POJOKSATU.id — Kepeleset di kamar mandi sering kali dianggap sebagai kejadian sepele yang hanya menyebabkan memar ringan.

Padahal, insiden ini dapat berujung pada cedera serius hingga kematian, terutama jika korban mengalami benturan keras di bagian kepala atau terlambat mendapatkan pertolongan.

Kamar mandi menjadi salah satu area rumah dengan risiko kecelakaan cukup tinggi.

Baca Juga: Target Puluhan Ribu Siswa Baru, Kemensos Minta Rekrutmen Penjaringan Tepat Sasaran di Sekolah Rakyat

Lantai yang basah dan licin, ruang yang sempit, serta banyaknya permukaan keras seperti keramik, kloset, wastafel, hingga dinding membuat risiko cedera saat jatuh menjadi lebih besar.

Salah satu alasan mengapa terpeleset di kamar mandi sangat berbahaya adalah karena benturan di bagian kepala sulit dihindari.

Ketika seseorang kehilangan keseimbangan secara mendadak, tubuh biasanya tidak memiliki cukup waktu untuk bereaksi atau menahan jatuh.

Baca Juga: Langkah Kemensos Libatkan Aparat Penegak Hukum dalam Proyek Strategis Nasional Termasuk Sekolah Rakyat.

Akibatnya, kepala bisa membentur lantai atau benda keras di sekitar kamar mandi.

Cedera kepala akibat benturan dapat memicu gegar otak, pendarahan di otak, hingga kehilangan kesadaran.

Dalam sejumlah kasus, korban terlihat masih baik-baik saja setelah jatuh.

Namun beberapa jam kemudian mengalami kondisi yang memburuk akibat pendarahan internal yang tidak langsung terdeteksi.

Baca Juga: Temuan Tim Khusus Kemensos Terkait Potensi Maladministrasi Pengadaan Pada Program Sekolah Rakyat

Selain cedera kepala, kepeleset di kamar mandi juga dapat menyebabkan patah tulang serius, terutama pada orang lanjut usia.

Bagian tubuh seperti pinggul, tulang belakang, bahu, hingga pergelangan tangan menjadi area yang paling sering mengalami cedera ketika seseorang jatuh.

Cedera pinggul pada lansia termasuk kondisi yang cukup berisiko karena dapat memicu komplikasi kesehatan lain.

Pasien sering kali harus menjalani perawatan panjang, kehilangan mobilitas, hingga mengalami penurunan kondisi tubuh secara menyeluruh.

Baca Juga: PSI Karawang Mulai Bangun Kekuatan Politik 2029, Ormas Besar Diajak Merapat

Tak hanya itu, ada pula risiko seseorang kehilangan kesadaran setelah terjatuh.

Jika hal ini terjadi saat sedang mandi sendirian, pertolongan bisa datang terlambat.

Dalam beberapa situasi, korban bahkan berisiko mengalami gangguan pernapasan atau tenggelam jika posisi tubuh jatuh di area berair.

Baca Juga: Massa Minta KPK Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Pinjaman ke Bank Himbara

Kelompok yang lebih rentan mengalami kecelakaan di kamar mandi antara lain lansia, penderita vertigo, orang dengan tekanan darah rendah, diabetes, riwayat stroke, atau mereka yang sedang mengalami kelelahan ekstrem.

Untuk mengurangi risiko, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.

Mulai dari menggunakan alas kaki anti-slip, memastikan lantai kamar mandi tidak berlumut, memasang pegangan tangan, hingga menghindari mandi saat tubuh terasa sangat lemas atau pusing.

Baca Juga: Penyaluran Tunjangan Bulanan TPG dan TKG Bagi Guru Honorer dan PPPK

Kecelakaan di kamar mandi memang terlihat sederhana, tetapi dampaknya tidak bisa dianggap remeh.

Karena itu, penting untuk selalu berhati-hati dan memastikan area kamar mandi tetap aman digunakan oleh seluruh anggota keluarga.***