POJOKSATU.id - Nyeri di perut sebelah kanan bawah sering kali langsung dikaitkan dengan usus buntu.

Padahal, keluhan ini dapat dipicu oleh berbagai gangguan kesehatan lain, mulai dari hernia, infeksi ginjal, hingga masalah pada organ reproduksi.

Karena banyaknya kemungkinan penyebab, pemeriksaan medis sangat diperlukan agar penanganannya tepat.

Baca Juga: Ditjenpas: Nilai Pengadaan Tak Bisa Disamakan dengan Harga Gembok Umum karena Menggunakan Standar Pengamanan Khusus Lapas

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai lower right abdominal pain.

Rasa nyeri muncul karena di area perut kanan bawah terdapat sejumlah organ penting, seperti usus halus, usus besar, usus buntu, ureter, kandung kemih, ovarium, rahim, hingga lapisan peritoneum.

Secara umum, nyeri perut kanan bawah terbagi menjadi dua jenis.

Pertama, nyeri akut yang muncul secara tiba-tiba dan biasanya dipicu infeksi atau cedera.

Baca Juga: Lidah Terasa Pahit usai Makan Nanas? Ternyata Ini 3 Penyebab yang Jarang Diketahui

Kedua, nyeri kronis yang berlangsung lama, sering kambuh, bahkan dapat bertambah parah seiring waktu.

Penyebab sakit perut sebelah kanan bawah
Berikut beberapa kondisi yang paling sering menjadi penyebab munculnya nyeri di perut kanan bawah.

1. Radang usus buntu

Radang usus buntu atau apendisitis terjadi akibat penyumbatan pada umbai cacing.

Baca Juga: BGN dan Kemendikdasmen Sinkronkan Data MBG, Penyaluran Bantuan Gizi Ditargetkan Makin Tepat Sasaran

Penyumbatan bisa disebabkan kotoran, benda asing, maupun tumor.

Kondisi ini umumnya ditandai dengan nyeri yang semakin hebat dan membutuhkan penanganan segera.

2. Hernia umbilikalis

Penyakit ini terjadi ketika sebagian usus menonjol di sekitar pusar. Nyeri biasanya terasa saat mengangkat beban berat, batuk, atau bersin.

Baca Juga: Serba Mirip

3. Hernia inguinalis

Hernia jenis ini muncul akibat robekan jaringan dinding perut sehingga usus menonjol ke area selangkangan atau sekitar testis.

4. Radang usus

Selain nyeri perut, radang usus juga dapat disertai diare, perut kembung, BAB berdarah, hingga penurunan nafsu makan.

5. Kehamilan ektopik

Pada wanita, nyeri di perut kanan bawah dapat menjadi tanda kehamilan di luar rahim.

Kondisi ini biasanya disertai perdarahan dan membutuhkan penanganan darurat.

Baca Juga: Beasiswa Kalla 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Baru D3-S1 Bisa Dapat Bantuan UKT Rp7,5 Juta hingga Magang Kalla Group

6. Infeksi ginjal

Infeksi pada ginjal akibat bakteri, virus, atau jamur dapat menyebabkan nyeri yang menjalar dari perut kanan bawah hingga pinggang dan punggung.

7. Torsi ovarium

Torsi ovarium terjadi ketika ovarium mengalami puntiran, umumnya dipicu oleh kista berukuran besar.

Gejalanya berupa nyeri hebat yang sering disertai mual dan muntah.

8. Penyakit lainnya

Selain kondisi di atas, sakit perut sebelah kanan bawah juga bisa disebabkan batu ginjal, endometriosis, sindrom iritasi usus besar, radang panggul, kista ovarium, penumpukan gas, dismenore, mag, hingga torsi testis pada pria.

Baca Juga: Beasiswa Kalla 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Baru D3-S1 Bisa Dapat Bantuan UKT Rp7,5 Juta hingga Magang Kalla Group

Gejala yang perlu diwaspadai
Selain nyeri, beberapa gejala lain yang dapat menyertai antara lain:

Mual dan muntah.

Demam.

Perut kembung atau begah.

Nafsu makan menurun.

Sembelit.

Darah pada urine atau tinja.

Benjolan pada perut.

Kulit atau mata menguning.

Detak jantung tidak teratur.

Sesak napas.

Baca Juga: Cyberdeck Komputer, Mengenal Komputer Rakitan Futuristik yang Populer di Kalangan Teknologi

Bagaimana dokter memastikan penyebabnya?
Karena penyebabnya sangat beragam, dokter biasanya akan melakukan beberapa tahapan pemeriksaan, mulai dari wawancara medis, pemeriksaan fisik, melihat riwayat kesehatan, tes darah, tes urine, hingga pemeriksaan pencitraan seperti USG atau CT scan bila diperlukan.

Cara mengurangi risiko
Beberapa langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan mengurangi risiko munculnya keluhan ini antara lain:

Memenuhi kebutuhan cairan setiap hari.

Menghindari makanan terlalu pedas dan berminyak.

Baca Juga: Terdakwa Priyo Divonis Seumur Hidup Kasus Sekeluarga Indramayu, Lebih Berat dari Tuntutan 20 Tahun

Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.

Menghindari makanan yang sulit dicerna.

Menggunakan antasida atau obat pereda nyeri sesuai anjuran tenaga kesehatan bila diperlukan.

Kapan harus segera ke dokter?
Jangan menunda pemeriksaan apabila nyeri muncul secara tiba-tiba dan sangat hebat, berlangsung lebih dari satu hingga dua hari, disertai demam tinggi, muntah terus-menerus, terdapat darah pada urine atau tinja, muncul benjolan di perut, kulit menguning, terjadi setelah kecelakaan, atau dialami saat hamil.

Baca Juga: KPK Dalami Amplop Berisi Uang yang Dikembalikan Menhut Raja Juli ke Bupati Kuansing

Nyeri di perut sebelah kanan bawah memang tidak selalu menandakan penyakit berbahaya.

Namun, mengenali gejalanya sejak dini menjadi langkah penting agar penyebabnya segera diketahui dan pengobatan yang tepat bisa diberikan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.***