POJOKSATU.id - Memilih hewan kurban saat Idul Adha 2026 atau 1447 H ternyata bukan hanya soal harga atau ukuran tubuh hewan.

Banyak orang biasanya dihadapkan pada pilihan antara sapi, kerbau, kambing, atau domba tanpa mengetahui karakteristik masing-masing jenis daging tersebut.

Padahal, setiap jenis daging memiliki perbedaan yang cukup mencolok, mulai dari warna, tekstur, aroma, hingga kandungan nutrisinya.

Baca Juga: Lagi dan Lagi, Demi Keselamatan KAI Daop 3 Cirebon Tutup Perlintasan Sebidang Ilegal di Kabupaten Subang

Perbedaan ini juga berpengaruh terhadap cita rasa dan cara pengolahan daging setelah penyembelihan.

Dosen Fakultas Peternakan IPB University, Dr Henny Nuraini, menjelaskan bahwa karakteristik fisik dan nutrisi daging dipengaruhi banyak faktor, mulai dari jenis hewan, umur, jenis kelamin, pakan, hingga penanganan sebelum dan sesudah pemotongan.

“Perbedaan fisik dan nutrien daging bisa dipengaruhi oleh jenis hewan, umur, jenis kelamin, pakan, penanganan sebelum dan sesudah pemotongan, aktivitas otot, metode pemasakan, dan reaksi kimia yang terjadi,” kata Henny.

Baca Juga: Saat Terakhir Siswi SMK Nias Utara Sebelum Tewas, Sempat Pulang Sekolah Bareng Adik Kandung

Warna Daging Dipengaruhi Kandungan Myoglobin
Menurut Henny, warna daging sangat dipengaruhi oleh kandungan pigmen myoglobin yang terdapat di dalam otot hewan.

“Warna daging sangat ditentukan oleh kandungan pigmen myoglobin. Semakin tinggi kandungan myoglobin, semakin intens warna dagingnya,” ujarnya.

Ketika daging terkena udara, pigmen myoglobin akan berubah menjadi oksimioglobin yang menghasilkan warna merah cerah.

Baca Juga: Kejari Karawang Usut Dugaan Korupsi KPR BTN Proyek Citra Swarna Grand dan Kartika Residence, 91 Saksi Sudah Diperiksa

Namun setelah beberapa waktu, warna daging bisa berubah menjadi merah kecokelatan karena terbentuknya metmyoglobin.

Henny menjelaskan bahwa daging sapi umumnya memiliki warna merah cerah atau bright cherry, terutama jika masih segar. Sementara daging kerbau cenderung lebih gelap.

Adapun daging domba memiliki warna merah terang hingga merah bata. Sedangkan warna daging kambing lebih menyerupai merah muda dan tidak secerah daging sapi.

“Perbedaan warna ini juga dapat mengindikasikan adanya perlakuan berbeda,” imbuhnya.

Tekstur Daging Menentukan Tingkat Keempukan
Selain warna, tekstur juga menjadi penanda kualitas daging yang mudah dikenali.

Baca Juga: Perempuan Haid Tetap Bisa Wukuf Saat Haji, Lalu Bolehkah Tawaf? Ini Penjelasan Ulama

Tekstur menggambarkan kondisi permukaan daging saat disentuh, dilihat, maupun dikunyah.

“Tekstur kasar umumnya menandakan daging yang keras atau alot. Sebaliknya, tekstur halus mengindikasikan keempukan,” jelas Henny.

Daging sapi memiliki serat dengan ukuran sedang dan renggang sehingga terasa tidak terlalu kaku. Sementara daging kerbau memiliki serat lebih kasar dan padat.

Menurut Henny, serat kasar pada kerbau biasanya ditemukan pada kerbau tua sehingga teksturnya lebih alot.

Baca Juga: Oknum TNI Diduga Terlibat Tambang Ilegal di Madina, Aliansi Mahasiswa Pemuda Gelar Aksi di Pomdam

Namun daging kerbau muda ternyata tetap memiliki tingkat keempukan yang cukup baik dan tidak jauh berbeda dari sapi.

Untuk daging kambing dan domba, teksturnya cenderung lebih halus dibanding daging sapi karena ukuran seratnya lebih kecil.

Hal ini membuat daging kambing dan domba umumnya terasa lebih empuk saat dimasak dengan benar.

Baca Juga: Hasil TKA 2026 SD dan SMP Sudah Bisa Dicek! Ini Cara Mudah Akses dan Jadwal Resminya

Aroma Setiap Daging Juga Berbeda
Aroma menjadi salah satu faktor yang paling mudah dikenali saat mengolah daging kurban.

Henny mengatakan bahwa setiap jenis daging memiliki aroma khas yang berasal dari senyawa volatile.

“Daging segar tidak berbau menyengat atau amis. Bau anyir atau tengik menandakan daging telah rusak karena pertumbuhan bakteri dan jamur,” jelasnya.

Daging sapi dikenal memiliki aroma yang lebih lembut dan mudah diterima banyak orang. Daging kerbau memiliki aroma yang sedikit lebih tajam.

Baca Juga: Pengumuman Kelulusan Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2026 Dilaksanakan pada 4 Juni 2026? Cek Faktanya!

Sementara daging kambing, terutama kambing jantan dan berusia tua, memiliki bau prengus yang lebih kuat.

Adapun aroma daging domba mirip kambing tetapi tidak terlalu tajam.

Penanganan Daging Kurban Harus Diperhatikan
Henny juga mengingatkan bahwa semua jenis daging tetap merupakan sumber protein hewani yang baik bagi tubuh.

Namun karena kandungan gizinya tinggi dan mudah dicerna, daging juga cepat rusak jika tidak ditangani dengan benar.

Baca Juga: 13 Perguruan Tinggi di Garut yang Bisa Jadi Pilihan Kuliah, dari Kampus Negeri hingga Keagamaan

Karena itu, proses penanganan daging kurban mulai dari pemotongan hingga distribusi perlu diperhatikan agar kualitasnya tetap terjaga.

“Penanganan yang baik akan memberikan manfaat optimal. Hindari kontaminasi dari pemotongan hingga penanganan, segera distribusikan atau masak.

Jika tidak langsung dimasak, simpan daging di kulkas atau bekukan untuk menjaga kualitasnya,” pungkas Henny. ***