POJOKSATU.id - Jelang Imlek, banyak vihara yang bisa kita kunjungi. Salah satunya Vihara Hemadhiro Mettavati di Cengkareng yang indah ini.

Pengunjung akan disambut dua patung yakkha (dewa) yang membuka keindahan arsitektur Vihara Hemadhiro Mettavati Cengkareng.

Terletak di tengah perkampungan Kapuk Raya, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat, bangunan Vihara Hemadhiro Mettavati terlihat tinggi dan megah dengan kilauan warna emas.

Di sisi kanan dan kiri anak tangga Vihara Hemadhiro Mettavati Cengkareng, terdapat hiasan dua ekor naga yang menambah indah ekstotika arsitekturnya.

Baca Juga: Baru Tahu, Mahamevnawa Dubai Satu-satunya Vihara di Jazirah Arab, Lokasinya Ada di Sini

Vihara Hemadhiro Mettavati Cengkareng ini tidak hanya menunjukkan keindahan arsitekturnya, tetapi juga hangatnya suasana dan semangat toleransi antar umat.

Jika kita melihat ke sebelah kiri bangunan vihara, kita akan menemukan sebuah bangunan berbeda dan menjadikan vihara ini makin unik. Itulah Mushola Yafat bin Mustofa.

Hal ini memperlihatkan kehangatan dan semangat toleransi antar umat beragama di Indonesia yang dibangun oleh Vihara Hemadhiro Mettavati.

Apalagi masyarakat di sekitar Kapuk Raya ini mayoritas merupakan muslim. Bahkan vihara ini dikelilingi lima masjid dan tiga mushola.

Vihara Hemadhiro Mettavati berdiri di tengah perkampungan Kapuk Raya, Gang Mawar SCB, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Diresmikan pada Juni 2019 dengan luas area 2.142 m². Gaya arsitektur vihara ini mengikuti gaya arsitektur khas Thailand.

Baca Juga: Keunikan Vihara Dewi Kwan Im Palembang Berusia 291 Tahun, Ada Makam Ju Sin Kong Panglima Beragama Islam

Kombinasi desain klasik dan modern memberikan kesan estetika yang tinggi.

Vihara ini juga terbuka untuk umum. Bangunan utama vihara ini adalah ruang dhammasala, yang diakses melalui 24 anak tangga.

Selain itu, terdapat juga ruang meditasi dan ruang serbaguna.

Di area luar ruangan dhammasala, terdapat 15 kuti, tempat berdiamnya para bhikkhu.

Vihara dan mushola ini baru diresmikan pada 30 Juni 2019 setelah proses pembangunan sejak 2015.

Masyarakat Kapuk Raya juga menyambut baik keberadaan mushola di kompleks vihara ini.

Setiap Jumat awal bulan, umat Islam mengadakan doa atau dzikir bersama di sana, tanpa ada masalah dalam jadwal ibadah.

Kebaktian sengaja hanya diselenggarakan pada hari Minggu mulai pukul 9 pagi.

Ruang kebaktian untuk anak-anak sekolah Minggu berada di lantai bawah, sementara untuk kebaktian umum berada di Baktisala Utama.

Kegiatan kebaktian tidak akan bertabrakan dengan adzan karena sudah selesai sebelum pukul 12 siang.

Vihara ini juga sering mengadakan acara buka puasa bersama.

Baca Juga: Wisata Religi ke Masjid Cheng Ho Palembang, Begini Makna Simbol Menara di Sana

Ketika adzan maghrib berkumandang sebagai tanda berbuka puasa bagi umat Muslim, beberapa pemuda Buddha dengan gesit mendistribusikan kotak kurma kepada umat muslim yang hadir.

Berbagai hidangan khas untuk berbuka puasa disajikan, mulai dari kolak, es buah, berbagai jenis kue tradisional, hingga bakpau.

Setelah umat muslim menikmati hidangan berbuka puasa, para Banthe dengan jubah kuning khasnya dengan segera membersihkan karpet yang akan digunakan untuk shalat maghrib.

Shalat maghrib berjemaah kemudian dilakukan di halaman Vihara Hemadhiro Mettavati.

Keakraban antara umat Buddha dan Muslim semakin terasa saat mereka makan malam bersama setelah shalat berjemaah.

Para Banthe dan umat Muslim saling membantu dalam menyajikan makanan.

Selain mengundang warga dan anak yatim untuk berbuka puasa bersama, pihak Vihara juga memberikan bantuan untuk renovasi mushola dan masjid di sekitar Vihara Hemadhiro Mettavati.***