POJOKSATU.id — Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Dr Tatacipta Dirgantara, mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan.
Berdasarkan survei internal kampus, sekitar 60 persen mahasiswa ITB mengaku merasa salah jurusan selama menjalani masa perkuliahan.
Kondisi tersebut berdampak pada arah karier lulusan ITB yang banyak bekerja di bidang lintas jurusan dari yang mereka tempuh saat kuliah.
Baca Juga: KUR BRI Bisa Gagal Jika Punya Kredit Konsumtif? Simak Faktanya di Sini
Fakta ini, menurut Tatacipta, menjadi tantangan serius bagi perguruan tinggi maupun calon mahasiswa.
"Dan ternyata menurut survei 60% mahasiswa yang diterima di ITB merasa salah jurusan 60%. Jadi itu masalah buat kita," katanya dalam acara Open House ITB 2026.
Fenomena salah jurusan bukan hanya terjadi di ITB, tetapi juga dialami banyak mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.
Baca Juga: Ingin Studi S3 ke Austria? Beasiswa IASP 2026 Tawarkan Biaya Penuh untuk Dosen
Agar hal serupa tidak terulang, calon mahasiswa perlu lebih matang dalam menentukan pilihan jurusan sejak awal.
Berikut sejumlah tips agar tidak salah jurusan kuliah:
Langkah pertama adalah mengenali minat dan bakat sejak dini.
Perhatikan mata pelajaran yang paling disukai, aktivitas yang membuat betah berjam-jam, serta kemampuan yang menonjol. Biasanya, minat dan bakat memiliki keterkaitan erat dengan jurusan yang cocok.
Baca Juga: Besok Tepat 3 Pekan Bencana, 82 Desa di Aceh Tengah dan 59 Desa di Bener Meriah Masih Terisolasi
Selanjutnya, pelajari karakter setiap jurusan secara mendalam. Jangan terpaku pada nama jurusan semata.
Cari tahu mata kuliah inti, metode pembelajaran, beban tugas, hingga porsi praktik atau riset yang harus dijalani mahasiswa.
Calon mahasiswa juga perlu menyesuaikan pilihan jurusan dengan tujuan karier.
Bayangkan bidang pekerjaan yang ingin ditekuni setelah lulus, lalu telusuri jurusan yang paling relevan dan realistis untuk mencapai tujuan tersebut.
Baca Juga: Uniqlo Buka Global Management Program 2026, Mahasiswa S1 Bisa ke Jepang Gratis
Mencari informasi dari sumber langsung juga sangat penting.
Membaca kurikulum resmi kampus, mengikuti webinar pendidikan, atau bertanya langsung kepada mahasiswa dan alumni bisa memberikan gambaran nyata tentang kehidupan di jurusan tersebut.
Selain itu, pertimbangkan peluang kerja dan perkembangan industri di masa depan tanpa mengabaikan minat pribadi.
Keseimbangan antara passion dan prospek kerja akan membantu membangun karier yang berkelanjutan.
Baca Juga: Tak Perlu ke Kantor Cabang, Ini Cara Mengajukan KUR BRI Secara Online
Mengikuti tes minat dan bakat juga bisa menjadi opsi.
Tes psikologi atau asesmen karier mampu memetakan potensi dan kecenderungan akademik secara lebih objektif.
Calon mahasiswa juga disarankan tidak ikut-ikutan tren atau tekanan lingkungan.
Baca Juga: BPNT Tahap 4 Jabar Belum Cair? Warga Bogor Bisa Lapor Lewat TAROS Dinsos
Pilihan jurusan seharusnya lahir dari kesadaran diri, bukan karena pengaruh teman, orang tua, atau jurusan yang sedang populer.
Evaluasi kemampuan akademik juga tak kalah penting.
Kenali kesiapan diri menghadapi mata kuliah yang dominan, apakah lebih kuat di hitungan, hafalan, analisis, atau praktik lapangan.
Sebagai langkah antisipasi, siapkan beberapa alternatif jurusan yang masih satu rumpun.
Baca Juga: KKS Peralihan Pos Terhambat? Ini Dokumen yang Diverifikasi di SIKS-NG
Hal ini bisa mengurangi rasa penyesalan jika tidak lolos di pilihan utama.
Terakhir, jangan ragu untuk berkonsultasi sebelum mengambil keputusan.
Diskusikan pilihan jurusan dengan guru BK, dosen, atau konselor pendidikan agar keputusan yang diambil lebih matang dan terarah.***




