POJOKSATU.id — Tersedak makanan merupakan salah satu kondisi darurat yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan dialami oleh siapa saja, baik anak-anak, orang dewasa, maupun lansia.
Kondisi ini terjadi ketika makanan atau benda asing masuk ke saluran pernapasan sehingga menghambat aliran udara menuju paru-paru.
Apabila sumbatan terjadi secara menyeluruh, korban dapat mengalami kesulitan bernapas, kekurangan oksigen, hingga kehilangan kesadaran hanya dalam hitungan menit.
Baca Juga: Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal, Program, hingga Syarat Terbaru
Karena itu, setiap orang sebaiknya mengetahui cara memberikan pertolongan pertama yang tepat saat menghadapi kondisi tersebut.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan bahwa seseorang benar-benar mengalami tersedak.
Beberapa tanda yang umumnya muncul antara lain korban tidak mampu berbicara, tidak bisa batuk atau hanya mengeluarkan batuk yang lemah, mengalami kesulitan bernapas, memegang leher sebagai isyarat meminta pertolongan, hingga bibir atau wajah mulai membiru akibat berkurangnya pasokan oksigen.
Baca Juga: Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Karawang Minta Anggota Cepat Respons Keluhan Warga
Namun, apabila korban masih mampu berbicara atau batuk dengan kuat, sebaiknya dorong ia untuk terus batuk karena mekanisme tersebut merupakan cara alami tubuh mengeluarkan benda yang menyumbat saluran napas.
Apabila korban sudah tidak mampu berbicara maupun batuk, segera berikan pertolongan dengan melakukan lima pukulan pada bagian punggung.
Posisikan tubuh korban sedikit membungkuk ke depan agar benda yang menyumbat lebih mudah keluar, kemudian berikan lima pukulan yang cukup kuat menggunakan telapak tangan pada bagian tengah punggung, tepat di antara kedua tulang belikat.
Baca Juga: Daftar Mata Uang Tertinggi di Dunia dan Peluang Trading di 2026
Jika setelah lima pukulan sumbatan masih belum keluar, langkah berikutnya adalah melakukan Manuver Heimlich atau dorongan perut.
Caranya, berdirilah di belakang korban, lingkarkan kedua tangan di sekitar pinggangnya, lalu kepalkan salah satu tangan dan letakkan tepat di atas pusar.
Pegang kepalan tersebut menggunakan tangan lainnya, kemudian lakukan hentakan cepat ke arah dalam dan ke atas.
Gerakan ini dapat diulangi hingga lima kali atau sampai benda yang menyumbat berhasil keluar.
Bila diperlukan, lakukan secara bergantian antara lima pukulan di punggung dan lima dorongan perut hingga korban kembali dapat bernapas atau bantuan medis tiba.
Dalam kondisi yang lebih serius, korban mungkin kehilangan kesadaran akibat kekurangan oksigen.
Jika hal itu terjadi, segera minta orang di sekitar menghubungi layanan darurat.
Apabila memiliki kemampuan melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), segera lakukan tindakan tersebut sambil menunggu petugas medis datang.
Setiap kali membuka jalan napas, periksa apakah benda penyumbat terlihat jelas di dalam mulut.
Jika terlihat dan mudah dijangkau, keluarkan secara perlahan.
Hindari memasukkan jari ke dalam mulut tanpa melihat benda penyumbat karena tindakan tersebut justru dapat mendorong sumbatan semakin dalam.
Penanganan tersedak pada bayi memiliki prosedur yang berbeda dengan orang dewasa.
Manuver Heimlich tidak dianjurkan dilakukan pada bayi yang berusia di bawah satu tahun.
Sebagai gantinya, tengkurapkan bayi di atas lengan dengan posisi kepala lebih rendah dibandingkan tubuh, kemudian berikan lima tepukan yang lembut tetapi tegas pada bagian punggung di antara kedua tulang belikat.
Apabila benda belum juga keluar, balikkan posisi bayi dan lakukan lima tekanan pada bagian tengah dada menggunakan dua jari.
Kedua langkah tersebut dapat diulangi hingga saluran napas kembali terbuka atau bantuan medis tiba.
Baca Juga: Bukan di Monas, Polri Kali Ini Gelar HUT Bhayangkara ke 80 Tahun di Satlat Brimob Cikeas
Selain mengetahui tindakan yang harus dilakukan, penting pula memahami hal-hal yang sebaiknya dihindari saat menangani korban tersedak.
Jangan memberikan air minum ketika korban masih mengalami sumbatan pada saluran napas.
Hindari pula memaksa korban menelan nasi, pisang, atau makanan lainnya dengan harapan dapat mendorong sumbatan keluar.
Jangan memasukkan jari ke dalam mulut apabila benda penyumbat tidak terlihat jelas karena dapat memperburuk kondisi.
Baca Juga: 8 Cara Merawat Rambut Panjang Pria agar Tetap Sehat, Bebas Kusut, dan Tidak Mudah Rontok
Selain itu, jangan memukul punggung korban yang masih mampu batuk dengan kuat, sebab batuk merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari saluran pernapasan.
Meski benda penyumbat berhasil dikeluarkan, korban tetap perlu mendapatkan pemeriksaan medis apabila masih mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri dada, atau kesulitan menelan.
Pertolongan medis juga harus segera diberikan apabila korban tidak dapat bernapas sama sekali, kehilangan kesadaran, atau sumbatan tidak berhasil dikeluarkan.
Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan tidak ada sisa makanan yang masih tertinggal di saluran napas maupun cedera pada saluran pernapasan akibat proses tersedak.***




