POJOKSATU.id - Momen Idul Adha 2026 atau Lebaran Haji memang identik dengan aneka olahan daging kurban yang menggugah selera.
Mulai dari sate, gulai, rendang, hingga tongseng sering kali tersaji hampir setiap hari di meja makan keluarga.
Namun di balik nikmatnya hidangan kurban, sebagian orang mulai khawatir dengan kadar kolesterol akibat terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan santan selama Idul Adha.
Baca Juga: Hasil TKA Segera Diumumkan! Ini Cara Mudah Verifikasi Nilai di Portal Resmi SHTKA
Kolesterol sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL) dan kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL).
HDL membantu membawa LDL menuju hati untuk diproses dan dibuang melalui tubuh.
Sebaliknya, jika kadar LDL terlalu tinggi, kolesterol dapat menumpuk di pembuluh darah dan memicu berbagai masalah kesehatan.
Baca Juga: Banyak yang Belum Tahu, Daun Ini Ternyata Bisa Bikin Iga Sapi Empuk dan Hilang Bau Prengus
Secara umum, kadar kolesterol total disarankan tidak melebihi 200 mg/dL.
Jika terlalu tinggi, kondisi ini bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak yang berisiko memicu stroke hingga gangguan jantung.
Selain faktor genetik seperti Familial Hypercholesterolemia (FH), pola makan tidak sehat juga menjadi salah satu penyebab utama naiknya kadar kolesterol.
Karena itu, menjaga keseimbangan nutrisi setelah banyak makan daging kurban menjadi hal penting.
Salah satunya dengan mengonsumsi buah-buahan yang dipercaya membantu menurunkan kadar kolesterol.
Berikut beberapa jenis buah yang disebut baik dikonsumsi setelah menyantap olahan daging kurban.
Alpukat
Selain populer sebagai menu diet, alpukat juga dikenal memiliki kandungan lemak tak jenuh yang baik bagi tubuh.
“Apa pun dengan alpukat akan memiliki rasio lemak tak jenuh tunggal versus tak jenuh ganda yang sangat baik,” kata Emily Schmidt, RDN, ahli diet dari Mayo Clinic.
Menurutnya, terlalu banyak lemak tak jenuh ganda juga bisa memengaruhi kadar kolesterol baik atau HDL di dalam tubuh.
Alpukat dapat dikonsumsi secara langsung maupun diolah menjadi salad, sandwich, atau campuran makanan lainnya.
Apel
Dikutip dari Everyday Health, apel merupakan sumber serat larut yang dipercaya membantu menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL.
Baca Juga: Siap-Siap! CPNS 2026 Diprediksi Buka Hingga Ratusan Ribu Formasi
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Nutrition menyebutkan peserta yang mengonsumsi sekitar 550 gram apel setiap hari mengalami penurunan kadar kolesterol pada akhir penelitian.
Efek tersebut tidak ditemukan pada peserta yang hanya mengonsumsi jus apel bening karena kandungan seratnya sudah berkurang.
Karena itu, apel disarankan dikonsumsi bersama kulitnya agar manfaat seratnya tetap maksimal.
Baca Juga: Taspen Buka Suara Soal Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026, Ini Aturan Potongannya
Semangka
Selain menyegarkan, semangka juga dianggap cocok menjadi pilihan buah setelah menikmati hidangan daging kurban.
Semangka mengandung likopen, yaitu senyawa karotenoid yang dipercaya membantu menangkal radikal bebas dan mencegah peningkatan kadar kolesterol.
Meski begitu, semangka juga memiliki kandungan gula alami yang cukup tinggi.
Karena itu, konsumsi semangka sebaiknya tidak ditambah gula berlebihan agar manfaatnya tetap terasa. ***




