POJOKSATU.id — Pola asuh yang kita berikan ke anak setiap hari, ternyata bukan cuma soal tindakan lho, tapi juga ucapan! Banyak orang tua mungkin merasa sudah memberikan yang terbaik: menyekolahkan anak di tempat bagus, memenuhi kebutuhan fisiknya, bahkan menyempatkan waktu untuk bermain.
Tapi sayangnya, ada satu hal penting yang sering luput disadari—cara kita berbicara kepada anak.
Yup, kalimat-kalimat yang kita ucapkan, baik secara sadar maupun spontan, bisa menempel di hati anak dan memengaruhi cara mereka melihat diri sendiri, dunia sekitar, bahkan masa depan mereka.
Yang lebih mengejutkan lagi, ucapan yang kelihatan “sepele” atau “cuma bercanda” ternyata bisa berakibat fatal bagi perkembangan psikologis anak.
Bisa bikin anak menjadi tumbuh minder, pemalu, sulit untuk percaya diri, takut gagal, atau bahkan sulit membangun hubungan sehat di kemudian hari.
Baca Juga: Bingung Dengan Pola Pendidikan Anak PAUD? Berikut Pengenalan untuk si Bocil
Kita tentu nggak mau itu terjadi, kan? Sebagai orang tua, pengasuh, atau pendidik, kita punya kekuatan besar melalui kata-kata yang kita ucapkan.
Yuk, kita berhenti sejenak, melihat kembali apa yang sudah kita ucapkan ke anak selama ini, dan mulai memperbaikinya.
Nah, biar nggak salah langkah, kita perlu memberbaikinya dengan 10 kalimat yang wajib kita hindari mulai dari sekarang juga, kalau benar-benar ingin anak tumbuh jadi pribadi yang percaya diri, tangguh, dan punya peluang besar untuk meraih kesuksesan di masa depan.
1. "Lihat tuh Budi, lebih pintar dari kamu!"
Jangan Bandingkan Anak dengan Orang Lain
Ayah, Bunda jangan membandingkan anak kita dengan orang lain karena bisa melukai hati mereka.
Mungkin tujuannya biar anak termotivasi, tapi yang terjadi justru sebaliknya: anak bisa merasa rendah diri dan iri hati.
Ingat, setiap anak itu unik.
Baca Juga: Perhatian Sekolah! Batas Waktu Pemutakhiran Data PIP di Dapodik Ditentukan Hingga 31 Agustus 2025
Fokus pada kelebihan dan perkembangan pribadi mereka, bukan standar orang lain.
2. "Kamu kok gendutan sih sekarang?"
Hindari Mengkritik Fisik Anak
Bahkan kalau maksudnya bercanda, komentar soal fisik bisa berdampak serius.
Anak bisa tumbuh dengan rasa malu dan cemas soal tubuhnya sendiri.
Daripada mengkritik, lebih baik ajarkan mencintai diri apa adanya dan pentingnya menjaga kesehatan.
3. "Begitu aja kok nangis!"
Jangan Remehkan Perasaan Anak
Saat anak sedih atau kecewa, jangan anggap itu lebay ya.
Kalimat seperti itu bisa bikin mereka merasa tidak dipahami dan memendam emosinya.
Lebih baik katakan, “Mama tahu kamu sedih, yuk cerita,” supaya mereka belajar mengelola emosi dengan sehat.
Baca Juga: Kapal Prabowo
4. "Mama ini emang nggak bisa apa-apa..."
Hati-hati dengan Ucapan Negatif tentang Diri Sendiri
Anak belajar banyak dari apa yang kita ucapkan tentang diri sendiri.
Kalau orang tua sering merendahkan diri, anak bisa mencontohkan orangtuanya dan merasa tidak mampu.
Tunjukkan semangat belajar dan optimisme ya, supaya anak juga tumbuh dengan mindset positif!
5. "Kalau kamu dapat nilai bagus, kita liburan ke Disneyland ya!"
Berpikir Sebelum Mengucapkan Janji
Kalau nggak yakin bisa menepati, lebih baik jangan janji.
Anak yang sering dikecewakan bisa kehilangan kepercayaan pada orang tua.
Kalau terpaksa nggak bisa memenuhi janji, jujurlah dan jelaskan alasannya.
6. "Kalau nakal terus, Mama tinggal kamu ya!"
Hindari Ancaman Kosong
Mengancam tanpa niat sungguh-sungguh justru membuat anak bingung dan takut, atau malah tidak lagi peduli.
Mending berikan konsekuensi yang jelas, realistis, dan bisa dijalankan, supaya anak paham konsekuensi dari tindakannya.
Baca Juga: Telkom Genjot Energi Terbarukan, Perkuat Arah Menuju Net Zero Emissions
7. "Pokoknya nggak boleh!"
Jangan Langsung Mengatakan 'Tidak' Tanpa Penjelasan
Melarang tanpa alasan membuat anak bingung dan merasa tidak dihargai.
Jelaskan kenapa sesuatu dilarang, misalnya: “Nggak boleh main pisau karena berbahaya.”
Penjelasan seperti ini akan mengajarkan logika dan empati.
8. "Kamu harus dapat nilai 100!"
Jangan Menuntut Kesempurnaan
Terlalu menuntut bisa bikin anak takut salah dan kehilangan semangat mencoba.
Padahal, proses belajar itu penting banget, lho! Dukung anak untuk terus berkembang, bukan untuk selalu sempurna.
9. "Cepatlah! Lama banget sih kamu!"
Hindari Frasa 'Cepatlah!' atau 'Buruan!'
Mendesak anak terus-menerus justru bikin mereka stres dan merasa tidak kompeten.
Kasih waktu dan bimbingan yang sabar.
Terutama saat anak sedang belajar hal baru, mereka butuh proses!
10. "Bodoh banget sih kamu!"
Jangan Gunakan Kata-Kata Kasar atau Negatif
Ini serius.
Kata-kata kasar bisa melukai batin anak dan menghancurkan harga diri mereka.
Fokuslah pada perilaku yang ingin diperbaiki, bukan menyerang kepribadian anak.***




