POJOKSATU.id — Kehadiran kelelawar di sekitar rumah, terutama pada malam hari, terkadang membuat penghuni merasa terganggu.

Hewan nokturnal tersebut biasanya aktif mencari makanan dan tempat beristirahat setelah matahari terbenam.

Kelelawar yang berulang kali datang ke rumah umumnya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di sekitarnya.

Baca Juga: Jolla Phone Resmi Diperkenalkan, HP Linux dengan Tombol Privasi dan Baterai 5.500 mAh

Rumah yang memiliki pohon buah, tempat gelap untuk berlindung, hingga celah pada atap dapat menjadi lokasi yang menarik bagi kelelawar.

Salah satu penyebabnya adalah keberadaan pohon yang menghasilkan buah matang.

Kelelawar pemakan buah dapat mendatangi pohon mangga, jambu, pepaya, pisang, dan berbagai tanaman lainnya ketika tersedia makanan.

Selain mencari makanan, kelelawar juga membutuhkan tempat yang aman untuk beristirahat.

Baca Juga: Mulai 2029, Pendopo Kota Bandung Tak Lagi Jadi Rumah Wali Kota, Disiapkan Jadi Museum

Loteng, plafon, gudang, bagian bawah atap, atau area rumah yang gelap dan jarang didatangi manusia dapat menjadi tempat yang disukainya.

Lokasi rumah juga berpengaruh. Hunian yang berada dekat pepohonan lebat, kebun, sungai, atau kawasan yang masih memiliki banyak vegetasi biasanya lebih sering dilewati kelelawar karena wilayah tersebut menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung.

Kelelawar juga dapat tertarik karena banyaknya serangga di sekitar rumah.

Baca Juga: Alun-alun Kota Bandung Dibuka Lagi, Farhan Tegaskan PKL Dilarang Masuk Taman

Lampu luar yang menyala pada malam hari dapat mengundang serangga sehingga area tersebut berpotensi menjadi lokasi kelelawar mencari makan.

Jika ingin mencegah kelelawar masuk ke rumah, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memeriksa bagian atap, plafon, ventilasi, dan area lain yang memiliki celah.

Celah tersebut sebaiknya ditutup setelah kelelawar keluar agar tidak ada hewan yang terjebak di dalam.

Baca Juga: Suara Merdu Shanna Nyanyikan Lagu Tanah Airku Sukses Teteskan Air Mata Mensesneg hingga Teddy

Pemilik rumah juga dapat mengurangi sumber makanan dengan memetik buah yang sudah matang dan membersihkan buah yang jatuh atau membusuk di sekitar halaman.

Area yang sering digunakan sebagai tempat persembunyian juga sebaiknya dibersihkan secara rutin.

Pada bagian rumah yang menjadi jalur masuk kelelawar, jaring dapat digunakan sebagai penghalang.

Namun, pemasangannya perlu dilakukan dengan memastikan tidak ada kelelawar yang masih berada di dalam bangunan.

Baca Juga: Dividen BUMN Melonjak Jadi Rp142,3 Triliun, Prabowo Targetkan Rp200 Triliun pada 2026

Jika kelelawar terlanjur masuk ke dalam rumah, hindari menangkap atau menyentuhnya secara langsung.

Jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan dari area tersebut, kemudian buka pintu atau jendela yang memungkinkan kelelawar keluar dengan sendirinya.

Apabila kelelawar sudah menempati plafon, loteng, atau bagian rumah lainnya dalam jumlah banyak, penanganannya sebaiknya dilakukan dengan bantuan petugas pengendalian satwa atau pihak yang berpengalaman.

Cara tersebut dapat membantu mengeluarkan kelelawar dengan aman tanpa membahayakan penghuni rumah maupun hewan tersebut.***