POJOKSATU.id — Gesture tubuh menjadi salah satu aspek penting yang kerap dinilai pewawancara saat interview kerja.
Meski terlihat sepele, bahasa tubuh dapat mencerminkan kepercayaan diri, sikap profesional, hingga kesiapan kandidat dalam menghadapi dunia kerja.
Tak sedikit pelamar yang sebenarnya memiliki kemampuan mumpuni, tetapi gagal memberikan kesan positif karena gesture tubuh yang kurang tepat.
Baca Juga: Polres Karawang Siagakan Ratusan Personel Amankan Pilkades Serentak 2025
Oleh karena itu, memahami sikap tubuh yang baik saat interview kerja menjadi bekal penting bagi pencari kerja, baik fresh graduate maupun profesional berpengalaman.
Berikut beberapa gesture tubuh yang dinilai positif oleh HRD saat interview kerja.
Pertama, jabat tangan yang tegas dan sopan. Saat awal dan akhir interview, jabat tangan menjadi kesan pertama yang langsung diperhatikan.
Baca Juga: Komisi X DPR RI Bongkar Ketimpangan PPPK, Guru Swasta Harus Setara dengan Negeri
Jabat tangan sebaiknya dilakukan dengan tekanan yang cukup, tidak terlalu lemah maupun terlalu kuat, sambil menatap mata pewawancara dan tersenyum tipis.
Kedua, kontak mata yang wajar. Menjaga kontak mata saat mendengarkan pertanyaan dan menjawab menunjukkan rasa percaya diri serta ketertarikan pada posisi yang dilamar.
Namun, hindari menatap terlalu lama karena dapat terkesan agresif atau tidak nyaman.
Ketiga, posisi duduk yang tegap dan rileks. Duduk dengan punggung tegak, bahu santai, dan badan sedikit condong ke depan menandakan antusiasme.
Hindari posisi membungkuk, terlalu bersandar, atau duduk dengan tubuh kaku karena bisa memberi kesan tidak siap.
Keempat, gerakan tangan yang terkontrol. Gestur tangan boleh digunakan untuk memperjelas penjelasan, tetapi jangan berlebihan.
Baca Juga: Deretan Hakim Langgar Etik Hebohkan Indonesia, Kasus Tom Lembong Jadi Sorotan Terbaru
Pewawancara cenderung kurang nyaman jika kandidat terlalu banyak bergerak atau memainkan benda seperti pulpen dan kertas.
Kelima, ekspresi wajah yang ramah dan natural. Senyum ringan saat berbicara dapat menciptakan suasana positif.
Ekspresi yang terlalu datar atau tegang bisa membuat pewawancara menilai kandidat kurang antusias.
Baca Juga: Ribuan Honorer Sambut SK PPPK Paruh Waktu, Pemerintah Tegaskan Bukan Sekadar Mencari Cuan
Selain gesture yang dianjurkan, pelamar juga perlu menghindari beberapa sikap tubuh negatif.
Menyilangkan tangan, menggoyangkan kaki, sering melihat ke bawah, atau gelisah di kursi dapat memberi kesan gugup dan tidak percaya diri.
Secara umum, gesture tubuh yang baik saat interview kerja adalah yang mencerminkan sikap profesional, tenang, dan fokus. Dengan bahasa tubuh yang tepat, peluang untuk memberikan kesan positif di mata HRD pun semakin besar.***




