POJOKSATU.id - Banyak orang menganggap keloid hanya masalah penampilan.

Padahal, jaringan parut yang tumbuh berlebihan ini dapat terus membesar apabila tidak ditangani sejak dini.

Secara medis, keloid merupakan jaringan parut yang tumbuh secara berlebihan akibat proses penyembuhan luka yang tidak terkendali.

Kondisi ini memang tidak dialami semua orang, tetapi sebagian individu memiliki risiko lebih tinggi mengalaminya.

Baca Juga: Penerbitan Panda Bond RI Ditunda hingga Akhir Juli 2026, Minat Investor China Justru Membludak

Orang yang memiliki riwayat keloid dalam keluarga, sering bertato, menindik telinga, atau mengalami luka bakar, luka sayat, hingga jerawat berat termasuk kelompok yang lebih rentan.

Menariknya, keloid tidak langsung muncul setelah luka sembuh.

Pertumbuhannya bisa berlangsung perlahan selama beberapa bulan, bahkan terus membesar jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: UNIBA Madura, Kampus yang Tumbuh Pesat di Sumenep dengan Fokus Mencetak Lulusan Unggul dan Berkualitas

Mengapa Keloid Sulit Diobati?
Mengatasi keloid bukan perkara mudah. Bahkan setelah menjalani pengobatan, keloid masih memiliki kemungkinan muncul kembali.

Karena itu, dokter spesialis kulit umumnya akan mengombinasikan beberapa metode terapi agar hasil pengobatan lebih optimal sekaligus mengurangi risiko kekambuhan.

Pilihan Pengobatan Keloid
Ada beberapa metode yang umum digunakan untuk menangani keloid.

Baca Juga: Profil UNUSIDA, Kampus Nahdlatul Ulama di Sidoarjo yang Terus Berkembang dengan Semangat Entrepreneurship

1. Suntikan kortikosteroid
Terapi ini menjadi salah satu pilihan utama karena mampu membantu mengecilkan jaringan parut sekaligus membuat keloid terasa lebih lunak.

Suntikan biasanya diberikan setiap tiga hingga empat minggu sesuai evaluasi dokter.

2. Operasi pengangkatan keloid
Operasi dapat menghilangkan jaringan keloid yang sudah besar. Namun, tindakan ini memiliki risiko keloid tumbuh kembali apabila tidak disertai terapi lanjutan.

Karena itu, dokter biasanya mengombinasikannya dengan suntikan kortikosteroid, cryotherapy, atau terapi radiasi.

Baca Juga: 10 Tips Memilih Rumah Subsidi untuk Gen Z dan Milenial, Jangan Asal Murah agar Tak Menyesal

3. Terapi laser
Laser dapat membantu mengurangi ketebalan keloid sekaligus memudarkan warna bekas luka.

Terapi ini umumnya dikombinasikan dengan metode lain agar hasilnya lebih maksimal.

4. Cryotherapy
Cryotherapy dilakukan dengan membekukan jaringan keloid menggunakan zat khusus.

Metode ini paling efektif untuk keloid yang masih berukuran kecil dan sering dipadukan dengan suntikan kortikosteroid.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Bakal Berubah, Kemenhub Siapkan Rumus Baru Tarif Batas Atas

5. Terapi radiasi
Terapi radiasi biasanya diberikan setelah operasi pengangkatan keloid untuk membantu mencegah pertumbuhan jaringan parut yang baru.

Pelaksanaannya dapat dilakukan segera setelah operasi atau beberapa hari kemudian sesuai pertimbangan dokter.

6. Ligatur
Pada metode ini, dokter mengikat benang bedah di sekitar keloid sehingga jaringan tersebut perlahan terputus dan akhirnya terlepas.

Prosedur ini biasanya memerlukan beberapa kali penggantian benang hingga keloid benar-benar hilang.

Baca Juga: Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal, Mayjen Ketut Sampaikan Arahan Menhan, Gandeng Kemenkes

Salep Keloid, Apakah Efektif?
Selain tindakan medis, tersedia pula berbagai salep atau gel khusus bekas luka yang banyak digunakan masyarakat.

Produk semacam ini umumnya bertujuan membantu menjaga kelembapan jaringan parut, meratakan permukaan kulit, serta mengurangi tampilan bekas luka apabila digunakan secara rutin sesuai petunjuk.

Namun, efektivitasnya dapat berbeda pada setiap orang, terutama jika keloid sudah berukuran besar atau telah menahun.

Baca Juga: Kronologi Dokter Icha Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah Ortunya, Diduga Gantung Diri

Karena itu, penggunaan salep sebaiknya tetap dikonsultasikan kepada dokter kulit agar sesuai dengan kondisi masing-masing.

Jangan Menunggu Keloid Membesar
Semakin cepat keloid ditangani, peluang mendapatkan hasil terapi yang lebih baik juga semakin besar.

Sebaliknya, keloid yang sudah menebal dan berukuran besar biasanya membutuhkan kombinasi beberapa metode pengobatan sehingga proses penanganannya menjadi lebih panjang.

Baca Juga: Sekdis PRKP Pemkab Bangkalan Ruly Yunis Setiawati Tewas di Juanda, Keluarga Duga ASN Ini Dibunuh

Jika keloid terasa gatal, nyeri, terus membesar, atau mengganggu aktivitas maupun rasa percaya diri, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit agar mendapatkan terapi yang paling sesuai.

Keloid memang bukan kondisi yang membahayakan jiwa, tetapi dapat memengaruhi kenyamanan dan kepercayaan diri seseorang.

Mengenali gejalanya sejak awal dan memilih penanganan yang tepat menjadi langkah penting agar bekas luka tidak berkembang semakin besar dan sulit diatasi.***