yang Resmi Rilis Lebih Awal
Oleh karena itu, lesung pipi termasuk ciri wajah yang bersifat dinamis karena kemunculannya dipengaruhi oleh gerakan otot wajah.
Faktor keturunan juga memiliki peran penting dalam pembentukan lesung pipi.
Ciri khas ini sering ditemukan pada anggota keluarga yang sama sehingga peluang seorang anak memiliki lesung pipi akan lebih besar jika salah satu atau kedua orang tuanya juga memilikinya.
Namun, pola pewarisannya tidak sesederhana ditentukan oleh satu gen dominan.
Para peneliti meyakini bahwa pembentukan lesung pipi dipengaruhi oleh kombinasi beberapa gen yang mengatur perkembangan otot dan jaringan wajah.
Karena itulah, tidak semua anak yang lahir dari orang tua berlesung pipi akan mewarisi ciri tersebut.
Sebaliknya, ada pula seseorang yang memiliki lesung pipi meski kedua orang tuanya tidak memilikinya.
Menariknya, lesung pipi juga dapat berubah seiring bertambahnya usia.
Banyak bayi memiliki lesung pipi karena pipi mereka masih dipenuhi jaringan lemak yang membuat cekungan terlihat lebih jelas.
Seiring pertumbuhan, bentuk wajah berubah dan lapisan lemak mulai berkurang sehingga lesung pipi dapat memudar atau bahkan menghilang.
Di sisi lain, ada pula orang yang baru menyadari memiliki lesung pipi ketika memasuki masa remaja atau dewasa.
Perubahan struktur wajah selama masa pertumbuhan dapat membuat cekungan tersebut menjadi lebih terlihat dibandingkan saat masih kecil.
Dalam dunia medis, lesung pipi tidak dikategorikan sebagai penyakit maupun kelainan yang memerlukan penanganan khusus.
Kondisi ini hanyalah variasi anatomi yang tidak memengaruhi fungsi otot wajah ataupun kesehatan seseorang.
Karena dianggap memberikan nilai estetika, saat ini tersedia prosedur bedah kosmetik yang dikenal sebagai dimpleplasty.
Baca Juga: Perut Kembung Tak Selalu Karena Masuk Angin, Kenali 9 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Prosedur tersebut dilakukan dengan membuat perlekatan antara kulit dan jaringan di bawahnya sehingga terbentuk cekungan yang menyerupai lesung pipi alami.
Pada akhirnya, memiliki atau tidak memiliki lesung pipi hanyalah salah satu bentuk keragaman anatomi manusia.
Setiap orang memiliki struktur wajah yang berbeda, sehingga senyum yang dihasilkan pun memiliki karakteristik tersendiri.
Keunikan tersebut menjadi bagian dari identitas setiap individu, sehingga pesona seseorang tidak ditentukan oleh ada atau tidaknya lesung pipi.***




