POJOKSATU.id - Kanker usus besar atau colorectal cancer (CRC) kini semakin banyak menyerang kelompok usia muda.

Temuan ini terungkap dalam laporan terbaru yang dirilis American Cancer Society.

Dalam laporan bertajuk Colorectal Cancer Statistics 2026 yang dipublikasikan di jurnal CA: A Cancer Journal for Clinicians, disebutkan bahwa kanker usus besar kini menjadi penyebab kematian akibat kanker paling tinggi pada orang dewasa di bawah usia 50 tahun.

Baca Juga: 701 Personel Dishub Kota Bandung Disiagakan Selama Mudik Lebaran, Pantau Lalu Lintas di 42 Simpang dan Titik Wisata

Menariknya, tren ini berbeda dengan kelompok usia lanjut. Pada kelompok lansia, angka kejadian kanker usus besar justru terus mengalami penurunan.

Sebaliknya, pada kelompok usia lebih muda, jumlah kasus terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kasus Usia Muda Meningkat
Data penelitian menunjukkan orang berusia 65 tahun ke bawah kini mencakup hampir 45 persen dari seluruh kasus baru kanker usus besar.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Dua Opsi untuk Penyelenggaraan Haji Tahun ini di Tengah Konflik TImur Tengah, Salah Satunya Batal Berangkat

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun 1995 yang hanya sekitar 27 persen.

Peningkatan paling cepat terjadi pada kelompok usia 20 hingga 49 tahun dengan laju kenaikan sekitar 3 persen setiap tahun.

Selain itu, sebagian besar kasus pada kelompok usia muda baru terdeteksi ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut.

Baca Juga: Tutorial Lengkap TKA Utama 2026, Cara Mengubah Gelombang, Sesi, Proktor dan Client Jika Salah Input, Ini Prosedur Resmi yang Harus Dilakukan Sekolah

Sekitar 75 persen kanker usus besar pada orang berusia di bawah 50 tahun didiagnosis saat penyakit sudah berada pada tahap lanjut.

Bahkan sekitar setengah kasus pada kelompok usia tersebut terjadi pada rentang usia 45 hingga 49 tahun.

Padahal, kelompok usia ini sebenarnya sudah memenuhi syarat untuk melakukan skrining rutin kanker usus besar.

Namun kenyataannya, hanya sekitar 37 persen orang dalam kelompok usia tersebut yang menjalani pemeriksaan skrining.

Baca Juga: Tanggapi Tambang Emas Ilegal di Mandailing Natal, Bupati Sebut Gakkum APH Sudah Bertugas Maksimal

Perubahan Pola Penyakit
Laporan tersebut juga menemukan adanya perubahan pola penyakit. Salah satunya adalah peningkatan kasus kanker rektum.

Saat ini kanker rektum menyumbang sekitar 32 persen dari seluruh kasus kanker usus besar. Angka ini meningkat dibandingkan sekitar 27 persen pada pertengahan 2000-an.

Direktur ilmiah senior bidang penelitian surveilans di American Cancer Society sekaligus penulis utama laporan tersebut, Rebecca Siegel, mengatakan tren ini menunjukkan perubahan nyata dalam pola penyakit.

Baca Juga: Asal Nyelonong, Presiden Prabowo Digugat di PTUN, Perjanjian Resiprokal Indonesia-AS Ancam Kedaulatan Nasional

"Setelah puluhan tahun mengalami kemajuan, risiko kematian akibat kanker usus besar kini justru meningkat pada generasi yang lebih muda," ujar Siegel seperti dikutip dari Fox News, Selasa (10/3/2026).

Pentingnya Skrining Sejak Usia 45 Tahun
Secara keseluruhan, diperkirakan akan ada sekitar 158.850 kasus baru kanker usus besar pada tahun ini dengan sekitar 55.230 kematian akibat penyakit tersebut.

Peneliti juga menemukan bahwa lebih dari setengah kasus kanker usus besar berkaitan dengan perilaku berisiko.

Baca Juga: Program 'Paket Siap' dari DAM: Servis Motor Matic Honda Kini Lebih Hemat dan Praktis

Beberapa di antaranya seperti pola makan tidak sehat, konsumsi alkohol berlebihan, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, serta obesitas.

Chief Scientific Officer American Cancer Society, Dr. William Dahut, menegaskan temuan ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat.

Ia menyebut orang yang telah memasuki usia 45 tahun perlu segera memulai skrining kanker usus besar sesuai rekomendasi medis.

"Temuan ini semakin menggarisbawahi bahwa kanker kolorektal semakin memburuk di kalangan generasi muda dan menyoroti kebutuhan mendesak bagi orang dewasa yang memenuhi syarat untuk memulai skrining pada usia 45 tahun yang direkomendasikan," kata Dahut.

Meski demikian, peluang kesembuhan kanker usus besar sebenarnya cukup tinggi jika penyakit dapat dideteksi lebih awal.

Baca Juga: Macet Total di Tol Saat Mudik 2026? Ini yang Harus Dilakukan Pemudik Agar Tetap Aman dan Tenang

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa jika kanker ditemukan pada tahap lokal atau stadium awal, tingkat kelangsungan hidup lima tahun bisa mencapai sekitar 95 persen.

Karena itu, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah penting agar penyakit dapat diketahui sejak dini dan peluang kesembuhan tetap terbuka lebar. ***