POJOKSATU.id - Tempat usaha memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas bisnis, baik dari sisi operasional maupun kenyamanan untuk pelanggan.

Kondisi bangunan yang rapi dan sesuai kebutuhan dapat membantu kelancaran kegiatan sehari-hari.

Karena itu, renovasi sering dilakukan untuk menyesuaikan fungsi ruang atau memperbaiki kondisi bangunan yang sudah tidak optimal.

Namun, renovasi tempat usaha bukan perkara sederhana.

Selain membutuhkan perencanaan teknis, alokasi dana juga menjadi hal yang perlu diperhatikan sejak awal.

Tanpa pengaturan yang jelas, biaya renovasi bisa membengkak dan berpengaruh pada keuangan usaha.

Menurut latestcost.com, biaya renovasi bangunan komersial bisa mencapai sekitar 70 hingga 450 dolar AS per square foot, tergantung tingkat pekerjaan dan kebutuhan bangunan.

Sementara itu, bangunprimaindah.id mencatat bahwa biaya renovasi di Indonesia dapat berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp8 juta per meter persegi.

Nah, ini dia beberapa cara mengatur budget untuk renovasi tempat usaha.

Cara Mengatur Budget Renovasi Tempat Usaha

1. Tentukan Skala Renovasi Sejak Awal

Menentukan skala renovasi menjadi langkah awal yang penting agar pengeluaran tidak melebar.

Renovasi ringan tentu membutuhkan biaya yang berbeda dibandingkan renovasi menyeluruh.

Dengan mengetahui batas pekerjaan yang akan dilakukan, alokasi dana bisa disesuaikan tanpa mengganggu kebutuhan usaha lainnya.

2. Susun Perkiraan Biaya Secara Bertahap

Perkiraan biaya sebaiknya disusun secara sederhana namun tetap mencakup kebutuhan utama.

Biaya renovasi tempat usaha biasanya meliputi material, tenaga kerja, serta penyesuaian interior.

Menurut Block Renovation, renovasi ruang ritel rata-rata berada di kisaran 155 dolar AS per square foot, yang menunjukkan bahwa kebutuhan biaya dapat cukup besar tergantung jenis usaha.

3. Pisahkan Anggaran Untuk Setiap Kebutuhan

Memisahkan anggaran untuk material, tenaga kerja, dan kebutuhan tambahan membantu menjaga pengeluaran tetap terkontrol.

Dengan pembagian yang jelas, setiap pengeluaran dapat dipantau tanpa saling tercampur, sehingga memudahkan evaluasi selama proses renovasi berlangsung.

4. Siapkan Dana Cadangan Untuk Antisipasi

Dalam praktiknya, biaya renovasi sering berubah di tengah jalan.

Dilansir dari brighton.co.id, dana cadangan sekitar 10 hingga 20 persen dari total anggaran perlu disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan.

Dengan adanya cadangan, proses renovasi dapat tetap berjalan tanpa harus menghentikan pekerjaan.

5. Perhatikan Kondisi Bangunan Sejak Awal

Kondisi awal bangunan sangat memengaruhi besaran biaya renovasi.

Bangunan dengan kerusakan struktur biasanya membutuhkan biaya lebih besar dibandingkan perbaikan ringan.

Faktor kondisi bangunan dan lokasi bangunan juga menjadi penentu utama dalam besaran biaya renovasi.

6. Temukan Solusi Dana Tambahan yang Bisa Diandalkan

Ketika merasa dana yang dimiliki belum cukup untuk merenovasi tempat usaha, mencari solusi dana tambahan bisa jadi opsi.

Saat ini ada opsi pinjaman online cepat cair yang pengajuan mudah dan tanpa perlu jaminan.

Ini bisa jadi solusi dana tambahan yang bisa diandalkan yang bisa mendukung renovasi tempat usaha di saat membutuhkan.

Namun, tentu saja ketika menggunakannya harus dengan bijak dan disesuaikan dengan kemampuan finansial.

Salah satu aplikasi pinjaman online yang dapat dipertimbangkan adalah Adapundi.

Layanan pinjaman daring legal yang proses pencairannya cepat, setelah pengajuan dana bisa langsung masuk ke rekening, tidak perlu menunggu 24 jam.

Untuk mengajukan pinjaman di Adapundi prosesnya pun mudah, karena semua dilakukan online, cukup dengan KTP dan nomor HP, Anda bisa mengajukan dana kapan saja tanpa terbatas waktu atau mengorbankan waktu produktif Anda.

Selain menawarkan proses pencairan cepat dan proses mudah, Adapundi juga bisa diandalkan dalam memberikan layanan yang menjaga data privasi, karena sudah tersertifikasi ISO 27001:2022, standar maksimal untuk sistem manajemen keamanan informasi.

Pengaturan budget yang rapi membantu renovasi tempat usaha berjalan lebih terarah.

Dengan perencanaan yang jelas, proses renovasi dapat diselesaikan tanpa tekanan biaya yang berlebihan.

Jika diperlukan, akses pendanaan yang tepat bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kegiatan usaha tetap berjalan dengan baik.