POJOKSATU.id - Penyebab katarak yang paling umum ditemui adalah akibat proses penuaan atau trauma yang menyebabkan perubahan pada jaringan mata.
Lensa mata sebagian besar terdiri dari air dan protein. Dengan bertambahnya usia, lensa menjadi semakin tebal dan tidak fleksibel.
Hal tersebut menyebabkan gumpalan protein dan mengurangi cahaya yang masuk ke retina, sebuah lapisan yang sensitif terhadap cahaya yang terletak di belakang dalam mata.
Kondisi tersebut pada akhirnya menyebabkan pandangan kabur dan tidak tajam.
Perubahan lensa diawali dengan warna kuning kecoklatan ringan, tetapi semakin memburuk seiring dengan bertambahnya waktu.
Dalam catatan pafikabupatenbangkalan.org disebutkan beberapa kelainan genetik bawaan juga bisa menyebabkan masalah kesehatan lain yang bisa meningkatkan risiko katarak.
Selain itu, katarak juga bisa disebabkan oleh kondisi mata lain, operasi mata sebelumnya, atau kondisi medis seperti diabetes.
Penggunaan obat steroid jangka panjang juga bisa menyebabkan penyakit mata tersebut berkembang.
- Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko katarak, antara lain:
Penuaan. Penuaan adalah penyebab tersering dari kekeruhan lensa atau katarak.
Riwayat trauma. Lensa mata yang pernah mengalami trauma, seperti masuknya serpihan material tajam ke mata, terbentur bola, kembang api, dapat membuat katarak timbul lebih cepat.
Infeksi saat kehamilan. Jika ibu saat hamil mengidap infeksi, khususnya rubella, dapat menjadi penyebab utama terjadinya katarak kongenital pada anak yang dilahirkan. Katarak kongenital dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata anak.
Mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama, seperti obat kortikosteroid dan amiodaron, dapat memicu katarak.
- Pengidap penyakit tertentu. Pengidap diabetes melitus, hipertensi, hipokalemia, dan dermatitis atopik, dapat berkaitan dengan timbulnya katarak di kemudian hari.
Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.
Paparan sinar matahari yang lama pada mata.
Paparan toksin atau racun.
Riwayat keluarga yang mengidap katarak.
Riwayat operasi pada mata.
- Pengidapnya bisa mengalami beberapa gejala, contohnya seperti:
Pandangan kabur seperti berkabut.
Melihat lingkaran di sekeliling cahaya.
Pandangan ganda.
Penurunan penglihatan pada malam hari.
Rasa silau saat melihat lampu mobil, matahari, atau lampu.
Sering mengganti ukuran kacamata.
Warna di sekitar terlihat memudar.
- Jika katarak tidak terlalu mengganggu, kamu mungkin hanya perlu mengenakan kacamata baru untuk membantu kamu melihat lebih baik.
Jika katarak menyebabkan penglihatan semakin memburuk dan sulit menjalani aktivitas sehari-hari, prosedur operasi merupakan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah mata tersebut.
Operasi katarak pada umumnya aman dan tidak membutuhkan rawat inap. Ada dua jenis operasi katarak, yaitu:
Small incision cataract surgery (phacoemulsification). Operasi ini dilakukan dengan melakukan insisi kecil pada tepi kornea.
Selanjutnya, dokter akan menyinarkan gelombang ultrasound untuk menghancurkan lensa lalu diambil menggunakan alat penghisap.
Extracapsular surgery. Operasi ini membutuhkan insisi yang lebih besar untuk mengeluarkan inti lensa yang berkabut.
Selanjutnya, sisa lensa dikeluarkan dengan menggunakan alat penghisap.
Pada proses kedua jenis operasi tersebut, lensa buatan yang disebut juga lensa intraokular dimasukan untuk menggantikan lensa yang asli.
Operasi ini membutuhkan waktu sekitar satu jam dan tanpa rasa nyeri.
Dokter umumnya menggunakan obat tetes mata untuk membuat mata menjadi baal dan pengidap tetap sadar selama menjalani operasi.***




