POJOKSATU.id — Hari Raya Iduladha selalu identik dengan pembagian daging qurban yang kemudian diolah menjadi aneka sajian menggugah selera.
Berbagai menu khas seperti sate, gulai, tongseng, semur hingga rendang pun kerap menjadi pilihan favorit keluarga.
Meski demikian, tidak sedikit masyarakat yang mendapati hasil olahan daging qurban justru terasa keras, alot, bahkan kurang nyaman saat dikunyah.
Banyak orang mengira tekstur daging yang alot disebabkan kualitas daging yang kurang baik.
Padahal, kondisi tersebut sering kali dipengaruhi oleh kesalahan saat mengolahnya.
Mulai dari kebiasaan langsung mencuci daging, teknik pemotongan yang kurang tepat, hingga penggunaan suhu memasak yang tidak sesuai dapat memengaruhi kelembutan tekstur daging.
Baca Juga: Bupati Bandung Warning Pungli SPMB 2026: Titip-Titipan Bisa Berurusan dengan Polisi
Supaya hasil masakan lebih empuk, lezat, dan tetap nikmat disantap, ada sejumlah langkah sederhana yang bisa diterapkan saat mengolah daging qurban.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah menghindari kebiasaan langsung mencuci daging setelah diterima, terutama jika belum akan segera dimasak.
Daging segar sebenarnya lebih baik disimpan terlebih dahulu tanpa dicuci karena air dapat mempercepat perubahan tekstur serta meningkatkan risiko penyebaran bakteri melalui percikan.
Baca Juga: Rating Drakor The Legend of Kitchen Soldier Tembus 6 Persen, Begini Sinopsis Drama Park Jihoon
Jika terdapat bagian yang terlihat kotor, cukup bersihkan permukaannya menggunakan tisu dapur bersih sebelum disimpan dalam wadah tertutup di kulkas atau freezer.
Selain itu, daging qurban yang baru dipotong umumnya masih mengalami fase kekakuan otot atau rigor mortis.
Kondisi ini membuat serat daging terasa lebih tegang sehingga teksturnya menjadi lebih keras ketika langsung dimasak.
Oleh sebab itu, daging disarankan didiamkan terlebih dahulu di dalam lemari pendingin selama beberapa jam atau semalaman agar serat otot lebih rileks dan menghasilkan tekstur yang lebih empuk saat diolah.
Baca Juga: Catat! 3 Syarat Pencairan TPG Mei 2026 Bagi Guru ASN Maupun Non ASN!
Cara memotong daging juga menjadi faktor penting yang sering diabaikan.
Kesalahan umum yang banyak terjadi adalah memotong mengikuti arah serat daging.
Teknik tersebut justru membuat tekstur terasa lebih liat ketika dimakan.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih lembut, potonglah daging melintang atau berlawanan arah dengan serat agar serat otot menjadi lebih pendek dan mudah dikunyah.
Baca Juga: Jangan Tergiur Murah! Ini 10 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Mobil Bekas
Penggunaan bahan alami juga bisa menjadi solusi untuk membantu melunakkan tekstur daging.
Beberapa bahan seperti nanas, pepaya muda, kiwi, atau jahe diketahui memiliki kandungan enzim yang dapat membantu mengempukkan daging.
Namun, penggunaannya tetap perlu diperhatikan agar tidak berlebihan.
Daging cukup dilumuri bahan tersebut sekitar 15 hingga 30 menit sebelum dimasak supaya teksturnya tidak berubah menjadi terlalu lembek.
Baca Juga: Kemacetan Warnai Event Lari Bandung, Pemkot Kaji Ulang Rekayasa Jalan
Saat proses memasak berlangsung, pemberian garam juga perlu diperhatikan.
Menambahkan garam terlalu awal sering kali membuat cairan alami pada daging keluar lebih banyak sehingga teksturnya menjadi keras.
Untuk menjaga kelembapan daging tetap baik, garam lebih disarankan dimasukkan mendekati akhir proses memasak.
Pemilihan suhu memasak pun tidak kalah penting. Menggunakan api besar memang dapat mempercepat proses matang, tetapi sering kali membuat bagian luar daging cepat mengeras sementara bagian dalam masih alot.
Baca Juga: Cara Menonaktifkan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Bisa Online atau Harus ke Kantor?
Pada hidangan berkuah atau berbumbu pekat seperti gulai, semur, dan rendang, memasak menggunakan api kecil dalam waktu lebih lama dinilai lebih efektif untuk membantu jaringan ikat daging melunak secara perlahan.
Tak hanya itu, teknik marinasi juga dapat diterapkan sebelum memasak.
Merendam daging menggunakan campuran bumbu seperti yogurt, bawang, air jeruk nipis, atau aneka rempah tidak hanya membantu membuat tekstur lebih lembut, tetapi juga efektif mengurangi aroma khas daging yang terkadang kurang disukai.
Agar hasilnya maksimal, marinasi bisa dilakukan selama 30 menit hingga satu jam sebelum proses memasak dimulai.
Dengan pengolahan yang tepat, daging qurban dapat menghasilkan hidangan yang lebih empuk, lezat, dan menggugah selera untuk disantap bersama keluarga.
Mulai dari cara penyimpanan, teknik memotong, hingga metode memasak menjadi faktor penting yang menentukan kualitas hasil akhir masakan.***




