POJOKSATU.id – Jantung merupakan organ vital yang bekerja tanpa henti memompa darah ke seluruh tubuh. 

Organ ini bertugas mengalirkan oksigen dan nutrisi ke setiap sel sehingga seluruh fungsi tubuh dapat berjalan dengan baik.

Sayangnya, banyak orang baru menyadari adanya gangguan jantung ketika kondisinya sudah cukup serius. 

Padahal, tubuh sebenarnya sering memberikan sinyal-sinyal awal yang kerap dianggap sebagai keluhan biasa.

Gejala penyakit jantung tidak selalu muncul dalam bentuk nyeri dada hebat atau pingsan mendadak. 

Baca Juga: Ganti Dolar

Pada banyak kasus, tandanya justru muncul perlahan sehingga sering diabaikan.

Beberapa gejala yang patut diwaspadai antara lain:

  • Mudah lelah meski aktivitas tidak berat.

  • Napas terasa pendek atau sesak.

  • Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki.

  • Jantung berdebar tidak teratur.

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada.

Jika keluhan tersebut muncul berulang atau semakin sering dirasakan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. 

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Bakal Berubah, Kemenhub Siapkan Rumus Baru Tarif Batas Atas

Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serius seperti serangan jantung maupun gagal jantung.

Faktor Risiko Penyakit Jantung

Gangguan jantung tidak muncul begitu saja. Ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risikonya, di antaranya:

1. Tekanan darah tinggi

Hipertensi membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. 

Bila berlangsung lama, kondisi ini dapat merusak otot jantung dan pembuluh darah.

2. Kolesterol tinggi

Kolesterol jahat (LDL) yang menumpuk di dinding pembuluh darah dapat membentuk plak sehingga aliran darah menuju jantung menjadi terganggu.

Baca Juga: Tips Cara Membersihkan TWS dengan Benar agar Suara Tetap Jernih dan Charging Case Awet

3. Diabetes

Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama mampu merusak pembuluh darah dan saraf yang berperan dalam mengatur kerja jantung.

4. Kebiasaan merokok

Zat kimia dalam rokok dapat merusak lapisan pembuluh darah, mempercepat pembentukan plak, serta meningkatkan risiko penggumpalan darah.

5. Kurang aktivitas fisik

Gaya hidup sedentari meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, diabetes, hingga kolesterol tinggi yang semuanya berkaitan erat dengan penyakit jantung.

Baca Juga: Kronologi Dokter Icha Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah Ortunya, Diduga Gantung Diri

Produk yang Sering Digunakan untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Selain menjalani pola hidup sehat, sebagian orang membutuhkan suplemen atau obat sesuai kondisi kesehatannya. 

Penggunaan obat harus berdasarkan anjuran dokter.

Blackmores Odourless Fish Oil 1000 mg

Suplemen ini mengandung asam lemak Omega-3 (EPA dan DHA) yang membantu menjaga kesehatan jantung, mendukung fungsi pembuluh darah, serta membantu menurunkan kadar trigliserida.

Hemaviton Cardio

Mengandung phytosterol yang membantu mengurangi penyerapan kolesterol dari makanan. 

Produk ini juga diperkaya vitamin dan mineral yang berperan sebagai antioksidan.

Baca Juga: 10 Universitas Terbaik di Banten Versi uniRank 2026, Unpam Jadi yang Tertinggi di Provinsi Ini

Lipitor

Lipitor mengandung atorvastatin yang bekerja menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. 

Obat ini termasuk obat keras dan hanya boleh digunakan sesuai resep dokter.

Concor

Concor mengandung bisoprolol fumarate yang membantu mengendalikan tekanan darah serta mengurangi beban kerja jantung. 

Obat ini juga termasuk golongan obat keras yang penggunaannya harus berada di bawah pengawasan dokter.

Baca Juga: Sekdis PRKP Pemkab Bangkalan Ruly Yunis Setiawati Tewas di Juanda, Keluarga Duga ASN Ini Dibunuh

Cara Menjaga Jantung Tetap Sehat

Menjaga kesehatan jantung tidak hanya bergantung pada obat, tetapi juga kebiasaan sehari-hari.

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

  • Mengonsumsi lebih banyak buah, sayur, dan makanan tinggi serat.

  • Membatasi makanan tinggi lemak jenuh, garam, dan gula.

  • Berolahraga minimal 150 menit setiap minggu.

  • Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok.

  • Mengelola stres dengan baik melalui relaksasi atau aktivitas yang disukai.

  • Tidur cukup sekitar 7–8 jam setiap malam.

  • Melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara berkala.

Baca Juga: Luhut: Perputaran Dana Program MBG Capai Rp120 Triliun, Manfaatnya Belum Banyak Dirasakan Petani dan UMKM

Menjaga jantung tetap sehat merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas hidup. 

Mengenali gejala sejak dini, menerapkan pola hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan rutin dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan menjaga tubuh tetap bugar hingga usia lanjut. ***