POJOKSATU.ID- Penyakit "ain" atau "ain al-hasud" atau biasa disebut dengki dapat diserang oleh pandangan mata atau mata hasad dengan orang lain.
Istilah "ain" sendiri secara harfiah berarti "mata" dalam bahasa Arab.
Penyakit Ain sering kali terkait dengan pandangan negatif atau iri hati dari orang lain yang dapat berdampak buruk pada kesehatan atau keberuntungan seseorang.
Penyakit ain dianggap sebagai masalah spiritual atau gaib yang dapat menyebabkan berbagai masalah fisik, emosional, atau sosial. Beberapa gejala atau dampak yang dikaitkan dengan penyakit ain antara lain:
Orang yang dipercayai terkena penyakit ain bisa mengalami berbagai gejala fisik seperti sakit kepala, badan lemas, mual, atau bahkan masalah kesehatan yang lebih serius seperti sakit perut.
Baca Juga: Mencari Destinasi Wisata Alam di Yogyakarta? Inilah 10 Tips Terbaiknya!
Keyakinan ini juga mencakup aspek keberuntungan atau rezeki seseorang.
Orang yang dipercayai menjadi korban ain dapat mengalami kemunduran dalam kehidupan atau kegagalan dalam usaha-usaha mereka.
Penyakit ain juga dapat berdampak pada kondisi emosional dan mental seseorang, seperti meningkatnya stres, kecemasan, atau depresi akibat keyakinan bahwa mereka diserang oleh pandangan mata hasad orang lain.
Keyakinan tentang penyakit ain juga dapat mempengaruhi hubungan sosial seseorang dengan orang lain, terutama jika ada kecurigaan atau kekhawatiran bahwa ada orang yang iri hati atau memandang negatif terhadap mereka.
Penting untuk diingat bahwa pandangan tentang penyakit ain bervariasi di berbagai budaya dan konteks, dan tidak selalu diakui secara ilmiah atau medis.
Baca Juga: Fakultas Hukum UBP Karawang Tingkatkan Kualitas Mahasiswa dengan Pelatihan Softskill dan Hardskill
Menurut pandangan Islam, penyakit ain dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu :
• Pandangan dari orang yang sebenarnya mempunyai tabiat buruk di dalam hatinya terdapat rasa hasud, dengki dan ingin mencelakai terhadap orang yang dipandangnya.
• Pandangan kekaguman atau ketakjuban kepada orang, sehingga akan timbul rasa dengki tetapi kekaguman tersebut tidak disertai dzikir kepada Allah SWT.
Selain itu, penyakit ain juga dijelaskan dalam Al–Qur’an surat Al-Qalam ayat 51,
وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْلِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهٗ لَمَجْنُوْنٌ ۘ
Artinya:
“Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengarkan Al–Qur’an dan mereka berkata: ‘Sesungguhnya ia (Muhammad) benar–benar orang yang gila.”
Baca Juga: Operasi Keselamatan Toba 2024 Berakhir, Polda Sumut: Berhasil Tekan Angka Kecelakaan
Efek dari pandangan ain ini dapat bermacam–macam, ada yang bisa membuat orang dipandang celaka, sakit atau bahkan hingga menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, penyakit ini digolongkan sebagai penyakit yang tidak dapat dideteksi secara medis dan berbahaya karena pada dasarnya semua orang mempunyai kekuatan tertentu dalam pandangannya.
Penyakit ain ini tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi dapat menyerang anak–anak. Hal ini biasanya ditandai ketika orang tua sudah membawa anak untuk berobat ke berbagai tempat, tetapi tetap tidak ada hasil, karena penyakitnya bukan berasal dari sisi medis.
Dikutip dari buku yang berjudul “Thibbun Nabawi: Tinjauan Syari’at dan Medis”, istri Imran pernah berdoa ketika melahirkan Maryam. Allah SWT berfirman:
“Fa Imma wada’at-ha qalat rabbi inni wada’tuha unsa, wallahu a’lamu bima wada’at, wa laisaz-zakaru kal–unaa, wa inni sammaituha maryama wa inni u’izuha bika wa zurriyyataha minasy-syaitanir-rajim.”
Baca Juga: Waspada Penipuan Jelang Lebaran 2024, 3 Modus Ini Kerap Digunakan Pelaku untuk Menguras Uang Anda
Artinya: “Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkan seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.
Cara Mengobati Penyakit Ain :
Cara mengobati penyakit ain dengan membiasakan membaca Surat Al–Falaq, Surat An- Naas dan Surat Al–Ikhlas di pagi dan sore hari setiap hari. Menurut sebuah hadist Nabi berkata :
Artinya: “ Ketika Anda memasuki malam dan ketika Anda bangun di pagi hari tiga kali dan itu akan melindungi Anda dari segalanya.” (Tirmidzi 3575).
Baca Juga: Mengubah Bisnis Tradisional Anda ke Era Digital: Panduan Praktis untuk Pemilik Usaha di Jogja
Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga mengajari kita beberapa doa lain yang harus dibaca untuk mencari perlindungan Allah SWT dari kejahatan yang ada di dunia ini. Di antara doa shahih untuk perlindungan yang telah diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW adalah:
Artinya: “Saya mencari perlindungan dalam kata-kata Allah yang sempurna dari kejahatan yang telah Dia ciptakan.” (Muslim 4881)
Bagi beberapa orang, penyakit ain mungkin dianggap sebagai bagian dari kepercayaan spiritual atau kebudayaan yang perlu ditangani dengan cara-cara yang sesuai dengan keyakinan dan nilai-nilai mereka. ***



