POJOKSATU.id - Ungkapan 'Kami dari 27 Mei' ini menjadi viral. Bisa disebut hanya setahun sekali menjadi trending. Namun sampai hari ini post mengenai itu masih trending hingga hari ini, Selasa (28/5/2024) dan mencapai 10,3 K.
Tanggal 27 Mei bukanlah hari besar nasional. Meski disebut-sebut sebagai hari tongkrongan nasional. Namun ungkapan 'Kami dari 27 bulan Mei' mendadak viral di media sosial hingga akhirnya menjadi trending di X.
Baik isi maupun tren berupa meme dan video juga tidak menjelaskan ungkapan tersebut. Apa sebenarnya ungkapan itu?
Berikut informasi dan penjelasan tentang 'Kami dari 27 Mei'.
Baca Juga: Menantu Mertua Serang yang Viral Divonis 9 Bulan Penjara, Terbukti Berzina di Persidangan
1. Berasal dari lagu Pulan Men alias Tongkrongan Sopan
Ungkapan 'Kami dari 27 bulan Mei' diambil dari lagu "Tongkrongan Sopan" karya PBSU 275.
Tanggal 27 bulan Mei sebenarnya tidak memperingati hari besar nasional, tetapi merupakan bagian dari lirik lagu ini.
Lagu internal ini sempat viral di TikTok pada tahun 2022 dan dikenal dengan judul "Tongkrongan Kami Bukan Tongkrongan Pecundang".
Geng para artis pun ramai menggunakan sound viral ini di media sosial.
2. Kami dari 27 bulan Mei trending di X
Ungkapan 'Kami dari 27 bulan Mei' menjadi tren di X Indonesia. Sejak pagi, ungkapan ini ramai dicuitkan oleh netizen di media sosial.
Netizen juga ramai membagikan meme artis-artis hingga kartun dengan tulisan yang dipasang 'Kami dari 27 bulan Mei'.
Bukan tanpa alasan, ungkapan ini memang trending karena tepat hari tersebut merupakan tanggal 27 Mei.
3. Lirik lagu Tongkrongan Kami Sopan - PBSU 275
Inilah asal mula ungkapan 'Kami dari 27 bulan Mei', sebuah lirik lagu dari kelompok Brother PBSU 275 dalam lagu Tongkrongan Kami Sopan. Lagu ini sebenarnya sudah dirilis sejak 1 Februari 2017. Berikut lirik lengkapnya.
Tongkrongan kami sopan,
Tongkrongan kami sopan
Tongkrongan yang bukan makan kawan (ya parah)Tongkrongan dia edan
Tongkrongan perkampungan
Tongkrongan yang ada di jembatan (broker anjing)
Getok ember kalo dibacok darah luber (darah luber)
Kalo dibacok darah luber
Kami remaja setia kawan bukan pesawat
Apa lagi yang ada di jembatan (broker anjing)
Anjing pesawat yang beraninya di kandangan ga berani berkoar di luaran
Malamnya turun hujan
Siangnya mentari
PBSU lagi wara-wiri
Walau musuh menghadang
Broker pun menerjang, PBSU tak kan pernah goyang (tak kan pernah goyang bos!)
Getok batu kalo dibacok manggil pertu (tak pertu pertu)
Kalo dibacok manggil pertu
Kami dari 27 bulan mei (bulan mei)
Ayo dong bantai kami (ayo dong bang)
Kalau elo punya nyali (kalau punya nyali ye)
Tongkrongan kami bukan tongkrongan pecundang (pecundang pecundang)
Kami siap membuktikan (membuktikan)
Cobalah daerah kampungan
Jalan ke depan dikit ketemu restupala (restupala)
Yang mukanya kaya karma
Gue bacok bilang emak (ah parah)
Jalan ke Setka Tengah ketemu silaturahmi (silaturahmi)
Tatarannya anjing nginjek tai (ya parah)
Sampe jamet jarang mandi (ya parah, mandi mandi mandi)
Jalan ke Sukajadi ketemu anak rindo (rindo kontol)
Bocahnya dongo-dongo (dongo dongo)
Doni acang gede bego
Jalan ke Duri B ketemu anak kampak (tak kampak)
Reptunya setan valak
Jagoannya dua sempak (ya parah)
Muter ke Banjir Kanal ketemu anak broker (broker anjing)
Yang katanya keker-keker
Rajip tolol makan ager (ya parah)
Jalan ke Pasar Kanuran ketemu anak pesawat (pesawat anjing)
Yang katanya rajin sholat (rajin sholat ga tuh!?)
Punya BR boleh ngembat (parah, maling maling)
All base kami bukan All base takut pedang
All base kami tak pernah mundur
Basis-basis kami tak akan takut pedang
Walau musuh bawa pedang panjang
Kami tahan dengan tas selempang
Kami tahan dengan tangan doang
Dar der dor pake besum, Minta gedor nih bang
Baca Juga: Tren Ponsel Lipat, Motorola Mengeluarkan Seri Terbarunya Razr 2024, Tampilan Layar Lebih Lebar
Tren 'Kami dari 27 bulan Mei' seperti sudah menjadi agenda tahunan di media sosial karena sudah dicanangkan seolah jadi 'Hari Tongkrongan Nasional'. Jika hari ini sudah lewat, kita tunggu ungkapan itu di tahun depan. ***




