POJOKSATU.id - Pada peringatan HUT RI ke-73 tahun 2018, sorotan tak terduga muncul dari Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Bukan pejabat yang menjadi berita utama, melainkan seorang siswa dari kelas 1 SMP yang penuh keberanian memanjat tiang bendera yang tinggi, untuk memperbaiki tali bendera yang tersangkut pada saat itu.

Tindakan spontan siswa kelas 1 SMP asal Belu tersebut membawa perubahan besar dalam kehidupan Yohanes Ande Kala atau lebih dikenal dengan nama Joni.

Saat ini, di tahun 2023, Joni telah menginjak usia 17 tahun dan menempuh pendidikan di kelas 1 SMA.

Baca Juga: Dihadiri Sederet Artis, Musisi, Hingga Gen Z, Gabungan Seniman Indonesia Rayakan HUT Ke-78 RI

Mengulik dari portal Victorynews. Memaparkan bahwa tampak Joni telah mengalami transformasi yang luar biasa menjadi seorang pemuda yang memikat.

Rumah Joni terletak di sekitar wilayah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste, hanya dalam jarak 30 menit dari Kota Atambua.

Demi mengejar impian pendidikannya, Joni dengan tekad bulat memilih untuk menetap di pusat kegiatan Kota Atambua, yang juga menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Belu.

Kini, berkat usahanya yang gigih, Joni berhasil meraih beasiswa yang membawanya menuju gerbang pendidikan di SMA Negeri 1 Atambua.

Joni memiliki pandangan bahwa untuk memperoleh kemudahan dalam mencapai sekolah, ia memilih tinggal di kediaman pribadi Dandim.

Baca Juga: Peresmian Gedung YPCH, Anak Muda Papua Siapkan Paskibra dan Yel-yel Nasionalisme

Hari-hari Joni tidak hanya asyik dalam pembelajaran, tetapi juga tekun dalam menjalani sesi olahraganya.

"Saat pagi untuk sekolah, dan sore untuk olahraga, itulah jadwal harianku," kata Joni sambil tersenyum.

Penuh semangat mewujudkan impian menjadi tentara, Joni tengah mempersiapkan dirinya secara fisik sebelum ujian seleksi mendatang.

Melihat rumah orangtuanya yang sudah tidak layak huni, inisiasi membuat rumah yang layak untuk Joni dan keluarganya mulai dilakukan.

Setelah rumah selesai dibangun, Joni dan keluarga bisa tinggal dengan nyaman.

Bahkan rumah Joni juga sering dikunjungi wisatawan untuk sekedar berfoto dan bertemu Joni.

Ternyata, tempat tinggal yang luar biasa itu adalah hadiah tak ternilai dari Presiden Jokowi, sebagai penghargaan atas aksinya yang heroik saat memanjat tiang bendera pada saat itu.

Baca Juga: Ridwan Kamil Sebut Paskibraka Jabar Adalah Teladan Generasi Muda

Rumah Joni kini masih tampak terawat, begitupula dengan taman di sekitarnya serta prasasti peresmian rumah.

Di balik rumah Joni, terletak makam ayahnya yang telah berpulang ke alam lain.

Sebelumnya, tindakan heroik yang dilakukan oleh Joni telah menarik sorotan besar dari masyarakat.

Bahkan, prestasinya membawanya ke Istana Negara diundang untuk bertemu Presiden Joko Widodo pada tanggal 20 Agustus 2018.

Ingatlah pada saat Joni dengan berani memanjat tiang bendera saat peringatan HUT RI ke-73 di Pantai Motaain, di tengah Desa Silawan, wilayah Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada tahun 2018.

Baca Juga: Anggota Paskibraka Kota Bandung Dikukuhkan, Plh Walikota: Harus Jadi Contoh Bagi Generasi Muda

Kisah itu terjadi saat Joni masih duduk di bangku kelas 1 SMP Negeri Silawan.

Ketika tali yang seharusnya mengikat bendera terlepas dan terjebak di puncak tiang, Joni tak ragu untuk memanjat dan memperbaikinya.

Pada momen penting itu, Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan, meminta Joni untuk naik ke podium dengan penuh bangga.

"Dengan berani Joni memanjat tiang bendera, dia menggambarkan semangat pahlawan dalam mempertahankan negara.

Saya mengatakan kepadanya bahwa dedikasi para pahlawan dahulu sangat luar biasa," ungkap Ose.

Sejak saat itu, Joni menjadi nama yang dikenal luas di NTT dan seluruh penjuru Indonesia.***