POJOKSATU.id — Kemunculan kelabang di dalam rumah cukup sering membuat penghuni merasa terganggu.

Hewan ini biasanya ditemukan di area yang lembap, sejuk, gelap, dan jarang terkena paparan sinar matahari.

Kelabang masuk ke dalam rumah bukan tanpa alasan.

Kondisi lingkungan yang sesuai dapat membuat hewan tersebut mencari perlindungan sekaligus sumber makanan.

Baca Juga: Komaruddin Nursi Kasman Angkat Sejarah Tobelo-Galela di Forum Internasional Filipina

Serangga kecil yang berada di sekitar rumah juga bisa menjadi salah satu faktor yang menarik kelabang untuk datang.

Jika kelabang terus muncul berulang kali, kondisi rumah dan lingkungan sekitarnya perlu diperiksa.

Bisa saja terdapat tempat yang terlalu lembap, tumpukan barang, atau celah tertentu yang menjadi akses masuk sekaligus tempat persembunyian.

Salah satu penyebab kelabang mudah ditemukan di dalam rumah adalah tingkat kelembapan yang tinggi.

Baca Juga: Warga Bantu Demo 27 Agustus Bagikan Air Mineral Hasil Sumbangan Sukarela

Kamar mandi, area bawah wastafel, gudang, serta sudut ruangan yang minim cahaya dapat menjadi lokasi yang disukai kelabang.

Kebocoran air dari keran, pipa, atap, atau saluran tertentu juga dapat membuat kondisi rumah semakin lembap.

Ditambah dengan sirkulasi udara yang kurang baik, area tersebut menjadi lebih mudah digunakan kelabang untuk berlindung.

Keberadaan serangga kecil di dalam rumah juga tidak boleh diabaikan.

Kelabang memangsa berbagai hewan berukuran kecil, seperti semut, laba-laba, rayap, dan serangga lainnya.

Semakin banyak sumber makanan yang tersedia, semakin besar pula kemungkinan kelabang datang untuk mencari makan.

Baca Juga: Ojol Mulai Berkumpul di Sekitar DPR Jelang Aksi 27 Agustus, Driver Klaim Siap 'Kawal' Demonstrasi

Selain itu, kelabang dapat masuk melalui berbagai celah kecil yang terdapat di rumah.

Retakan pada dinding, celah di bawah pintu, lubang ventilasi, hingga bagian sekitar saluran air dapat menjadi jalur masuk.

Oleh karena itu, bagian-bagian tersebut perlu diperiksa, terutama apabila kelabang masih muncul meskipun rumah sudah dibersihkan.

Tumpukan barang juga dapat menjadi tempat yang nyaman bagi kelabang untuk bersembunyi.

Baca Juga: Demo DPR 27 Agustus Hari Ini, Jalan Tak Ditutup Total: Ini Ruas yang Berpotensi Dialihkan Polisi

Kardus, kayu, barang bekas, serta benda-benda yang diletakkan terlalu lama di area lembap bisa menciptakan ruang persembunyian yang sulit terlihat.

Tidak hanya kondisi di dalam rumah, lingkungan di sekitar hunian juga dapat memengaruhi kemunculan kelabang.

Tumpukan daun kering, kayu, batu, maupun tanah yang terlalu lembap di halaman bisa menjadi tempat berlindung.

Apabila lokasinya berdekatan dengan rumah, kelabang akan lebih mudah berpindah ke dalam bangunan.

Baca Juga: 10 Usai Hari Usai Gempa NTT Belum Ada Pemeriksaan Kesehatan, Gerakan Anak Negeri yang Pertama Kali Datang

Untuk mengurangi kemunculan kelabang, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menjaga rumah agar tidak terlalu lembap.

Pastikan kamar mandi dan ruangan lain memiliki sirkulasi udara yang cukup.

Area yang basah juga sebaiknya segera dikeringkan agar tidak menjadi tempat yang disukai kelabang.

Kebocoran pada keran, pipa, atap, maupun saluran air juga perlu segera diperbaiki.

Mengurangi sumber air dapat membantu menjaga kondisi rumah tetap kering dan membuat lingkungan menjadi kurang sesuai bagi kelabang.

Baca Juga: 10 Usai Hari Usai Gempa NTT Belum Ada Pemeriksaan Kesehatan, Gerakan Anak Negeri yang Pertama Kali Datang

Penghuni rumah juga disarankan menutup berbagai celah yang berpotensi menjadi akses masuk.

Periksa bagian bawah pintu, jendela, dinding, ventilasi, serta area di sekitar pipa. Jika ditemukan celah, lakukan perbaikan agar tidak mudah dimasuki hewan dari luar.

Membersihkan rumah secara rutin juga penting dilakukan.

Jangan hanya membersihkan lantai dan area yang sering digunakan, tetapi perhatikan pula bagian bawah furnitur, sudut ruangan, belakang barang, serta area di sekitar kamar mandi.

Baca Juga: Forum Ulama Nahdliyin Gelar Halaqah, Angkat Refleksi Kepemimpinan PBNU Jadi Tema

Keberadaan serangga lain di dalam rumah juga perlu dikurangi.

Menjaga kebersihan, membersihkan sisa makanan, dan menyimpan bahan makanan dengan baik dapat membantu mengurangi serangga yang menjadi sumber makanan kelabang.

Gudang dan area penyimpanan sebaiknya turut ditata secara berkala.

Hindari membiarkan kardus, kayu, atau barang bekas menumpuk terlalu lama.

Baca Juga: 4 Arus Massa Bertemu di DPR Hari Ini, Tuntutan Berbeda dari RUU Perampasan Aset hingga Dukungan Program Prabowo

Penataan yang lebih rapi akan membuat area tersebut lebih mudah diperiksa dan dibersihkan.

Bagian luar rumah pun perlu mendapat perhatian.

Daun kering, kayu, batu, dan material lain yang berpotensi menjadi tempat persembunyian kelabang sebaiknya disingkirkan dari halaman, terutama jika berada dekat dengan pintu atau jendela.

Apabila menemukan kelabang di dalam rumah, jangan mengambilnya menggunakan tangan kosong.

Gunakan sapu dan pengki atau alat bantu lainnya untuk memindahkan hewan tersebut dengan aman.

Baca Juga: DTSEN Jadi Rujukan, Bukan Daftar Penerima Bantuan, Ini Arti Desil dan Cara Memperbarui Data Keluarga

Jika kelabang terus terlihat hampir setiap hari, penghuni rumah sebaiknya mencari sumber masalahnya, bukan hanya mengusir hewan yang ditemukan.

Periksa kembali kelembapan ruangan, keberadaan serangga lain, tumpukan barang, serta celah yang mungkin menjadi jalur masuk.

Menjaga rumah tetap kering, bersih, rapi, dan minim tempat persembunyian dapat membantu mengurangi kemungkinan kelabang kembali masuk ke dalam rumah.***