POJOKSATU.id - Kanker ginjal kembali menjadi sorotan publik setelah kabar duka meninggalnya penyanyi Indonesia, Vidi Aldiano, pada 7 Maret 2026.

Kasus ini mendorong masyarakat untuk lebih mengenal penyakit yang sering disebut “diam-diam” ini.

Kisah Vidi Aldiano dan Kesadaran Kanker Ginjal
Vidi pertama kali didiagnosis kanker ginjal pada 2019. Saat itu, tumor ditemukan pada salah satu ginjalnya dan sudah berada pada stadium tiga, sehingga membutuhkan penanganan intensif.

Baca Juga: Sejarah Universitas Negeri Surabaya: Berawal dari Kursus Guru hingga Menjadi Kampus UNESA yang Terus Berkembang

Untuk mengatasi kondisi ini, Vidi menjalani operasi pengangkatan tumor dan terapi medis lanjutan. Meski sedang berjuang melawan kanker, ia tetap aktif berkarya dan terbuka membagikan perjalanan kesehatannya.

Keterbukaan ini membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan ginjal.

Apa Itu Kanker Ginjal?
Kanker ginjal terjadi ketika sel-sel abnormal di ginjal berkembang tidak terkendali dan membentuk tumor.

Baca Juga: ASN Ngawi Siap-Siap! THR 2026 Rp48 Miliar OTW Cair! Tinggal Tunggu Juknis PP Nomor 9 Tahun 2026

Ginjal berfungsi menyaring darah, membuang zat sisa metabolisme, serta menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Jenis yang paling umum adalah karsinoma sel renal (renal cell carcinoma), yang berkembang dari sel-sel kecil dalam ginjal.

Kanker ini sering berkembang tanpa gejala jelas sehingga banyak penderita baru menyadari saat penyakit sudah lanjut.

Baca Juga: Meski Keuangan Daerah Tertekan, Pemkab Siak Pastikan TPP dan THR ASN Tetap Dibayar

Gejala Kanker Ginjal
Gejala biasanya muncul pada stadium lanjut:

- Darah dalam urine atau urine berwarna kemerahan

- Nyeri pinggang atau punggung bawah yang berlangsung lama

- Penurunan berat badan dan kelelahan tanpa sebab jelas

- Demam ringan berulang dan menurunnya nafsu makan

- Dalam beberapa kasus, tekanan darah tinggi atau anemia akibat gangguan fungsi ginjal

Baca Juga: Banyak Guru Belum Tahu! Status 'Dikunci Sudah Terbit SKTP' di Info GTK Bisa Jadi Sinyal TPG Segera Cair, Ini Cara Mengeceknya

Karena gejala tidak spesifik, deteksi dini menjadi tantangan utama.

Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab pasti kanker ginjal belum diketahui, tetapi beberapa faktor risiko antara lain:

- Merokok: Zat kimia dalam rokok dapat memicu mutasi sel kanker

- Obesitas: Kelebihan berat badan memengaruhi hormon dan metabolisme sel

Baca Juga: Sejarah Universitas Negeri Jakarta: Dari IKIP Jakarta hingga Menjadi Kampus UNJ yang Dikenal Saat Ini

- Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol

- Riwayat keluarga dengan kanker ginjal

- Paparan bahan kimia tertentu di lingkungan kerja, seperti logam berat atau zat industri

Baca Juga: Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka, Safaruddin Sindir Polri dan Minta Kasus Nabilah O’Brien Di-SP3

Pentingnya Deteksi Dini
Deteksi dini meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan. Pemeriksaan rutin dapat berupa tes darah, tes urine, atau pemeriksaan pencitraan seperti ultrasonografi dan CT scan.

Individu dengan faktor risiko tinggi dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga medis.

Cara Mencegah Kanker Ginjal
Beberapa langkah dapat menurunkan risiko:

Baca Juga: Top Tools to See Who Someone Recently Followed on Instagram (2026 Guide)

- Hidup sehat: Hindari merokok, konsumsi makanan bergizi, banyak serat, buah, dan sayuran

- Jaga berat badan ideal dan rutin berolahraga

- Kontrol tekanan darah agar tetap normal

- Minum air cukup untuk mendukung fungsi ginjal

- Hindari konsumsi obat-obatan berlebihan tanpa pengawasan dokter

Baca Juga: Sejarah Universitas Negeri Makassar: Berawal dari FKIP Unhas hingga Menjadi Kampus UNM yang Dikenal Saat Ini

Pelajaran Berharga
Perjuangan Vidi Aldiano mengingatkan bahwa penyakit serius dapat menyerang siapa saja, kapan saja.

Kesadaran terhadap gejala kanker ginjal, deteksi dini, dan dukungan keluarga menjadi kunci penting dalam menghadapi penyakit ini.

Menjaga kesehatan ginjal bukan hanya soal pengobatan, tapi juga gaya hidup sehat dan informasi yang tepat. ***